Saham PT Niramas Utama Anjlok di Debut Pasar Perdana
Jakarta — Saham PT Niramas Utama Tbk dengan kode emiten JELI dibuka melemah signifikan pada awal perdagangan perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Sela
Jakarta — Saham PT Niramas Utama Tbk dengan kode emiten JELI dibuka melemah signifikan pada awal perdagangan perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (7/7/2026). Berdasarkan data papan perdagangan BEI, saham JELI langsung bergerak di zona merah sejak sesi pembukaan.
Harga penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham JELI ditetapkan pada level Rp100 per lembar. Namun, pada menit-menit awal perdagangan, saham perseroan tercatat turun hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) sebesar 35% ke level Rp65 per lembar.
PT Niramas Utama Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur dan distribusi produk konfeksi berbahan dasar jelly. Perseroan melepas sebanyak 1,2 miliar lembar saham atau setara 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pasca-IPO.
Kinerja Perdagangan Perdana
Data real-time dari terminal perdagangan BEI menunjukkan:
- Harga pembukaan: Rp100 (sesuai harga IPO)
- Harga terendah sesi I: Rp65 per lembar (ARB)
- Volume transaksi: 87,3 juta lembar saham dalam 45 menit pertama
- Frekuensi perdagangan: 2.847 transaksi
- Nilai transaksi: Rp6,2 miliar
"Pergerakan saham JELI pada debut perdagangan mencerminkan respons pasar terhadap valuasi yang ditawarkan. Kami akan terus memantau perkembangan ini," ujar Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, yang dikutip dari keterangan resmi, Selasa (7/7/2026).
Berdasarkan prospektus yang telah dipublikasikan, PT Niramas Utama Tbk mencatatkan pendapatan sebesar Rp487 miliar pada tahun buku 2025, naik 8,3% dari tahun sebelumnya sebesar Rp450 miliar. Laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp42 miliar, dengan margin laba bersih 8,6%.
Rasio Keuangan dan Valuasi
Dengan harga IPO Rp100 per lembar dan jumlah saham beredar pasca-IPO sebanyak 6 miliar lembar, kapitalisasi pasar JELI mencapai Rp600 miliar. Berdasarkan data keuangan terkini, berikut rasio valuasi perseroan:
- Price to Earnings Ratio (PER): 14,3 kali (berdasarkan laba 2025)
- Price to Book Value (PBV): 1,8 kali
- Earnings Per Share (EPS): Rp7 per lembar
Penurunan harga ke level Rp65 menghasilkan PER trailing sebesar 9,3 kali, berada di bawah rata-rata sektor manufaktur konsumsi yang berada pada kisaran 12-15 kali.
Dana hasil IPO, menurut prospektus, akan dialokasikan sebesar 60% untuk ekspansi kapasitas produksi melalui pembangunan pabrik baru di Kawasan Industri Cikarang, 25% untuk modal kerja, dan 15% untuk pembayaran sebagian utang bank jangka pendek.
Kondisi Pasar IPO 2026
Pelemahan saham JELI terjadi di tengah tren pasar modal yang menunjukkan peningkatan volatilitas pada saham-saham emiten baru. Data BEI per Juni 2026 mencatat dari 23 perusahaan yang melantai di bursa sepanjang tahun berjalan, 11 emiten (47,8%) mengalami penurunan harga pada hari pertama perdagangan.
PT Niramas Utama Tbk menggunakan jasa PT Indo Premier Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Masa penawaran umum berlangsung pada 30 Juni hingga 4 Juli 2026, dengan tingkat kelebihan permintaan (oversubscribed) sebesar 1,7 kali dari porsi pooling.
Comments (0)