Wamendagri Wiyagus Dorong Kepala Daerah Terapkan Pembiayaan Kreatif

Jakarta – Laporan media kami. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menyerukan agar seluruh kepala daerah mengadopsi skema pembiayaan kreatif guna menjaga keberlanjutan pembangun

Jul 08, 2026 - 04:53
0 0
Wamendagri Wiyagus Dorong Kepala Daerah Terapkan Pembiayaan Kreatif

Jakarta – Laporan media kami. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menyerukan agar seluruh kepala daerah mengadopsi skema pembiayaan kreatif guna menjaga keberlanjutan pembangunan di masing-masing wilayah. Langkah ini dinilai krusial di tengah tekanan efisiensi dan dinamika ekonomi global yang semakin tidak menentu.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Sabtu (4/7/2026), Wiyagus menekankan bahwa ketergantungan penuh pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak lagi memadai untuk menjawab kebutuhan pembangunan yang kian kompleks. Ia mendorong para kepala daerah untuk mengembangkan pola kepemimpinan adaptif yang mampu merespons gejolak eksternal secara cepat dan tepat.

“Kita tahu di tengah efisiensi tahun 2026, kepala daerah sekarang ini dituntut untuk benar-benar bisa mengimplementasikan apa yang dinamakan adaptive leadership di tengah gejolak eskalasi geopolitik global yang susah diprediksi,” ujar Wiyagus.

Menurut Wamendagri, creative financing mencakup berbagai instrumen, seperti kemitraan pemerintah dengan badan usaha, obligasi daerah, optimalisasi aset daerah, hingga pemanfaatan skema dana bergulir. Semua opsi itu harus dikaji secara serius agar pemerintah daerah tidak hanya bertumpu pada dana transfer pusat yang jumlahnya terbatas.

Kementerian Dalam Negeri, lanjutnya, siap memberikan pendampingan teknis agar eksekutif daerah mampu menyusun dan menjalankan skema pembiayaan alternatif secara akuntabel. Hal ini seiring dengan orientasi pusat yang menginginkan kemandirian fiskal daerah tanpa mengorbankan kualitas layanan publik.

Para pengamat kebijakan publik menilai, dorongan ini relevan mengingat tekanan resesi global dan kenaikan suku bunga acuan di banyak negara berpotensi mempersempit ruang fiskal nasional. Kepala daerah yang adaptif akan mampu merancang proyek strategis dengan struktur pendanaan yang tidak memberatkan APBD, sekaligus menjaga iklim investasi tetap kondusif.

Dengan demikian, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, dan penguatan sektor kesehatan tidak akan tersendat meski anggaran konvensional mengalami efisiensi. Wamendagri berharap seluruh kepala daerah segera melakukan pemetaan potensi pendanaan kreatif di daerah masing-masing dan menuangkannya ke dalam rencana pembangunan jangka menengah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sinta-pradana

Peneliti Data. Peneliti dan analis data untuk verifikasi.

Comments (0)

User