KukuBima dan Yayasan TOP Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis

Jonggol, 22 Mei 2026 — PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk melalui produk andalannya KukuBima bekerja sama dengan Yayasan Teman Operasi Peduli (TO

Jul 13, 2026 - 20:59
0 0
KukuBima dan Yayasan TOP Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis

Jonggol, 22 Mei 2026 — PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk melalui produk andalannya KukuBima bekerja sama dengan Yayasan Teman Operasi Peduli (TOP) menyelenggarakan bakti sosial operasi bibir sumbing dan celah langit-langit secara gratis di Rumah Sakit Permata Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kegiatan yang digelar pada Jumat (22/5/2026) ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya bagi kalangan kurang mampu yang membutuhkan penanganan medis.

Seremoni dan Penyerahan Bantuan

Rangkaian acara dimulai dengan seremoni simbolis penyerahan bantuan operasi gratis yang dihadiri oleh jajaran manajemen Sido Muncul, pengurus Yayasan TOP, dan pihak manajemen RS Permata Jonggol. Dalam sambutannya, perwakilan Sido Muncul menyampaikan bahwa program ini didesain untuk menjangkau pasien dari keluarga prasejahtera yang selama ini sulit mengakses layanan operasi karena terkendala biaya.

“Kami menyadari bahwa operasi bibir sumbing bukan sekadar persoalan estetika, melainkan juga berpengaruh langsung terhadap kemampuan bicara, asupan nutrisi, dan kepercayaan diri anak. Karena itu, kami hadir untuk memastikan akses penanganan yang berkualitas bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Direktur Pemasaran Sido Muncul.

Proses Skrining dan Pelaksanaan Operasi

Ketua Yayasan TOP, dr. Hardianto, Sp.BP-RE, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan keberlanjutan dari program serupa yang telah menjangkau berbagai daerah di Indonesia. Berikut adalah kronologis pelaksanaan kegiatan:

  1. Tahap Pendaftaran (12–20 Mei 2026): Tim medis membuka pendaftaran melalui jaringan puskesmas dan media sosial Yayasan TOP. Total tercatat lebih dari 40 pasien mendaftar.
  2. Tahap Skrining (21 Mei 2026): Dari 40 pendaftar, tim dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi bibir, langit-langit, dan status gizi calon pasien. Sebanyak 20 pasien dinyatakan lolos dan memenuhi syarat untuk menjalani prosedur operasi.
  3. Tahap Operasi (22 Mei 2026): Operasi dilakukan dalam dua sesi di ruang operasi RS Permata Jonggol dengan standar keselamatan penuh. Tiap pasien mendapatkan penanganan dari satu tim bedah yang terdiri atas dokter spesialis bedah plastik, dokter anestesi, dan perawat terlatih.
  4. Tahap Pemulihan dan Kontrol (23–30 Mei 2026): Pasien diobservasi selama 24 jam pasca-operasi sebelum diperbolehkan pulang. Tim medis menjadwalkan kontrol lanjutan untuk memantau proses penyembuhan luka.

Mengenal Lebih Dekat RS Permata Jonggol

RS Permata Jonggol dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena memiliki fasilitas kamar operasi yang memadai dan aksesibilitas yang strategis untuk menjangkau masyarakat di wilayah Bogor Timur. Direktur RS Permata Jonggol, dr. Ratna Dewi, MARS, menyatakan bahwa pihaknya membuka pintu lebar-lebar untuk kolaborasi kemanusiaan seperti ini.

  • RS menyediakan dua ruang operasi lengkap dengan peralatan bedah mikro
  • Tim dokter spesialis RS turut mendukung penuh pelaksanaan operasi
  • Seluruh biaya perawatan inap, obat-obatan, dan tindakan medis ditanggung oleh donatur melalui Yayasan TOP
  • Program ini menargetkan 100 pasien bibir sumbing di wilayah Jabodetabek sepanjang tahun 2026

Sejak berdiri, Yayasan TOP telah menangani lebih dari 1.753 kasus bibir sumbing dan celah langit-langit di 34 provinsi di Indonesia. Angka ini mencerminkan urgensi program bakti sosial mengingat prevalensi bibir sumbing di Indonesia mencapai 1 dari setiap 700 kelahiran hidup. Dengan adanya dukungan dari sektor swasta seperti KukuBima Sido Muncul, target penanganan kasus secara nasional diharapkan dapat tercapai lebih cepat.

Para orang tua pasien mengaku terbantu secara signifikan. Salah satu orang tua, Nuraeni (32), warga Cileungsi, menuturkan bahwa ia sudah bertahun-tahun menabung untuk operasi anaknya namun belum juga mencukupi. “Kehadiran program ini seperti jawaban doa kami. Sekarang anak saya bisa tersenyum lepas tanpa rasa minder,” ujarnya haru.

Program ini juga menyertakan edukasi gizi dan perawatan luka pasca-operasi bagi seluruh keluarga pasien. Sesi edukasi diberikan oleh ahli gizi RS Permata Jonggol untuk memastikan pemulihan optimal, mengingat pasien bibir sumbing kerap mengalami kesulitan menyusu dan makan yang berdampak pada status gizi mereka.

[SOCIAL_TWEET]: 20 pasien bibir sumbing berhasil dioperasi gratis di RS Permata Jonggol berkat sinergi KukuBima Sido Muncul & Yayasan TOP. Bukan sekadar estetika, tapi demi masa depan mereka yang lebih percaya diri. #BibirSumbing #CSRIndonesia #SidoMunculPeduli[SOCIAL_TG]: 🔴 20 Pasien Berhasil Dioperasi! KukuBima Sido Muncul & Yayasan TOP sukses gelar operasi bibir sumbing gratis di RS Permata Jonggol. Skrining ketat, penanganan profesional, dan senyum baru untuk anak-anak Indonesia. 🇮🇩

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User