Viral Warga Protes Karantina Monyet di Tangerang Dangdutan Bising hingga Malam

Kericuhan meletus di kawasan Benda, Kota Tangerang, Banten, setelah warga setempat merasa terganggu oleh suara musik dangdut yang diputar dengan volume tinggi dari sebuah lokasi karantina monyet. Per

Jul 08, 2026 - 04:45
0 0
Viral Warga Protes Karantina Monyet di Tangerang Dangdutan Bising hingga Malam

Kericuhan meletus di kawasan Benda, Kota Tangerang, Banten, setelah warga setempat merasa terganggu oleh suara musik dangdut yang diputar dengan volume tinggi dari sebuah lokasi karantina monyet. Peristiwa yang terjadi pada malam hari ini sontak menjadi perbincangan hangat setelah video amatir yang merekam ketegangan antara warga dan pihak pengelola karantina menyebar luas di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, tampak puluhan warga berkumpul di depan lokasi sambil menyuarakan protes keras, menuntut agar kebisingan segera dihentikan karena dinilai meresahkan lingkungan permukiman.

Menurut laporan yang dihimpun Lurusin.com di lapangan, keributan berawal dari kebiasaan rutin di tempat karantina yang memutar musik dangdut dari perangkat audio berkekuatan besar. Suara dentuman dan alunan lagu terdengar hingga larut malam, mengganggu kenyamanan warga yang membutuhkan istirahat. Sejumlah warga yang tidak tahan dengan situasi tersebut akhirnya mendatangi lokasi dan meminta penghentian pemutaran musik secara langsung. Namun, upaya mediasi secara kekeluargaan justru memicu adu mulut, karena pihak karantina disebut enggan menurunkan volume atau menghentikan kegiatan tersebut. Ketegangan meningkat saat warga mulai berteriak dan mengumpat, sementara pihak pengelola tetap bersikeras bahwa suara itu masih dalam batas wajar.

"Kami sudah beberapa kali melaporkan secara lisan, tapi tidak ada perubahan. Suara dangdut itu benar-benar mengganggu, terutama bagi anak-anak dan orang tua yang butuh ketenangan malam. Bunyinya seperti hajatan tanpa henti," ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya kepada Lurusin.com.

Setelah video kericuhan viral, Unit Reserse dan Intelkam Polsek Benda langsung dikerahkan ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk meredakan situasi dan mengumpulkan keterangan. Petugas kepolisian memisahkan kedua belah pihak dan meminta para saksi—baik dari warga sekitar maupun petugas karantina—memberikan kronologi kejadian. Kapolsek Benda saat dikonfirmasi menyatakan bahwa pihaknya sedang mendalami persoalan dan akan mencari solusi terbaik agar kejadian serupa tidak terulang. Langkah awal yang diambil adalah memberi peringatan kepada pengelola karantina monyet agar tidak lagi memutar musik dengan volume berlebihan, khususnya saat jam istirahat masyarakat.

Permukiman di sekitar lokasi karantina diketahui merupakan kawasan padat penduduk. Suara bising berkepanjangan dari tempat usaha di lingkungan semacam itu sering memicu gesekan sosial. Warga berharap pemerintah setempat turun tangan memberikan pengawasan lebih ketat terhadap aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Hingga berita ini diturunkan, situasi di Benda sudah kondusif, namun warga tetap mengingatkan agar pengelola lebih peka terhadap hak warga untuk hidup tenang tanpa polusi suara. Protes ini sekaligus menjadi peringatan bagi fasilitas penampungan hewan atau usaha lain agar selalu mengedepankan komunikasi dan toleransi dengan lingkungan sekitar.

Pihak kepolisian memastikan akan terus memonitor perkembangan dan membuka jalur mediasi antara warga dan pengelola jika diperlukan. Dari pantauan Lurusin.com, unggahan video tersebut telah ditonton ribuan kali dan memicu beragam reaksi netizen, mayoritas mendukung warga yang menginginkan keheningan di malam hari.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hafiz-rahman

Verifikator. Memverifikasi klaim viral via sumber terbuka.

Comments (0)

User