Tuchel Murka Ditanya Mentalitas Inggris Usai Kalahkan Norwegia

LONDON — Suasana ruang konferensi pers Stadion MetLife, New Jersey, mendadak memanas pada Minggu dini hari (13/7/2026) waktu Indonesia. Pelatih Timnas Ingg

Jul 12, 2026 - 17:35
0 0

LONDON — Suasana ruang konferensi pers Stadion MetLife, New Jersey, mendadak memanas pada Minggu dini hari (13/7/2026) waktu Indonesia. Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, menunjukkan raut wajah penuh kemarahan ketika seorang jurnalis mempertanyakan mentalitas para pemain The Three Lions yang baru saja menyingkirkan Norwegia di babak perempat final Piala Dunia 2026. Kemenangan kontroversial 1-0 melalui gol tunggal Harry Kane di menit ke-87 itu dinilai banyak pihak lebih sebagai buah keberuntungan ketimbang performa meyakinkan.

Insiden bermula ketika seorang reporter senior dari media Norwegia, VG, mengajukan pertanyaan yang menusuk. "Apakah Anda merasa tim ini punya ketangguhan mental untuk jadi juara, atau hanya beruntung malam ini?" tanya sang reporter. Tuchel, yang biasanya tenang dan analitis, langsung bereaksi keras.

"Beruntung? Anda bicara soal keberuntungan setelah kami bertarung 90 menit melawan tim yang bertahan dengan 10 orang di kotak penalti? Ini bukan soal keberuntungan. Ini soal determinasi, soal kepercayaan, soal terus menekan sampai detik terakhir,"

ledak Tuchel dengan nada suara meninggi. Ia bahkan sempat membanting pulpen yang dipegangnya ke atas meja sebelum melanjutkan penjelasan taktisnya.

Kronologi Kemenangan Kontroversial Inggris

Laga perempat final yang digelar di hadapan 82.500 penonton itu berlangsung alot sejak menit pertama. Norwegia, yang tampil tanpa Erling Haaland yang cedera di babak 16 besar, memilih strategi bertahan total dengan formasi 5-4-1 yang sangat rapat. Alexander Sørloth yang diplot sebagai ujung tombak tunggal justru lebih banyak turun membantu pertahanan.

Inggris menguasai bola hingga 73% sepanjang pertandingan, menciptakan 24 tembakan dengan 8 tepat sasaran, namun selalu mentah di hadapan kiper Mathias Dyngeland yang tampil gemilang dengan 7 penyelamatan krusial. Statistik menunjukkan betapa frustasinya Jude Bellingham dan kawan-kawan: 14 sepak pojok tak satu pun berbuah gol, 32 umpan silang mayoritas berhasil dipotong bek Norwegia.

Gol kemenangan lahir dari situasi yang memicu perdebatan. Berawal dari tendangan bebas di sisi kiri pertahanan Norwegia, bola liar mengenai bahu Declan Rice sebelum memantul ke kaki Kane. Sang kapten tanpa ragu menyambar bola dari jarak enam meter. Tayangan ulang menunjukkan adanya dugaan handball pada Rice, namun wasit asal Brasil, Raphael Claus, tetap mengesahkan gol setelah berkonsultasi dengan VAR selama hampir tiga menit.

Pertanyaan Mentalitas yang Menyulut Amarah

Pertanyaan soal mentalitas sebenarnya bukan isu baru bagi skuad Inggris. Sejak era Gareth Southgate, Inggris kerap dicap sebagai tim yang mentally fragile — unggul secara teknis dan taktis, tapi kerap goyah di momen-momen krusial. Kekalahan dramatis dari Prancis di perempat final Piala Dunia 2022 dan final Euro 2024 yang kandas di tangan Spanyol masih membekas kuat.

Namun bagi Tuchel, narasi itu sudah usang. Pelatih asal Jerman yang mengambil alih timnas Inggris pada Januari 2025 itu telah membangun pendekatan psikologis berbeda. Ia membawa tim psikolog olahraga dari Jerman, menerapkan sesi mental conditioning rutin, dan menanamkan filosofi "ketangguhan melalui penderitaan" pada para pemainnya. Kemenangan atas Norwegia — meski kontroversial — adalah buah dari pendekatan itu.

