Gaji Jadi Faktor Kunci Pelamar, Simak Daftar 10 Industri Beserta Rentang Penghasilannya
Jakarta - Pertimbangan finansial selalu menjadi salah satu aspek utama saat seseorang memutuskan untuk melamar pekerjaan. Memastikan gaji yang ditawarkan sepadan dengan beban kerja dan keahlian yang
Jakarta - Pertimbangan finansial selalu menjadi salah satu aspek utama saat seseorang memutuskan untuk melamar pekerjaan. Memastikan gaji yang ditawarkan sepadan dengan beban kerja dan keahlian yang dimiliki menjadi langkah krusial sebelum menerima sebuah tawaran. Panduan terbaru mengenai tren penggajian di Indonesia pun hadir untuk membantu para pencari kerja dan pelaku industri dalam menavigasi pasar tenaga kerja tahun ini.
Perusahaan penyedia jasa tenaga kerja, Adecco Indonesia, baru saja merilis hasil survei terbarunya tentang pasar rekrutmen dan tren gaji di Indonesia untuk tahun 2026. Laporan tersebut memberikan gambaran terkini mengenai rentang gaji di berbagai sektor industri berdasarkan data yang dihimpun dari klien dan kandidat mereka.
“Angka-angka tersebut mencerminkan gaji untuk seseorang berdasarkan pengalaman, kualifikasi dan pertimbangan lainnya. Angka-angka dalam panduan kami hanya mewakili gaji kotor bulanan,” tulis dokumen itu dikutip media kami, Senin (6/7/2026).
Berdasarkan laporan yang dirangkum Lurusin.com, berikut adalah daftar 10 sektor industri di Indonesia beserta rentang gaji kotor bulanan yang bisa menjadi acuan:
1. Teknologi Informasi dan Telekomunikasi: Posisi seperti software engineer, data analyst, dan cybersecurity specialist berada di rentang Rp12 juta hingga Rp45 juta, bergantung pada senioritas dan spesialisasi.
2. Perbankan dan Keuangan: Profesi seperti relationship manager, analis kredit, dan manajer investasi menawarkan gaji antara Rp10 juta hingga Rp50 juta, terutama di sektor perbankan digital dan manajemen aset.
3. Minyak dan Gas (Migas): Insinyur perminyakan, geosaintis, dan HSE specialist mendapatkan gaji mulai Rp15 juta hingga Rp60 juta, dengan tunjangan lokasi yang kerap menjadi komponen signifikan.
4. Kesehatan dan Farmasi: Tenaga medis spesialis, peneliti klinis, dan regulatory affairs manager memiliki rentang Rp10 juta hingga Rp35 juta, dengan kenaikan signifikan untuk dokter spesialis di rumah sakit swasta besar.
5. Fast Moving Consumer Goods (FMCG): Brand manager, key account manager, dan supply chain planner berkisar Rp12 juta hingga Rp40 juta, mencerminkan tingginya persaingan di sektor ini.
6. E-commerce dan Startup Teknologi: Product manager, UI/UX designer, dan digital marketing specialist mendapatkan gaji antara Rp10 juta hingga Rp38 juta, dengan opsi saham (stock option) sebagai tambahan di beberapa perusahaan rintisan.
7. Manufaktur dan Otomotif: Plant manager, electrical engineer, dan quality assurance supervisor berada di kisaran Rp9 juta hingga Rp30 juta, tergantung skala perusahaan dan orientasi ekspor.
8. Pendidikan dan EdTech: Dosen, instructional designer, dan business development di perusahaan teknologi pendidikan menawarkan gaji Rp7 juta hingga Rp25 juta, dengan pertumbuhan di segmen pembelajaran daring.
9. Properti dan Konstruksi: Project manager, quantity surveyor, dan arsitek senior menerima gaji Rp10 juta hingga Rp35 juta, terutama untuk proyek-proyek infrastruktur dan properti komersial.
10. Logistik dan Rantai Pasok: Warehouse manager, freight supervisor, dan supply chain analyst berada di rentang Rp8 juta hingga Rp28 juta, didorong oleh ekspansi perusahaan logistik dan perdagangan elektronik.
Panduan gaji ini diharapkan menjadi referensi bagi para profesional yang tengah mempertimbangkan perpindahan karier ataupun negosiasi kenaikan pendapatan. Namun, perusahaan perekrut mengingatkan bahwa angka-angka tersebut bersifat indikatif dan dapat bervariasi bergantung pada rekam jejak, sertifikasi, serta kondisi ekonomi regional. Lurusin.com akan terus memantau laporan ketenagakerjaan untuk memberikan informasi terkini bagi para pembaca.
Comments (0)