Terungkap! Karyawan Percetakan Disiksa di Jakpus, Diam-diam Ditawari Rp1 Miliar untuk Bungkam
Jakarta – Kasus penyekapan yang menimpa tiga karyawan sebuah perusahaan percetakan di kawasan Jakarta Pusat memasuki babak baru yang mengejutkan. Di tengah upaya pengusutan, terungkap dugaan kuat a
Jakarta – Kasus penyekapan yang menimpa tiga karyawan sebuah perusahaan percetakan di kawasan Jakarta Pusat memasuki babak baru yang mengejutkan. Di tengah upaya pengusutan, terungkap dugaan kuat adanya upaya pihak-pihak tertentu untuk menghalangi keadilan dengan menawarkan suap bernilai fantastis kepada para korban. Tawaran uang tutup mulut senilai Rp1 miliar diduga kuat diarahkan agar kasus ini tidak berlanjut ke meja hijau.
Informasi mengejutkan ini diungkap langsung oleh Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal. Usai menyambangi para korban, Said Iqbal menyampaikan bahwa praktik intimidasi tidak hanya terjadi saat penyekapan, tetapi terus berlangsung bahkan setelah kasus ini mencuat ke permukaan publik. Dalam keterangannya, ia membeberkan isi perbincangannya dengan salah satu korban yang masih trauma berat.
Tawaran Miliaran Rupiah untuk Tutup Mulut
Said Iqbal menegaskan, tawaran uang dalam jumlah besar tersebut muncul setelah pihaknya mendampingi para korban. Pihak yang tidak bertanggung jawab itu disebut-sebut berusaha keras meredam kasus ini agar tidak menimbulkan kegaduhan hukum dan menyelamatkan reputasi perusahaan.
"Fakta-fakta ini juga saya temui ada intimidasi. Beberapa oknum mengintimidasi untuk tidak meneruskan perkara ini. Selain itu, korban juga mengaku ada pihak yang mengiming-iminginya uang Rp1 miliar agar tidak melanjutkan kasus ini ke ranah hukum,"
Ungkapan tersebut disampaikan Said Iqbal dengan nada serius dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jakarta, Jumat (3/7/2026). Ia menilai, praktik kotor seperti ini adalah bentuk perlawanan terhadap hukum yang sangat tidak bisa ditoleransi, terutama karena menyangkut hak dasar buruh yang telah dilanggar secara brutal.
Kronologi Penyekapan dan Luka Fisik
Sebelumnya, ketiga karyawan tersebut diduga mengalami penyekapan oleh oknum di tempat kerja mereka sendiri. Mereka tidak hanya dikurung, tetapi juga mengalami perlakuan tidak manusiawi yang meninggalkan trauma fisik dan psikis mendalam. Laporan yang dihimpun media kami di lapangan menyebutkan, para korban bahkan tidak diizinkan untuk berkomunikasi dengan keluarga hingga akhirnya berhasil melarikan diri.
Meski tengah dirayu dengan uang Rp1 miliar, Said Iqbal memastikan para korban tidak goyah. Pendampingan hukum akan terus dilakukan untuk memastikan bahwa para pelaku penyekapan dan pihak-pihak yang mencoba melakukan obstruction of justice ini bisa diproses secara pidana. Pihak kepolisian dari Polda Metro Jaya dikabarkan telah menerima laporan lengkap dan akan mendalami motif di balik tawaran suap ini.
Kasus ini menjadi perhatian serius publik karena menyangkut relasi kuasa antara buruh dan pengusaha yang melampaui batas kemanusiaan. Tim Lurusin.com akan terus memantau perkembangan penyelidikan dan memastikan suara para buruh korban penyekapan ini tetap terdengar hingga keadilan benar-benar ditegakkan.
Comments (0)