Bergas, Semarang — Sido Muncul Resmikan Laboratorium Farmakologi Mandiri

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk meresmikan Laboratorium Farmakologi terintegrasi di kawasan pabrik Bergas, Kabupaten Semarang, pada Selasa, 9

Jul 13, 2026 - 20:52
0 0
Bergas, Semarang — Sido Muncul Resmikan Laboratorium Farmakologi Mandiri

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk meresmikan Laboratorium Farmakologi terintegrasi di kawasan pabrik Bergas, Kabupaten Semarang, pada Selasa, 9 Juni 2026. Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam strategi perusahaan memperkuat pembuktian ilmiah produk jamu dan suplemen kesehatan yang selama ini telah dipasarkan di dalam dan luar negeri. Direktur Utama Sido Muncul, Irwan Hidayat, memimpin langsung seremoni yang dihadiri oleh jajaran direksi, peneliti internal, serta perwakilan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan akademisi farmasi. Laboratorium seluas 2.400 meter persegi ini dibangun dengan investasi mencapai Rp 78 miliar dan dilengkapi peralatan mutakhir seperti High-Performance Liquid Chromatography (HPLC), Liquid Chromatography-Tandem Mass Spectrometry (LC-MS/MS), serta fasilitas uji toksisitas akut dan kronis yang memenuhi standar Good Laboratory Practice (GLP). “Kami ingin setiap produk melewati proses pembuktian khasiat dan keamanan yang ketat dari hulu ke hilir, tanpa lagi bergantung pada laboratorium pihak ketiga,” ujar Irwan Hidayat dalam sambutannya. Langkah ini direspons positif oleh Kepala BPOM yang hadir secara virtual, menyatakan bahwa inisiatif seperti ini sejalan dengan peta jalan pengawasan obat tradisional berbasis bukti yang sedang digenjot pemerintah.

Strategi Sains di Balik Obat Herbal Modern

Kehadiran laboratorium farmakologi internal mengubah paradigma lama industri jamu yang kerap hanya mengandalkan bukti empiris turun-temurun. Sido Muncul menempatkan dirinya sebagai pelopor jamu berbasis bioteknologi, di mana setiap jejak senyawa aktif dalam bahan alam harus teridentifikasi dan terukur secara presisi. Dengan peralatan LC-MS/MS, laboratorium mampu mendeteksi residu pestisida, logam berat, dan profil metabolit sekunder hingga satuan parts per billion (ppb). Investasi ini memungkinkan pengujian toksisitas subkronis dan kronis dilakukan mandiri, memangkas waktu tunggu yang semula bisa mencapai 12–14 minggu jika menggunakan jasa kontrak riset dari universitas atau konsultan farmasi. “Self-reliance dalam uji farmakologi akan mempercepat pipeline inovasi minimal 35 persen,” ujar Prof. Dr. apt. Dian Ratih Laksmitawati, Guru Besar Farmakologi Universitas Indonesia yang turut hadir sebagai pembicara tamu. Selain itu, laboratorium ini dirancang untuk mendukung uji klinis terbatas pada sukarelawan manusia dalam fase awal pengembangan produk suplemen herbal standar.

Dampak pada Daya Saing Industri Jamu Nasional

Penguatan basis ilmiah menjadi krusial di tengah sengitnya kompetisi pasar produk herbal ASEAN. Thailand dan Malaysia telah lebih dulu mengadopsi sistem registrasi produk herbal dengan persyaratan uji farmakologi setara obat modern. Dengan kapasitas internal, Sido Muncul tidak hanya menjaga kualitas tetapi juga dapat memperoleh sertifikasi halal dan sertifikasi internasional seperti Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) dan ISO 22000 dengan lebih efisien. Data Kementerian Perindustrian mencatat, nilai ekspor produk jamu Indonesia pada 2025 mencapai USD 680 juta, tetapi sekitar 22% penolakan di negara tujuan terkait dengan ketidaklengkapan dokumen ilmiah. Laboratorium baru Sido Muncul diharapkan menjadi model bagi pelaku usaha jamu lain untuk meningkatkan investasi riset. Bahkan, BUMN farmasi dan perguruan tinggi dapat menjalin kerja sama pemanfaatan fasilitas ini dalam skema lelang riset nasional.