"Sejak hari pertama saya bilang ke para pemain: kalian akan dihakimi dari hasil. Tapi proses menuju hasil itu penuh penderitaan yang harus dinikmati. Malam ini mereka menderita, tapi mereka tidak menyerah. Itu mentalitas juara,"

tegas Tuchel dalam sesi jumpa pers yang berlangsung hampir 40 menit tersebut.

Respons Pemain dan Analisis Taktis

Kapten Harry Kane yang ditemui terpisah mencoba meredakan ketegangan. "Saya paham kenapa pelatih marah. Kami bekerja sangat keras, dan rasanya tidak adil kalau semua upaya kami direduksi jadi sekadar keberuntungan. Apakah ada sedikit keberuntungan di gol itu? Mungkin. Tapi kami menciptakan keberuntungan itu sendiri dengan terus menekan," ujar striker Bayern Munich itu.

Declan Rice, yang menjadi pusat kontroversi, bersikap diplomatis. "Saya tidak merasa bola kena tangan saya. VAR sudah memeriksanya berkali-kali. Itu keputusan wasit dan kita harus menghormatinya," katanya singkat.

Dari sudut pandang taktikal, keputusan Tuchel memasukkan Cole Palmer dan Ollie Watkins di menit ke-70 terbukti krusial. Keduanya memberikan dimensi berbeda pada serangan Inggris yang sebelumnya terlalu terpusat di sayap melalui Bukayo Saka dan Phil Foden. Palmer khususnya menciptakan tiga peluang kunci dalam 20 menit terakhir, termasuk assist tidak langsung untuk gol Kane.

Norwegia Pulang dengan Kepala Tegak

Di kubu lawan, pelatih Norwegia Ståle Solbakken memilih bersikap legawa meski kecewa dengan keputusan wasit. "Saya sudah melihat tayangan ulangnya. Bagi saya itu handball. Tapi wasit sudah memutuskan dan tidak ada yang bisa kami lakukan sekarang. Saya bangga dengan para pemain yang memberikan segalanya," ujar Solbakken.

Norwegia memang layak mendapat apresiasi. Tanpa Haaland, mereka nyaris mencuri kemenangan di menit ke-62 melalui serangan balik Martin Ødegaard yang sayangnya masih menyamping tipis dari gawang Jordan Pickford. Pertahanan yang dikomandoi kapten Stefan Strandberg juga tampil heroik sepanjang 90 menit.

Implikasi Menuju Semifinal

Kemenangan ini membawa Inggris ke semifinal untuk menghadapi pemenang laga Brasil melawan Portugal. Tuchel mengakui timnya harus tampil jauh lebih baik jika ingin melaju ke partai puncak.

"Kami tidak bisa mengandalkan gol di menit-menit akhir setiap pertandingan. Lawan di semifinal akan jauh lebih berbahaya. Kami harus lebih klinis, lebih sabar, dan lebih cerdas dalam membongkar pertahanan rapat,"

tandasnya.

Dengan atmosfer ruang ganti yang terbelah antara euforia kemenangan dan ketegangan pasca-insiden konferensi pers, tugas Tuchel kini adalah menyatukan kembali fokus timnya. Tiga hari sebelum semifinal, setiap detik sangat berharga. Dan pertanyaan soal mentalitas — entah disukai Tuchel atau tidak — akan terus menghantui sampai Inggris benar-benar membuktikannya dengan trofi di tangan.

[SOCIAL_TWEET]: Tuchel ngamuk di konferensi pers saat mentalitas Inggris dipertanyakan usai kemenangan kontroversial atas Norwegia! "Beruntung? Ini soal determinasi!" Gol Kane menit 87 membawa Three Lions ke semifinal. Tapi pertanyaan besarnya: bisakah mereka juara dengan performa begini? 🔥🏴󠁧󠁢󠁥󠁮󠁧󠁿 #PialaDunia2026 #ThreeLions #Tuchel[SOCIAL_TG]: 🔥 Tuchel Murka! 🏴󠁧󠁢󠁥󠁮󠁧󠁿 Pelatih Inggris naik pitam ditanya mentalitas timnya usai kemenangan dramatis 1-0 atas Norwegia di perempat final Piala Dunia 2026. Gol Kane menit 87, kontroversi handball Rice, dan pertanyaan besar jelang semifinal. Apakah Three Lions benar-benar punya mental juara? 🤔⚽

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User