Waspada Penipuan Catut Magang Nasional, Iming-iming Cuma Absen tapi Digaji

Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya modus penipuan yang mengatasnamakan Program Magang Nasional. Menurut laporan y

Jul 08, 2026 - 05:58
0 0
Waspada Penipuan Catut Magang Nasional, Iming-iming Cuma Absen tapi Digaji

Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya modus penipuan yang mengatasnamakan Program Magang Nasional. Menurut laporan yang diterima Lurusin.com, pendaftaran resmi program ini mulai dibuka pada 15 Juli 2026 dengan kuota 50.000 peserta pada batch pertama. Namun, di tengah antusiasme publik, muncul pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan situasi untuk melancarkan aksi penipuan.

Modus yang terungkap cukup menggiurkan dan berpotensi menjerat korban: peserta dijanjikan hanya perlu melakukan presensi harian tanpa harus hadir atau menjalankan aktivitas magang, namun tetap akan menerima gaji atau uang saku penuh. Padahal, berdasarkan ketentuan resmi, peserta Program Magang Nasional berhak atas uang saku yang besarnya setara dengan Upah Minimum Provinsi atau Kabupaten/Kota (UMP/UMK) sesuai domisili tempat mereka menjalani magang. Tawaran instan seperti ini tentu sangat mencurigakan.

“Tawaran magang yang terlalu mudah? Justru harus dicurigai! Jangan percaya jika ada yang mengatasnamakan Program Pemagangan Nasional dan mengklaim peserta cukup absen tanpa menjalankan kegiatan magang,” tegas Kemnaker dalam unggahan akun Instagram resminya, @Kemnaker, pada Selasa (7/7/2026).

Imbauan ini menekankan bahwa Program Magang Nasional yang asli memiliki prosedur pendaftaran yang ketat dan transparan, melalui kanal resmi Kemnaker. Setiap peserta yang diterima wajib mengikuti seluruh rangkaian kegiatan magang di institusi atau perusahaan mitra, sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi dan keterampilan kerja. Tidak ada mekanisme “magang hantu” di mana peserta hanya titip absen lalu menikmati pembayaran.

Laporan dari Lurusin.com juga mencatat bahwa modus penipuan semacam ini biasanya meminta data pribadi calon korban, bahkan tak jarang meminta sejumlah uang dengan dalih biaya administrasi atau jaminan. Masyarakat diharapkan tidak mudah tergiur dengan iming-iming kemudahan dan selalu melakukan verifikasi informasi melalui situs resmi Kemnaker atau kanal komunikasi terverifikasi lainnya.

Kemnaker menegaskan akan menindak tegas setiap upaya penyalahgunaan nama program pemerintah. Jika masyarakat menemukan indikasi penipuan, diimbau untuk segera melapor ke aparat penegak hukum atau layanan pengaduan Kemnaker. Program Magang Nasional merupakan inisiatif strategis pemerintah untuk menjembatani angkatan kerja dengan dunia industri melalui pengalaman nyata, sehingga kredibilitasnya harus dijaga bersama. Dengan kuota 50 ribu peserta, batch pertama ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi talenta muda Indonesia, bukan justru menjadi sasaran empuk sindikat penipuan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dina-aulia

Editor Cek Fakta. Editor naskah cek fakta sebelum publikasi.

Comments (0)

User