Presiden Prabowo Sambut Delegasi Imperial College di Istana Negara

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, didampingi Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, menerima kunjungan resmi delegasi

Jul 13, 2026 - 20:44
0 0
Presiden Prabowo Sambut Delegasi Imperial College di Istana Negara

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, didampingi Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, menerima kunjungan resmi delegasi Imperial College London di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 22 Juni 2026. Pertemuan ini menandai babak baru dalam hubungan pendidikan dan riset antara Indonesia dan Inggris, dengan fokus pada pengembangan sumber daya manusia unggul dan inovasi teknologi berkelanjutan.

Kedatangan Delegasi Imperial College

Delegasi Imperial College tiba di Indonesia pada Sabtu, 20 Juni 2026, melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Rombongan yang dipimpin oleh Presiden Imperial College, Profesor Hugh Brady, beserta tujuh anggota senior lainnya disambut oleh perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Selama dua hari sebelumnya, delegasi melakukan serangkaian kunjungan ke Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan calon lokasi pusat riset di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Rangkaian Pertemuan di Istana Negara

  1. 10.00 WIB – Delegasi tiba di Istana Negara dan disambut oleh Menteri Brian Yuliarto di Ruang Jepara. Kedua pihak melakukan pertemuan pendahuluan selama 30 menit untuk menyamakan agenda pembahasan.
  2. 10.30 WIB – Presiden Prabowo Subianto memasuki Ruang Kredensial dan secara resmi membuka pertemuan bilateral. Turut hadir Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, serta sejumlah pejabat tinggi kedua negara.
  3. 11.00 WIB – Pembahasan intensif terkait tiga pilar utama: (1) pendirian Pusat Unggulan Riset Teknologi Hijau di IKN, (2) program beasiswa bersama Imperial-Indonesia, dan (3) transfer teknologi di bidang energi terbarukan dan kecerdasan buatan.
  4. 12.30 WIB – Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dengan Imperial College London disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo.
  5. 13.00 WIB – Konferensi pers bersama di mana Presiden Prabowo dan Prof. Brady menyampaikan capaian pertemuan kepada media.

Poin-Poin Kerja Sama Strategis

Dalam pertemuan tersebut, disepakati sejumlah hal strategis:

  • Pendirian Imperial-Indonesia Green Tech Research Center di kawasan IKN dengan investasi awal sebesar 50 juta pound sterling (sekitar Rp1 triliun). Pusat ini akan fokus pada riset energi surya, hidrogen hijau, dan baterai litium.
  • Program Beasiswa Imperial-Nusantara yang membuka 100 kuota S2/S3 per tahun bagi talenta Indonesia di bidang STEM. Beasiswa ini mencakup biaya kuliah penuh dan tunjangan hidup.
  • Pertukaran dosen dan peneliti melalui skema sandwich research program untuk mempercepat publikasi internasional bersama.
  • Pengembangan laboratorium bersama di Institut Teknologi Bandung dan Universitas Gadjah Mada yang akan terhubung langsung dengan fasilitas riset Imperial College di London.
  • Kolaborasi riset artificial intelligence untuk mitigasi bencana alam dan optimalisasi pertanian presisi.
“Kerja sama ini adalah lompatan besar bagi ekosistem sains dan teknologi kita. Imperial College adalah mitra kelas dunia, dan saya yakin kolaborasi ini akan melahirkan inovasi yang berdampak langsung bagi rakyat Indonesia,” ujar Presiden Prabowo dalam pidatonya.

Tanggapan Menteri Brian Yuliarto

Menteri Brian Yuliarto menambahkan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045. “Kami tidak hanya mengejar peningkatan publikasi ilmiah, tetapi juga hilirisasi riset yang bernilai ekonomi. Dengan dukungan Imperial College, kami targetkan 20 paten internasional pendaftaran per tahun dari pusat riset bersama ini,” jelasnya. Menurut Brian, skema beasiswa baru akan mulai dibuka pada September 2026 dan diharapkan menjaring 1.000 talenta dalam satu dekade.

Komitmen Imperial College London

Presiden Imperial College, Prof. Hugh Brady, mengungkapkan antusiasmenya. “Indonesia memiliki potensi luar biasa dengan bonus demografi dan komitmen pemerintah terhadap sains. Kami melihat ini sebagai kemitraan strategis jangka panjang, bukan sekadar proyek sesaat,” kata Prof. Brady. Ia juga mengapresiasi dukungan penuh Presiden Prabowo terhadap agenda riset. Imperial College berencana menempatkan 10 peneliti senior permanen di IKN dalam dua tahun ke depan untuk memimpin pusat riset tersebut.

Dampak dan Harapan ke Depan

Pertemuan ini diharapkan dapat mempercepat transformasi Indonesia dari negara berbasis sumber daya alam menjadi negara berbasis pengetahuan dan inovasi. Dengan total investasi riset yang diperkirakan mencapai 200 juta pound sterling dalam lima tahun, kolaborasi ini diyakini akan menciptakan ribuan lapangan kerja hijau dan meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global. Pemerintah juga menekankan pentingnya pelibatan industri dalam negeri agar hasil riset dapat segera dikomersialkan.

Konferensi pers diakhiri dengan sesi foto bersama dan jamuan santap siang kenegaraan. Delegasi Imperial College dijadwalkan kembali ke London pada 24 Juni 2026 dan akan segera memulai proses rekrutmen peneliti untuk pusat riset di IKN. Sementara itu, Kementerian akan membentuk tim task force untuk memastikan seluruh kesepakatan dapat direalisasikan tepat waktu.

[SOCIAL_TWEET]: Presiden Prabowo bertemu delegasi Imperial College London di Istana. Sepakati pusat riset hijau di IKN dan 100 beasiswa S2/S3 per tahun untuk talenta Indonesia. Investasi awal Rp1 triliun! #PrabowoSubianto #ImperialCollege #PendidikanIndonesia[SOCIAL_TG]: 📢 Baru Saja! Indonesia dan Imperial College London sepakat bangun pusat riset hijau di IKN, plus 100 beasiswa S2/S3 per tahun. Investasi awal Rp1 triliun. Simak detailnya! 🇮🇩🇬🇧 #Prabowo #ImperialCollege

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User