Staf Ahli TP PKK Dukung Kelor NTT Jadi Komoditas Bernilai Gizi-Ekonomi

Lurusin.com, Belu – Tanaman kelor (Moringa oleifera) yang tumbuh subur di Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat dukungan penuh dari Staf Ahli Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP

Jul 06, 2026 - 13:49
0 0
Staf Ahli TP PKK Dukung Kelor NTT Jadi Komoditas Bernilai Gizi-Ekonomi

Lurusin.com, Belu – Tanaman kelor (Moringa oleifera) yang tumbuh subur di Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat dukungan penuh dari Staf Ahli Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Bidang Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga, Yane Ardian Bima Arya. Ia menilai kelor memiliki potensi besar untuk diangkat sebagai komoditas unggulan daerah, tidak hanya karena nilai gizinya yang tinggi, tetapi juga dampak ekonominya bagi masyarakat setempat.

Dukungan itu disampaikan langsung dalam Pelatihan Pengolahan Pangan Berbasis Kelor yang digelar di Gedung Wanita Betelalenok, Kabupaten Belu, NTT, pada Kamis (25/6). Kegiatan ini menjadi bagian dari Gerakan Keluarga Cerdas Gizi yang digagas TP PKK untuk mendorong keluarga Indonesia mengonsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman.

“Mari kita jadikan kelor sebagai salah satu komoditas unggulan NTT. Terus kita gaungkan ya, Bapak-Ibu semua! Sekaligus berkontribusi dalam upaya mewujudkan keluarga yang sehat, kuat, dan bebas stunting melalui konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman,” ujar Yane dalam sambutannya, dikutip dari laporan yang diterima media kami, Kamis (25/6/2026).

Kelor, Superfood Lokal Bernilai Tinggi

Kelor telah lama dikenal sebagai “miracle tree” karena seluruh bagian tanamannya—daun, biji, kulit, hingga akar—dapat dimanfaatkan. Daun kelor kaya akan protein, kalsium, zat besi, vitamin A, C, dan E, serta antioksidan yang bermanfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh. Di NTT, tanaman ini mudah dibudidayakan dan tahan terhadap kondisi kering, sehingga cocok menjadi andalan pangan dan ekonomi masyarakat.

Pelatihan yang dihadiri kader PKK setempat itu bertujuan memberikan keterampilan mengolah kelor menjadi aneka panganan bernutrisi, seperti mi, kue kering, bubuk suplemen, hingga teh celup. Dengan inovasi produk, diharapkan kelor tak hanya dikonsumsi sendiri, tetapi mampu menembus pasar yang lebih luas, menciptakan lapangan usaha baru, dan meningkatkan pendapatan keluarga.

Dukungan untuk Perangi Stunting

Yane menekankan bahwa pengolahan kelor merupakan salah satu strategi efektif untuk menekan angka stunting di NTT. Kandungan gizi mikro dalam daun kelor, terutama zat besi dan protein, sangat dibutuhkan ibu hamil dan anak-anak dalam masa pertumbuhan. Gerakan Keluarga Cerdas Gizi yang diinisiasi TP PKK menjadikan pangan lokal semacam kelor sebagai ujung tombak perbaikan gizi masyarakat.

Pemerintah daerah dan kader PKK akan terus melakukan pendampingan teknis kepada masyarakat, mulai dari budidaya, panen, pengolahan, hingga pemasaran. Dengan sinergi lintas sektor, kelor NTT diharapkan bisa menjadi komoditas bernilai tambah yang mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus mensejahterakan petani dan keluarga di wilayah tersebut.

“Ini momentum yang tepat untuk mengangkat potensi lokal. Kelor bukan sekadar tanaman pagar, tapi aset gizi dan ekonomi yang perlu dikelola serius,” pungkas Yane. Para peserta pelatihan antusias mempraktikkan berbagai resep olahan dan menyatakan siap menjadi agen perubahan gizi di lingkungan masing-masing.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
oky-pratista

Editor Edukasi Media. Editor konten literasi media bagi pembaca.

Comments (0)

User