Samsung Kembali Naikkan Harga Ponsel Galaxy Akibat Biaya Chip
Seoul – Samsung Electronics kembali menaikkan harga sejumlah model ponsel pintar Galaxy, memperburuk tekanan konsumen di tengah gelombang kenaikan biaya ko
Seoul – Samsung Electronics kembali menaikkan harga sejumlah model ponsel pintar Galaxy, memperburuk tekanan konsumen di tengah gelombang kenaikan biaya komponen yang dijuluki “RAMageddon”. Langkah ini merupakan putaran kedua dalam waktu singkat dan disebut tidak terhindarkan karena harga chip memori DRAM terus melonjak tajam di pasar global.
Gelombang Baru Kenaikan Harga
Melalui pembaruan daftar harga resmi di sejumlah kawasan, termasuk Asia Tenggara, Eropa, dan Amerika Latin, Samsung menaikkan banderol untuk lini Galaxy A, Galaxy M, dan beberapa varian Galaxy S FE. Kenaikan bervariasi antara 5 hingga 12 persen tergantung model dan wilayah. Sebagai contoh, Galaxy A17 yang sebelumnya dibanderol sekitar Rp3,4 juta kini naik menjadi Rp3,75 juta, sedangkan Galaxy A26 menyentuh angka Rp4,9 juta dari sebelumnya Rp4,5 juta. Produk flagship seperti Galaxy S24 series untuk saat ini belum tersentuh, namun analis memperingatkan bahwa tekanan biaya dapat merembet ke segmen premium pada kuartal mendatang.
Akar Masalah: RAMageddon Meluas
Istilah “RAMageddon” merujuk pada lonjakan harga chip DRAM dan NAND yang luar biasa sejak awal 2025. Pemicunya adalah kombinasi gangguan rantai pasok akibat ketegangan geopolitik, konsentrasi produksi di segelintir pabrikan, dan permintaan komputasi AI yang menyedot kapasitas manufaktur memori. Harga kontrak DRAM untuk PC dan ponsel dilaporkan naik hingga 30% kuartal-ke-kuartal, memaksa vendor seperti Samsung—yang selama ini mengandalkan keunggulan integrasi vertikal divisi semikonduktornya—untuk membebankan sebagian kenaikan kepada konsumen akhir.
“Kami berupaya menyerap sebagian besar tekanan biaya, namun mempertahankan margin yang sehat sambil terus berinvestasi pada inovasi membutuhkan penyesuaian harga yang realistis,” ujar juru bicara Samsung dalam pernyataan tertulis, Selasa (5/8).
Daftar Model yang Terdampak
- Galaxy A17 & A17 5G – Naik rata-rata 8% karena mengusung RAM 6 GB/8 GB yang komponennya paling terpukul.
- Galaxy A26 & A36 – Kenaikan 7–10%, terutama varian penyimpanan 256 GB.
- Galaxy M34 & M54 – Seri hemat baterai ini ikut terkerek 5–9% di pasar India dan Asia Tenggara.
- Galaxy S23 FE – Meski model lawas, harga jual kembali dinaikkan 6% karena biaya pengadaan memori sisa produksi.
Dampak pada Konsumen dan Strategi Pasar
Bagi konsumen Indonesia, kenaikan ini datang di saat daya beli tengah tertekan inflasi bahan pokok. Pengamat teknologi dari Lembaga Riset Digital Indonesia, Himawan Prasetyo, menilai Samsung berjalan di atas tali yang tipis. “Jika terlalu sering menaikkan harga di segmen menengah-bawah, konsumen akan beralih ke merek Tiongkok yang lebih dulu menstabilkan harga berkat kontrak pasokan jangka panjang. Samsung harus pintar-pintar menawarkan bundling atau program tukar tambah untuk meredam resistensi,” jelasnya.
Beberapa gerai ritel di Jakarta mulai menerapkan skema diskon fiktif—menaikkan harga jual lalu memberikan potongan—agar kesan lonjakan harga tidak terlalu tajam. Namun, strategi ini justru berpotensi mengaburkan transparansi harga di mata pembeli.
Apakah Kenaikan Akan Berlanjut?
Analis industri memperkirakan tren kenaikan harga ponsel akan bertahan setidaknya hingga kuartal pertama 2026, seiring ekspansi pusat data AI yang masih rakus memori. Samsung sendiri dikabarkan tengah mempercepat adopsi teknologi LPDDR6 dan UFS 4.1 yang lebih hemat biaya dalam jangka panjang, namun manfaatnya baru terasa pada lini produk tahun depan. Sementara itu, konsumen harus bersiap merogoh kocek lebih dalam untuk menggenggam Galaxy idaman.
[SOCIAL_TWEET]: Samsung kembali menaikkan harga ponsel Galaxy akibat badai RAMageddon. Model A17, A26, hingga S23 FE terdampak, kenaikan capai 12 persen. Simak daftar lengkapnya di sini. #Samsung #Galaxy #hargahp[SOCIAL_TG]: 📱 Samsung kembali naikkan harga Galaxy A, M, dan S FE hingga 12% akibat RAMageddon. Simak rinciannya agar dompet siap-siap!
Comments (0)