Prabowo Resmikan Lima Bendungan Baru, Target Produksi Beras Naik 1 Juta Ton

LOMBOK BARAT — Presiden Prabowo Subianto meresmikan serentak lima bendungan baru dalam sebuah acara yang dipusatkan di Bendungan Meninting, Lombok Barat, N

Jul 11, 2026 - 15:25
0 0
Prabowo Resmikan Lima Bendungan Baru, Target Produksi Beras Naik 1 Juta Ton

LOMBOK BARAT — Presiden Prabowo Subianto meresmikan serentak lima bendungan baru dalam sebuah acara yang dipusatkan di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Kamis (10/7/2026). Dalam pidatonya, Presiden menegaskan bahwa kelima infrastruktur strategis ini ditargetkan menambah produksi beras nasional hingga 1 juta ton per tahun, memperkuat fondasi ketahanan pangan Indonesia.

Lima Bendungan Strategis Nasional

Peresmian serentak ini mencakup bendungan yang tersebar di lima provinsi, semuanya merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dimulai sejak era pemerintahan sebelumnya dan diakselerasi dalam dua tahun terakhir. Berikut rincian masing-masing bendungan:

  1. Bendungan Meninting (NTB): Kapasitas tampung 12 juta meter kubik, mengairi 1.500 hektare sawah baru di Lombok Barat. Dilengkapi pembangkit listrik mikrohidro 0,8 MW.
  2. Bendungan Riam Kiwa (Kalimantan Selatan): Kapasitas 45 juta meter kubik, mengairi 3.200 hektare lahan pertanian di Kabupaten Banjar dan Tanah Laut.
  3. Bendungan Jenelata (Sulawesi Selatan): Kapasitas 28 juta meter kubik, mengairi 2.400 hektare sawah di Gowa dan Takalar, termasuk penyediaan air baku untuk 80.000 jiwa.
  4. Bendungan Tiro (Aceh): Kapasitas 18 juta meter kubik, mengairi 1.800 hektare lahan di Pidie, wilayah sentra produksi padi utama Aceh.
  5. Bendungan Bolango Ulu (Gorontalo): Kapasitas 22 juta meter kubik, mengairi 2.100 hektare sawah di Bone Bolango dan Kota Gorontalo.
"Ini bukan sekadar pembangunan fisik. Ini adalah ikhtiar kita untuk memastikan rakyat Indonesia tidak lagi bergantung pada impor. Lima bendungan ini akan menambah produksi beras kita hingga 1 juta ton per tahun—dan ini baru langkah awal," tegas Prabowo dalam pidatonya yang disiarkan langsung dari Bendungan Meninting.

Dampak Langsung pada Produksi Beras Nasional

Kementerian Pertanian memperkirakan total tambahan luas tanam dari kelima bendungan mencapai 10.900 hektare lahan sawah baru. Dengan indeks pertanaman rata-rata 2,5 kali setahun dan produktivitas nasional sekitar 5,5 ton gabah kering giling per hektare, potensi tambahan produksi beras mencapai 1,05 juta ton beras per tahun setelah bendungan beroperasi penuh.

Nama Bendungan Kapasitas (juta m³) Luas Irigasi (ha) Potensi Tambahan Beras (ton/tahun)
Meninting (NTB) 12 1.500 145.000
Riam Kiwa (Kalsel) 45 3.200 308.000
Jenelata (Sulsel) 28 2.400 231.000
Tiro (Aceh) 18 1.800 173.000
Bolango Ulu (Gorontalo) 22 2.100 202.000
TOTAL 125 10.900 1.059.000

Konteks Ketahanan Pangan Nasional

Peresmian ini hadir di tengah upaya pemerintah mencapai swasembada pangan 2027. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan produksi beras nasional pada 2025 mencapai 31,5 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi sekitar 31,2 juta ton—menyisakan surplus tipis. Tambahan 1 juta ton dari lima bendungan baru akan memperkuat buffer stok nasional secara signifikan.

Kepala Badan Pangan Nasional menyambut baik langkah ini. "Tambahan pasokan 1 juta ton sangat berarti. Kita bisa mengurangi risiko impor saat kondisi iklim tidak menentu," ujarnya.

Manfaat Ganda: Energi, Air Baku, dan Pengendalian Banjir

Di luar sektor pertanian, kelima bendungan juga memberikan manfaat tambahan yang signifikan:

  • Pembangkit Listrik: Bendungan Meninting dan Jenelata dilengkapi PLTA mikrohidro yang akan menyuplai listrik ke lebih dari 2.500 rumah tangga di sekitar waduk.
  • Air Baku: Total kapasitas penyediaan air baku mencapai 1.200 liter per detik, mencukupi kebutuhan 350.000 jiwa di lima provinsi.
  • Pengendalian Banjir: Bendungan Riam Kiwa dan Bolango Ulu diproyeksikan mengurangi risiko banjir musiman hingga 40 persen di daerah aliran sungai masing-masing.
  • Pariwisata dan Perikanan: Genangan waduk membuka peluang ekowisata dan budidaya perikanan air tawar bernilai ekonomi Rp 50 miliar per tahun.

Komitmen Berkelanjutan

Presiden Prabowo mengumumkan bahwa pemerintah menargetkan pembangunan 15 bendungan tambahan hingga 2029 sebagai bagian dari peta jalan ketahanan air nasional. Total investasi yang dialokasikan untuk seluruh program bendungan mencapai Rp 45 triliun dari APBN dan skema pembiayaan kreatif non-APBN.

"Kita ingin memastikan setiap jengkal tanah Indonesia produktif. Air adalah kunci kehidupan dan kedaulatan pangan. Tidak boleh ada satu pun petani yang gagal panen karena kekurangan air," pungkas Prabowo.

[SOCIAL_TWEET]: Presiden Prabowo resmikan 5 bendungan serentak! Target ambisius: tambah produksi beras 1 juta ton/tahun & genjot swasembada pangan 2027. Irigasi baru 10.900 hektare, investasi Rp45 triliun. Mampukah RI mandiri pangan? #KetahananPangan #BendunganRI #Prabowo[SOCIAL_TG]: 🌾 Presiden Prabowo Resmikan 5 Bendungan Serentak! Kapasitas total 125 juta m³, irigasi baru 10.900 hektare, dan target produksi beras +1 juta ton/tahun. Dari Meninting (NTB), Riam Kiwa (Kalsel), Jenelata (Sulsel), Tiro (Aceh), hingga Bolango Ulu (Gorontalo). Swasembada pangan 2027 makin nyata! 💪🇮🇩

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User