Target Polri untuk MBG: Operasikan 828 SPPG, Layani 3,5 Juta Penerima Manfaat

Jakarta - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menunjukkan komitmen kuat dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas nasional. Kapolri Jenderal Lis

Jul 07, 2026 - 23:19
0 0
Target Polri untuk MBG: Operasikan 828 SPPG, Layani 3,5 Juta Penerima Manfaat

Jakarta - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menunjukkan komitmen kuat dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas nasional. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan bahwa hingga saat ini, institusinya telah berhasil mengoperasikan 828 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai wilayah. Pencapaian ini menjadi bagian dari kontribusi nyata Polri dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Serapan Tenaga Kerja dan Dampak Ekonomi Lokal

Tidak hanya menyediakan layanan gizi, program ini juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Dari 828 SPPG yang telah berjalan, tercatat sebanyak 70,7 ribu tenaga kerja berhasil diserap. Mereka berperan mulai dari proses penyiapan, pengelolaan dapur umum, hingga distribusi makanan bergizi kepada para penerima manfaat. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja sekaligus memperkuat perekonomian di tingkat lokal.

"Pada program Makan Bergizi Gratis, Polri menargetkan pembangunan 1.500 SPPG di tahun 2026. Adapun hingga bulan Juni ini, telah terdapat 1.415 SPPG, dengan rincian 828 SPPG telah beroperasi, 227 SPPG dalam tahap persiapan operasional, dan 360 SPPG dalam tahap pembangunan," kata Jenderal Sigit di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolri dalam sambutannya pada acara Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Bogor, Rabu (1/7/2026). Data yang dipaparkan menunjukkan progres yang terukur dan transparan. Dari total 1.415 SPPG yang sudah terdata, hanya 828 unit yang sudah sepenuhnya beroperasi. Sementara itu, 227 SPPG lainnya sedang dalam tahap persiapan akhir sebelum memulai layanan, dan 360 unit masih dalam proses pembangunan fisik. Hal ini mengindikasikan akselerasi pembangunan infrastruktur gizi yang masif di bawah koordinasi Polri.

Target 2026 dan Peningkatan Cakupan Layanan

Dengan target pembangunan 1.500 SPPG hingga akhir tahun 2026, Polri optimistis dapat memperluas cakupan layanan MBG secara merata. Penambahan SPPG baru akan difokuskan pada daerah-daerah yang masih minim akses terhadap pangan bergizi, termasuk wilayah terpencil dan perbatasan. Diharapkan, dengan beroperasinya seluruh unit yang direncanakan, program ini mampu melayani tidak kurang dari 3,5 juta penerima manfaat setiap harinya. Angka tersebut mencakup anak-anak usia sekolah, ibu hamil, balita, serta kelompok rentan lain yang membutuhkan asupan nutrisi seimbang.

Keberhasilan Polri dalam menjalankan mandat ini tidak lepas dari sinergi lintas sektor, melibatkan pemerintah daerah, Badan Gizi Nasional, serta komunitas setempat. Dapur-dapur SPPG dirancang dengan standar higienis dan menggandeng ahli gizi untuk memastikan setiap porsi makanan yang disalurkan mengandung gizi lengkap dan sesuai kebutuhan. Langkah ini merupakan wujud nyata dari transformasi Polri menuju institusi yang tidak hanya mengedepankan keamanan, tetapi juga kesejahteraan masyarakat.

Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri menegaskan bahwa program MBG bukan sekadar agenda nasional, melainkan bagian dari pengabdian Polri untuk Indonesia yang lebih sehat dan kuat. Peningkatan jumlah SPPG dan tenaga kerja yang terlibat diharapkan terus memacu efektivitas distribusi bantuan gizi ke seluruh pelosok tanah air.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dina-aulia

Editor Cek Fakta. Editor naskah cek fakta sebelum publikasi.

Comments (0)

User