Viral Anjing Terlantar di Margonda, Jonan Ikut Bersuara

Seekor anjing yang diduga terlantar di kawasan Margonda, Depok, menjadi perbincangan hangat di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Video yang memperlihatkan hewan tersebut tampak kurus dan tida...

Jul 16, 2026 - 09:51
0 0

Seekor anjing yang diduga terlantar di kawasan Margonda, Depok, menjadi perbincangan hangat di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Video yang memperlihatkan hewan tersebut tampak kurus dan tidak terawat di pinggir jalan ramai dibagikan warganet, memicu gelombang simpati dan kritik terhadap kepedulian masyarakat terhadap hewan. Tak hanya warganet biasa, mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan turut memberikan komentar yang kemudian viral.

Video yang Memicu Perhatian

Video berdurasi sekitar 45 detik itu menunjukkan seekor anjing berwarna coklat kehitaman terbaring di trotoar Jalan Margonda Raya, tepat di depan pusat perbelanjaan. Dalam rekaman, tampak beberapa pejalan kaki melintas tanpa memperhatikan, sementara sesekali kendaraan melaju cepat di jalan raya. Unggahan tersebut langsung mendapat ribuan komentar, sebagian besar menyesalkan kondisi hewan dan mendesak adanya tindakan dari pihak berwenang.

Warganet dengan akun @sahabatbinatang menulis, "Ini sudah dua hari berturut-turut saya lihat anjing itu. Tidak ada yang memberi makan atau mengusirnya. Kasihan sekali." Akun lainnya, @depokpeduli, menambahkan bahwa lokasi tersebut dikenal padat lalu lintas dan rawan kecelakaan bagi hewan yang berkeliaran.

Ignasius Jonan Berkomentar

Menarik perhatian publik adalah komentar dari Ignasius Jonan, yang dikenal sebagai tokoh peduli lingkungan dan pernah menjabat sebagai Menteri Perhubungan serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Melalui akun Twitter pribadinya, Jonan menulis: "Melihat video anjing terlantar di Margonda, saya prihatin. Kita semua punya tanggung jawab untuk menjaga makhluk hidup di sekitar kita. Semoga ada yang segera bertindak."

Cuitan Jonan itu mendapat lebih dari 10 ribu likes dan 2 ribu retweets dalam waktu 24 jam. Banyak warganet yang mengapresiasi kepeduliannya, namun juga ada yang mempertanyakan mengapa tidak ada tindakan langsung dari instansi terkait. Beberapa warganet menandai akun resmi Pemerintah Kota Depok dan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan untuk segera merespons.

Respons Pemerintah Kota Depok

Setelah viral dan komentar dari tokoh nasional, Pemerintah Kota Depok akhirnya angkat bicara. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Depok, Budi Santoso, dalam keterangan pers pada Senin (15/1) menyatakan bahwa pihaknya telah menurunkan tim untuk mengevakuasi anjing tersebut. "Kami menerima laporan dan langsung bergerak. Hewan sudah kami evakuasi ke tempat penampungan sementara untuk diperiksa kesehatannya," ujar Budi.

Budi juga menjelaskan bahwa anjing tersebut tidak memiliki tanda kepemilikan, seperti kalung atau microchip, sehingga diduga benar-benar terlantar. Tim medis hewan akan memberikan perawatan dan memutuskan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan adopsi. "Kami berterima kasih kepada masyarakat yang melaporkan dan kepada Pak Jonan yang telah mengingatkan kita semua," tambahnya.

Persoalan Hewan Terlantar di Perkotaan

Kasus ini kembali menyoroti masalah hewan terlantar di kota-kota besar Indonesia, termasuk Depok. Data dari Animal Defender Indonesia menunjukkan bahwa jumlah anjing dan kucing terlantar di wilayah Jabodetabek terus meningkat setiap tahun, dengan perkiraan mencapai puluhan ribu ekor. Penyebab utamanya adalah pembuangan hewan oleh pemilik yang tidak bertanggung jawab serta minimnya program sterilisasi massal.

Direktur Eksekutif Animal Defender, Anita R., menilai bahwa komentar dari figur publik seperti Ignasius Jonan bisa menjadi momentum untuk mendorong kebijakan yang lebih serius. "Kami berharap pemerintah daerah, tidak hanya Depok, memiliki regulasi yang jelas tentang penanganan hewan terlantar, termasuk sanksi bagi pemilik yang menelantarkan. Edukasi kepada masyarakat juga harus digencarkan," ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan shelter hewan yang memadai masih sangat terbatas. Banyak tempat penampungan swasta yang kewalahan karena tingginya jumlah hewan yang masuk. "Kasus di Margonda ini hanya puncak gunung es. Masih banyak hewan lain yang tidak terekam kamera," tegas Anita.

Reaksi Warganet dan Pelajaran Berharga

Viralnya video dan komentar Jonan juga memicu diskusi lebih luas tentang empati terhadap hewan. Banyak warganet yang mengaku tersadarkan bahwa masalah kecil seperti hewan terlantar bisa menjadi perhatian jika ada yang bersuara. Akun @pecintahewan menulis, "Terima kasih Pak Jonan sudah angkat bicara. Kadang kita lupa bahwa hewan juga punya hak untuk hidup layak."

Namun, tidak sedikit pula yang mengkritik bahwa viralitas justru membuat pemerintah baru bertindak setelah ada sorotan publik. "Kenapa harus menunggu viral dulu? Petugas seharusnya rutin patroli dan tanggap," tulis akun @depokbersih. Kritik ini menegaskan pentingnya sistem penanganan hewan yang proaktif, bukan hanya reaktif.

Di sisi lain, beberapa pihak mengingatkan agar warga tidak langsung menyimpulkan hewan tersebut terlantar tanpa informasi yang jelas. Ketua Komunitas Animal Rescue Depok, Fajar P., mengatakan bahwa kadang anjing yang tampak sendirian sedang menunggu pemiliknya yang pergi sebentar. "Namun jika sudah berhari-hari di tempat yang sama dengan kondisi kurus, itu indikasi kuat terlantar," jelasnya.

Kesimpulan

Kasus anjing di Margonda, Depok, menjadi contoh bagaimana media sosial dapat menggerakkan perhatian publik dan pemerintah. Komentar Ignasius Jonan memberikan bobot tambahan sehingga respons lebih cepat. Pelajaran utamanya: kepedulian terhadap hewan tidak boleh hanya muncul saat viral. Dibutuhkan sistem yang berkelanjutan dan partisipasi aktif semua pihak. Hewan terlantar bukan sekadar pemandangan sehari-hari, melainkan cerminan tanggung jawab kita sebagai manusia dan sebagai bangsa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User