Airlangga Ungkap Investor Global Minat Bangun Data Center 1,3 GW

JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa sejumlah investor global telah menyatakan minat serius untuk memba

Jul 11, 2026 - 15:25
0 0
Airlangga Ungkap Investor Global Minat Bangun Data Center 1,3 GW

JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa sejumlah investor global telah menyatakan minat serius untuk membangun pusat data (data center) di Indonesia dengan total kapasitas mencapai 1,3 gigawatt (GW). Pernyataan ini menandai babak baru dalam transformasi digital Indonesia yang kian menarik perhatian pemain teknologi dunia.

Kronologi Minat Investor Masuk

Dalam forum tertutup bersama pelaku industri teknologi di Jakarta, Kamis (10/7/2026), Airlangga memaparkan bahwa gelombang minat investor mulai terdeteksi sejak kuartal pertama 2026. Beberapa nama besar disebut tengah menjajaki lokasi strategis di kawasan Jabodetabek, Batam, dan ibu kota baru Nusantara.

  1. Januari 2026: Dua konsorsium asal Amerika Serikat dan Singapura mengajukan proposal awal untuk pembangunan fasilitas hyperscale data center berkapasitas 500 MW di Batam.
  2. Maret 2026: Investor dari Timur Tengah menyatakan ketertarikan membangun pusat data hijau (green data center) bertenaga energi terbarukan sebesar 300 MW di kawasan Nusantara.
  3. Mei 2026: Perusahaan teknologi Tiongkok dan Jepang masing-masing mengajukan rencana investasi 250 MW, menargetkan kawasan industri digital di Jakarta Timur dan Bekasi.
  4. Juli 2026: Total akumulasi minat investor mencapai 1,3 GW, menjadikan Indonesia sebagai salah satu destinasi data center paling potensial di Asia Tenggara.
"Ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap fondasi ekonomi digital Indonesia. Dengan populasi digital lebih dari 200 juta pengguna, kebutuhan infrastruktur data kita sangat besar," ujar Airlangga dalam keterangan resmi.

Pendorong Utama: Ekonomi Digital dan AI

Menurut Airlangga, ledakan minat investor tidak lepas dari pertumbuhan pesat ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan mencapai USD 130 miliar pada 2026. Adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), komputasi awan, dan layanan streaming menjadi faktor kunci yang membutuhkan kapasitas penyimpanan dan pemrosesan data masif.

Indonesia saat ini memiliki total kapasitas data center nasional sekitar 800 MW. Tambahan 1,3 GW akan melipatgandakan kapasitas tersebut hingga lebih dari dua kali lipat, menempatkan Indonesia sejajar dengan Singapura dan Malaysia dalam peta infrastruktur digital regional.

Dukungan Regulasi dan Insentif

Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Perekonomian telah menyiapkan paket insentif fiskal berupa pembebasan pajak penghasilan (tax holiday) selama 10 hingga 20 tahun bagi investor data center dengan investasi di atas Rp 1 triliun. Selain itu, kemudahan perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS) dijanjikan mempercepat realisasi proyek.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga dilibatkan untuk memastikan pasokan listrik yang stabil, mengingat data center membutuhkan konsumsi energi sangat besar. Skema Renewable Energy Certificate (REC) disiapkan untuk menjamin penggunaan energi bersih oleh fasilitas-fasilitas tersebut.

Tantangan Infrastruktur dan SDM

Meski prospek menjanjikan, para analis mengingatkan adanya tantangan signifikan. Ketersediaan jaringan serat optik bawah laut, stabilitas pasokan listrik di luar Jawa, serta kesiapan sumber daya manusia (SDM) lokal menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan.

  • Konektivitas: Perlu percepatan pembangunan kabel bawah laut domestik dan internasional, terutama menghubungkan Indonesia timur.
  • Energi: Data center 1,3 GW memerlukan pasokan listrik setara dengan kebutuhan 1,5 juta rumah tangga; transisi ke energi terbarukan menjadi krusial.
  • Talenta Digital: Diperkirakan dibutuhkan lebih dari 10.000 tenaga ahli data center, teknisi jaringan, dan spesialis keamanan siber dalam lima tahun ke depan.

Proyeksi Dampak Ekonomi

Berdasarkan kajian Kementerian Koordinator Perekonomian, investasi data center 1,3 GW berpotensi menciptakan nilai investasi langsung sebesar USD 15-20 miliar serta membuka 50.000 lapangan kerja selama fase konstruksi dan operasional. Efek berganda (multiplier effect) juga diharapkan mendorong pertumbuhan industri pendukung seperti manufaktur perangkat keras, jasa konstruksi, dan sektor logistik.

"Kami optimistis realisasi investasi ini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai hub data center Asia Pasifik, sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027," tutup Airlangga.

[SOCIAL_TWEET]: Investor global incar RI bangun data center 1,3 GW! Airlangga ungkap potensi investasi USD 15-20 miliar & 50.000 lapangan kerja. Apakah Indonesia siap jadi hub digital Asia Pasifik? #DataCenterRI #InvestasiDigital #AirlanggaHartarto[SOCIAL_TG]: 🚀 Investor Global Antre Bangun Data Center di RI! Total minat capai 1,3 GW. Airlangga: "Ini bukti kepercayaan pada ekonomi digital kita." Potensi investasi USD 15-20 miliar & 50.000 lapangan kerja baru. RI siap jadi hub data center Asia Pasifik! 🇮🇩💻

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User