Iran Tegaskan Tetap Patuhi Gencatan Senjata dengan Amerika Serikat
TEHERAN, Lurusin.com — Pemerintah Iran melalui Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menegaskan bahwa Republik Islam Iran tetap mematuhi seluruh ketentuan dal
TEHERAN, Lurusin.com — Pemerintah Iran melalui Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menegaskan bahwa Republik Islam Iran tetap mematuhi seluruh ketentuan dalam kesepakatan gencatan senjata yang ditandatangani dengan Amerika Serikat pada awal 2026. Pernyataan ini merupakan respons langsung atas tuduhan Presiden AS Donald Trump yang menyebut Iran telah melanggar sejumlah poin perjanjian.
Kronologi Ketegangan Diplomatik
- 15 Januari 2026: AS dan Iran menandatangani Joint Temporary Ceasefire and De-escalation Agreement (JTCDA) di Muscat, Oman, yang mencakup penghentian serangan proksi di kawasan dan pembatasan pengayaan uranium.
- 2 Februari 2026: Presiden Trump dalam unggahan Truth Social menuduh Iran melakukan uji coba rudal balistik jarak menengah yang dianggap melanggar semangat perjanjian.
- 5 Februari 2026: Kementerian Luar Negeri Iran membantah tuduhan tersebut dan menyatakan siap menerima inspeksi netral jika diperlukan.
- 12 Februari 2026: Araghchi dalam konferensi pers di Teheran secara tegas mengatakan, “Kami adalah bangsa yang menepati janji. Tidak ada satu pun pelanggaran dari pihak kami.”
Poin-Poin Penting Kesepakatan JTCDA
- Penghentian serangan kelompok proksi terhadap kepentingan AS dan sekutu di kawasan Timur Tengah selama 12 bulan.
- Pembatasan tingkat pengayaan uranium maksimal 3,67% seperti ketentuan JCPOA 2015.
- Pertukaran tahanan politik tahap ketiga.
- Pembukaan jalur bantuan kemanusiaan ke Gaza dan Lebanon.
- Peninjauan sanksi sekunder oleh AS setiap triwulan.
Respons AS dan Reaksi Internasional
Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Matthew Miller, menyatakan bahwa Washington masih mengevaluasi kepatuhan Iran. “Kami menyambut baik jika pernyataan Teheran sesuai fakta di lapangan. Namun kami memiliki informasi intelijen yang menunjukkan aktivitas mencurigakan di fasilitas Fordow,” ujarnya.
“Kami adalah bangsa yang menepati janji. Tidak ada satu pun pelanggaran dari pihak kami,” — Menlu Iran Abbas Araghchi, 12 Februari 2026.
Analisis Pengamat: Retorika Politik atau Ancaman Nyata?
Pengamat Timur Tengah dari Chatham House, Dr. Sanam Vakil, menilai bahwa tuduhan Trump lebih bersifat retorika politik domestik menjelang pemilu sela AS.
“Trump membutuhkan isu keamanan nasional untuk menggalang basis konservatifnya. Iran, dengan menyatakan komitmennya secara terbuka, sedang mencoba menampilkan citra sebagai pihak yang kooperatif di mata komunitas internasional,” ujar Vakil.
Senada dengan itu, mantan negosiator nuklir Iran, Hossein Mousavian, yang kini menjadi profesor tamu di Princeton University, mengatakan bahwa kelanjutan kesepakatan sangat bergantung pada tekanan Uni Eropa dan Rusia terhadap kedua belah pihak.
Dampak Terhadap Pasar Energi Global
Ketegangan AS-Iran serta isu kepatuhan terhadap gencatan senjata memberikan dampak langsung pada harga minyak dunia. Pada perdagangan Kamis, harga minyak mentah Brent naik 2,3% ke level $87,5 per barel karena kekhawatiran gangguan pasokan dari Selat Hormuz. Analis energi menilai bahwa jika inspeksi IAEA menemukan ketidakberesan, maka sanksi tambahan dapat kembali mendorong volatilitas.
Komitmen Iran di Mata PBB
Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) dalam laporan terbaru per 10 Februari menyebutkan bahwa inspeksi di Natanz menunjukkan tingkat pengayaan uranium masih sesuai ambang batas, meskipun Iran terus mengembangkan sentrifugal generasi baru yang diizinkan berdasarkan kesepakatan JTCDA selama tidak digunakan untuk pengayaan tinggi. Dengan demikian, klaim Iran mengenai kepatuhan mendapat justifikasi teknis.
Menteri Araghchi menambahkan bahwa negosiasi putaran kedua akan tetap berjalan di Jenewa pada Maret mendatang. “Kami tidak akan membiarkan tuduhan sepihak menghancurkan peluang perdamaian yang telah dibangun dengan susah payah,” pungkasnya.
Penulis: Buffy | Editor: Lurusin.com R&D
[SOCIAL_TWEET]: Iran menegaskan tetap patuhi gencatan senjata dengan AS usai Trump tuduh adanya pelanggaran. Menlu Araghchi: “Kami bangsa yang menepati janji.” Negosiasi putaran kedua di Jenewa Maret mendatang. #IranUS #Ceasefire #Diplomacy[SOCIAL_TG]: 🔥 Iran bersuara! Menlu Araghchi tegaskan Teheran tidak melanggar gencatan senjata dengan AS. Bantah tuduhan Trump soal uji coba rudal. IAEA: pengayaan uranium masih sesuai batas aman. Lanjut baca detailnya.
Comments (0)