Sebut AS Naif, Israel Mungkin Bertindak Sendiri Melawan Iran

Tel Aviv — Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, melontarkan kecaman tajam terhadap kebijakan Amerika Serikat (AS) dalam menanggapi program nuklir Iran. Dalam wawancara yang dilaporkan

Jul 06, 2026 - 13:58
0 0
Sebut AS Naif, Israel Mungkin Bertindak Sendiri Melawan Iran

Tel Aviv — Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, melontarkan kecaman tajam terhadap kebijakan Amerika Serikat (AS) dalam menanggapi program nuklir Iran. Dalam wawancara yang dilaporkan Lurusin.com, Rabu (24/6/2026), politisi garis keras itu menyebut Washington naif jika mempercayai Teheran akan membatalkan ambisi atomnya. Pernyataan ini langsung memanaskan kembali ketegangan di Timur Tengah, terutama soal siapa yang akan menekan Iran paling efektif.

"Amerika sangat naif jika mereka berpikir Iran akan meninggalkan program nuklirnya dan membatalkannya, dan melepaskan impian mereka untuk menghancurkan Israel," ujar Ben-Gvir.

Frustrasi Tel Aviv terhadap Diplomasi

Menurut laporan yang dihimpun media kami, Ben-Gvir yang mewakili sayap kanan jauh dalam koalisi Perdana Menteri Netanyahu, sudah lama vokal menentang pendekatan lunak AS. Israel menilai Iran tidak akan jera hanya dengan perundingan. Data intelijen yang beredar di antara pejabat Israel mengindikasikan Teheran terus melaju memperkaya uranium hingga mendekati level senjata, jauh melampaui batas yang diizinkan perjanjian internasional. Kecurigaan bahwa Iran hanya mengulur waktu sambil mengejar kemampuan penghancur massal inilah yang membuat Ben-Gvir dan para pendukungnya menuntut tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan prihatin dari komunitas global.

Penegasan Siap Bertindak Sendiri

Dengan nada tegas, Ben-Gvir menekankan bahwa masa depan Israel tidak boleh digantungkan pada kebijakan negara lain. "Menjadi tanggung jawab Israel untuk menghadapi ancaman Iran ini dan bertindak sendiri melawannya," tegasnya. Isyarat aksi unilateral ini bukanlah hal baru dalam doktrin militer Israel yang sejak era Begin telah menerapkan prinsip pencegahan terhadap musuh yang berpotensi nuklir. Sejarah mencatat, Israel pernah membombardir reaktor nuklir Osirak di Irak pada 1981 dan fasilitas di Suriah pada 2007 tanpa persetujuan penuh dari sekutu-sekutunya.

Laporan Lurusin.com mencatat bahwa eskalasi retorika kali ini muncul saat Iran menunjukkan kemajuan pesat dalam teknologi rudal balistik dan pengayaan uranium 60 persen. Keresahan di Tel Aviv diperparah oleh sikap AS yang masih berharap pada jalur diplomatik. Meski bantuan militer dan sistem pertahanan seperti Iron Dome tetap mengalir, sejumlah kalangan di Israel merasakan bahwa jendela kepercayaan terhadap solusi politik semakin menyempit. Ketegangan yang terus meninggi ini menempatkan kawasan pada risiko konfrontasi terbuka, jika diplomasi benar-benar dianggap gagal oleh pihak yang merasa terancam. Belum ada tanggapan langsung dari Washington, namun pernyataan Ben-Gvir memperlihatkan retakan strategi antara dua sekutu dekat yang kian sulit disembunyikan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
ramadiansyah

Pemimpin Redaksi. Memimpin tim redaksi cek fakta dan akurasi.

Comments (0)

User