Perbandingan Kapasitas Uji Sido Muncul Sebelum dan Sesudah Laboratorium Mandiri
Aspek Sebelum (Outsource pihak ketiga) Setelah (In-house GLP)
Waktu uji toksisitas akut oral 10–14 minggu 4–6 minggu
Biaya rata-rata per sampel uji Rp 14 juta – Rp 18 juta Rp 5 juta – Rp 7 juta
Jumlah sampel diuji per tahun 50–70 sampel 200+ sampel
Cakupan kontrol mutu produksi Sampling acak pada 10% batch 100% batch produksi
Kesiapan uji klinis terbatas Tidak tersedia Tersedia dalam 6 bulan

Di luar efisiensi operasional, laboratorium ini menjadi jawaban atas skeptisisme pasar global terhadap klaim khasiat produk herbal. Melalui publikasi ilmiah dari data internal, brand trust akan terbangun di segmen konsumen rasional—yang memilih suplemen berbasis bukti, bukan sekadar testimoni. Sido Muncul juga membuka akses laboratorium bagi mahasiswa pascasarjana farmasi untuk penelitian disertasi dan publikasi internasional, memperkuat ekosistem riset nasional. Direktur Research and Development Sido Muncul, dalam sesi tanya jawab, menyebutkan bahwa dua kandidat produk herbal onkologi suportif sedang menjalani uji aktivitas antikanker secara in vitro dan direncanakan masuk uji in vivo akhir tahun. Strategi ini menempatkan Sido Muncul bukan hanya sebagai produsen, tetapi sebagai pemilik teknologi dan data primer yang menjadi aset tak berwujud bernilai tinggi di bursa saham.

FAQ Esensial

1. Mengapa Sido Muncul membangun laboratorium farmakologi sendiri?
Untuk mempercepat proses uji keamanan dan khasiat produk, mengurangi biaya outsourcing, dan memenuhi standar ilmiah internasional agar produk jamu bisa diterima di pasar ekspor yang ketat regulasi. 2. Apa saja fasilitas utama laboratorium baru ini?
Dilengkapi HPLC, LC-MS/MS, fasilitas uji toksisitas akut hingga kronis, serta ruang uji klinis terbatas. Semua berstandar Good Laboratory Practice (GLP) yang diakui BPOM. 3. Bagaimana dampaknya bagi konsumen?
Konsumen mendapatkan produk dengan klaim yang tervalidasi secara saintifik; tingkat keamanan lebih terjamin karena 100% batch produksi diuji mandiri, bukan hanya sampling acak. [SOCIAL_FB]: Transformasi jamu modern! Sido Muncul resmikan Laboratorium Farmakologi internal seluas 2.400 m² dengan investasi Rp78 miliar. Fasilitas HPLC dan LC-MS/MS ini memungkinkan seluruh batch produksi diuji mandiri, mempercepat inovasi hingga 35%. Sejalan dengan standar GLP dan dukungan BPOM, langkah ini memperkuat daya saing jamu Indonesia di kancah global. Prof. Dian Ratih Laksmitawati UI: "Self-reliance farmakologi dorong kepercayaan pasar." Kini jamu tak lagi sekadar warisan, tapi sains terapan. #SidoMuncul #JamuSains #Farmakologi [SOCIAL_THREADS]: 🧪 Sido Muncul baru saja meresmikan laboratorium farmakologi mandiri—bukan sekadar gedung, tapi fondasi saintifik produk herbal Indonesia. Dengan investasi Rp78 miliar, mereka kini bisa uji toksisitas dalam 4 minggu, bukan 14 minggu sebelumnya. Dari 50 sampel outsourcing menjadi 200+ sampel setahun. Ini langkah konkret menuju jamu berbasis bukti. Prof. Dian dari UI bilang ini bisa percepat inovasi 35%. Dan yang menarik: mereka siapkan uji klinis untuk produk pendukung terapi kanker. Jamu naik kelas! #SidoMuncul #JamuModern #Farmakologi

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User