Profesor Rengganis Beberkan Pentingnya Vaksin Influenza untuk Semua Usia

JAKARTA — Dokter spesialis penyakit dalam konsultan alergi imunologi klinis, Profesor Dr dr Iris Rengganis SpPD-KAI, menegaskan bahwa vaksinasi influenza m

Jul 13, 2026 - 21:12
0 0
Profesor Rengganis Beberkan Pentingnya Vaksin Influenza untuk Semua Usia

JAKARTA — Dokter spesialis penyakit dalam konsultan alergi imunologi klinis, Profesor Dr dr Iris Rengganis SpPD-KAI, menegaskan bahwa vaksinasi influenza masih menjadi langkah preventif paling efektif dalam menekan angka kesakitan dan kematian akibat flu. Dalam sebuah diskusi kesehatan yang digelar daring pada Selasa (12/6), ia menjelaskan bahwa virus influenza terus bermutasi sehingga perlu ada pembaruan perlindungan setiap tahun.

Beban Penyakit Influenza yang Sering Diremehkan

Profesor Rengganis mengungkapkan data bahwa berdasarkan estimasi WHO, setiap tahunnya terdapat sekitar 1 miliar kasus influenza secara global, dengan 290.000 hingga 650.000 kematian terkait gangguan pernapasan. Di Indonesia, angka pasti sulit diketahui karena sistem pelaporan yang belum optimal. Namun, ia menyoroti bahwa influenza seringkali dianggap remeh sebagai penyakit ringan.

"Influenza bukan sekadar batuk pilek biasa. Terutama pada kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, penderita penyakit kronis, dan anak-anak, komplikasi seperti pneumonia bisa berujung pada perawatan intensif bahkan kematian," tegasnya.

Siapa Saja yang Wajib Mendapatkan Vaksin?

Menurut Profesor Rengganis, rekomendasi vaksinasi influenza diperuntukkan bagi seluruh individu mulai usia enam bulan ke atas. Namun, prioritas tinggi diberikan kepada:

  • Anak usia 6 bulan hingga 5 tahun
  • Orang dewasa di atas 50 tahun
  • Ibu hamil pada trimester berapa pun
  • Individu dengan penyakit kronis seperti diabetes, jantung, asma, atau ginjal
  • Tenaga kesehatan dan orang yang tinggal serumah dengan lansia/bayi

Ia menambahkan bahwa efektivitas vaksin memang tidak 100% mencegah infeksi, tetapi terbukti menurunkan risiko keparahan penyakit hingga 60–80% jika strain vaksin sesuai dengan yang beredar.

"Vaksin influenza tidak membuat kita kebal total, tapi kalau pun terinfeksi, gejalanya jauh lebih ringan dan risiko masuk rumah sakit menurun drastis. Itu sudah sangat berarti," ujarnya.

Mengapa Vaksinasi Harus Diulang Setiap Tahun?

Virus influenza dikenal sangat dinamis. Profesor Rengganis menjelaskan mekanisme "antigenic drift", yaitu mutasi kecil yang terus-menerus terjadi pada protein permukaan virus, sehingga antibodi yang terbentuk dari vaksin tahun lalu belum tentu efektif melawan varian baru. Itulah sebabnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) setiap tahun merevisi komposisi vaksin untuk belahan bumi selatan dan utara sesuai dengan hasil pemantauan global.

Ia menyayangkan masih banyak masyarakat yang enggan mengulang vaksinasi karena menganggapnya merepotkan. Padahal, waktu yang tepat untuk vaksinasi adalah sebelum puncak musim hujan, sekitar April–Mei dan Oktober–November di Indonesia.

Keamanan Vaksin dan Mitos yang Beredar

Banyak mitos yang membuat masyarakat ragu terhadap vaksin influenza. Salah satunya adalah anggapan bahwa vaksin justru menyebabkan flu. Profesor Rengganis meluruskan bahwa vaksin influenza yang beredar di Indonesia adalah vaksin inaktif (mati), yang tidak mungkin menyebabkan infeksi. Efek samping yang muncul, seperti nyeri di bekas suntikan atau demam ringan, adalah reaksi kekebalan tubuh yang normal.

"Tidak mungkin vaksin inaktif menyebabkan penyakitnya. Justru reaksi lokal itu tanda bahwa sistem imun kita merespons dengan baik," jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mencari informasi kesehatan dari sumber yang tidak kredibel. Edukasi yang tepat akan mendorong tercapainya cakupan vaksinasi yang lebih luas, sehingga terbentuk kekebalan komunitas yang melindungi mereka yang belum bisa divaksin.

Akses dan Tantangan Vaksinasi di Indonesia

Saat ini, vaksin influenza tersedia di berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas, klinik swasta, hingga rumah sakit. Harga vaksin bervariasi antara Rp150.000 hingga Rp350.000 per dosis. Profesor Rengganis berharap pemerintah dapat mempertimbangkan subsidi atau integrasi vaksin influenza ke dalam program imunisasi nasional, mengingat dampak ekonomi dari absen kerja dan biaya pengobatan yang jauh lebih besar.

Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya vaksinasi, ia optimistis beban penyakit influenza di Indonesia dapat ditekan secara signifikan.

[SOCIAL_TWEET]: Angka kematian akibat flu mencapai 650.000 per tahun secara global. Profesor @PPDS_SpPD sebut vaksin adalah kunci perlindungan. #VaksinInfluenza #SehatBersama #Imunisasi[SOCIAL_TG]: 🩺 Dokter spesialis ingatkan: influenza bukan batuk pilek biasa. Siapa aja yang wajib vaksin? Cek daftarnya di sini!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User