Saham GOTO Terus Tertekan di Level Gocap, Antrean Jual Capai 175 Juta Lot Pasca Buyback
Jakarta, Lurusin.com – Tekanan jual kembali melanda saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) pada perdagangan Rabu (17/6/2026). Hingga penutupan sesi I, harga saham masih bertahan di level terendah
Jakarta, Lurusin.com – Tekanan jual kembali melanda saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) pada perdagangan Rabu (17/6/2026). Hingga penutupan sesi I, harga saham masih bertahan di level terendah atau yang kerap disebut “gocap” (Rp50 per saham), meski perseroan baru saja mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal Rp3,5 triliun. Berdasarkan data perdagangan yang dikumpulkan dari Stockbit oleh media kami, total antrean jual pada paruh pertama mencapai 175,27 juta lot saham, mengindikasikan masih tingginya minat investor untuk melepas kepemilikan mereka.
Akumulasi antrean jual ini tersebar di berbagai tingkat harga, dengan mayoritas berada di sekitar harga referensi Rp50–Rp54. Situasi ini menunjukkan bahwa pasar belum merespons positif langkah buyback yang dicanangkan GOTO. Alih-alih meredam aksi jual, rencana tersebut justru belum mampu menyerap volume jual yang masif.
Buyback Rp3,5 Triliun Belum Mampu Membendung Minat Jual
Sebagai bagian dari strategi peningkatan nilai pemegang saham, GOTO menyiapkan dana buyback yang signifikan. Namun, berdasarkan pantauan Lurusin.com, dana tersebut nampaknya belum cukup untuk menopang harga di tengah arus keluar yang deras. Hingga istirahat sesi I, saham GOTO masih dihujani tekanan, dan antrean jual sebesar 175,27 juta lot itu mencerminkan keraguan investor terhadap prospek jangka pendek perusahaan.
“Buyback dengan nominal sebesar itu biasanya dapat menjadi katalis positif. Namun, kepercayaan pasar terhadap fundamental GOTO sedang berada di titik rendah. Akibatnya, aksi beli kembali ini belum mampu membalikkan arah sentimen,” ujar seorang analis pasar modal yang dihubungi Lurusin.com.
Antrean jual yang menggunung juga menandakan bahwa banyak investor memilih untuk keluar di harga yang masih relatif rendah, khawatir saham akan terus merosot di bawah level gocap. Dengan volume jual yang jauh melampaui minat beli, daya dorong buyback tampak masih terlalu kecil untuk mengangkat saham dalam waktu dekat.
Fenomena Saham Teknologi yang Terus Dijauhi
GOTO bukanlah satu-satunya emiten teknologi yang mengalami tekanan jual, namun volume perdagangannya yang tinggi menjadikannya sorotan utama. Hingga berita ini diturunkan, saham GOTO masih bergerak di kisaran Rp50 per saham dengan dominasi order jual. Manajemen berharap buyback dapat menjadi sinyal bahwa saham dalam kondisi undervalue, tetapi respons riil di pasar justru memperlihatkan sebaliknya.
Data Stockbit yang dirangkum redaksi Lurusin.com memperlihatkan bahwa antrean jual tersebut merupakan akumulasi dari berbagai titik harga, menunjukkan bahwa bukan hanya investor kecil yang ingin keluar, melainkan juga terjadi distribusi dari pemegang saham besar. Dengan sisa dana buyback yang masih ada, pasar masih menanti apakah perusahaan akan menggunakannya secara agresif untuk menyerap antrean dan mengembalikan kepercayaan.
Ke depan, para pelaku pasar akan mencermati sejauh mana aksi korporasi ini bisa menjadi pendorong perubahan tren. Apabila tekanan jual terus berlanjut, bukan tidak mungkin saham GOTO akan menyentuh level di bawah gocap, sebuah skenario yang ingin dihindari manajemen. Laporan tim redaksi Lurusin.com akan terus mengawal perkembangan ini.
Comments (0)