Rusia Gempur Kyiv dan Odesa, Eskalasi Serangan Sabtu Dini Hari
Militer Rusia kembali melancarkan gelombang serangan udara berskala besar ke sejumlah kota di Ukraina pada Sabtu (11/7) dini hari. Laporan dari otoritas setempat menyebutkan bahwa ibu kota Kyiv serta ...
Militer Rusia kembali melancarkan gelombang serangan udara berskala besar ke sejumlah kota di Ukraina pada Sabtu (11/7) dini hari. Laporan dari otoritas setempat menyebutkan bahwa ibu kota Kyiv serta kota pelabuhan Odesa menjadi target utama dalam operasi yang berlangsung selama lebih dari empat jam.
Sirine serangan udara meraung di hampir seluruh wilayah Ukraina sejak pukul 01.00 waktu setempat. Sistem pertahanan udara Ukraina diaktifkan secara massif untuk menghadang puluhan drone dan rudal yang datang dalam beberapa gelombang. Ini merupakan peningkatan intensitas serangan yang signifikan jika dibandingkan dengan beberapa pekan sebelumnya.
Gelombang Serangan Bertubi-tubi
Berdasarkan laporan awal dari Angkatan Udara Ukraina, Rusia mengerahkan kombinasi rudal jelajah, rudal balistik, dan drone kamikaze buatan Iran, Shahed-136. Setidaknya 15 rudal dan 22 drone terdeteksi memasuki wilayah udara Ukraina. Sebagian besar berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan Patriot, NASAMS, dan IRIS-T yang dioperasikan pasukan Ukraina.
Namun, sejumlah proyektil berhasil lolos dan menghantam fasilitas infrastruktur kritis serta permukiman penduduk. Di Kyiv, serpihan rudal yang ditembak jatuh jatuh di beberapa distrik, menyebabkan kebakaran ringan dan merusak atap bangunan apartemen. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan di ibu kota, meskipun tiga warga mengalami luka ringan akibat pecahan kaca.
Di Odesa, situasi lebih serius. Serangan drone dan rudal menghantam kawasan pelabuhan dan sebuah depot bahan bakar, memicu ledakan besar yang terlihat dari jarak puluhan kilometer. Pemerintah daerah melaporkan dua orang tewas dan belasan lainnya luka-luka. Operasi pemadaman api berlangsung hingga pagi hari. Otoritas setempat menyebut serangan ini sebagai salah satu yang terburuk sejak awal tahun.
Kerusakan Infrastruktur
Kementerian Energi Ukraina menyatakan bahwa serangan ke Odesa mengakibatkan kerusakan pada jaringan listrik, menyebabkan pemadaman bergilir di beberapa distrik. Tim perbaikan segera dikerahkan, namun perbaikan diperkirakan memakan waktu hingga beberapa hari karena kerusakan yang cukup parah pada gardu induk. Selain itu, fasilitas air bersih juga terganggu akibat putusnya aliran listrik ke stasiun pompa.
Di wilayah Dnipropetrovsk, serangan terpisah menghantam sebuah fasilitas logistik, namun tidak menimbulkan korban. Rusia juga dilaporkan menyerang Kharkiv dan Mykolaiv, tetapi tingkat kerusakan relatif kecil berkat kinerja pertahanan udara.
Data dari otoritas militer menunjukkan bahwa Rusia semakin sering menggunakan rudal Kh-101 dan Kh-555 yang diluncurkan dari pesawat pengebom strategis di atas Laut Kaspia. Taktik ini memungkinkan rudal menempuh jarak jauh dan manuver yang sulit diantisipasi, sehingga meningkatkan beban sistem pertahanan Ukraina. Penggunaan drone secara masih juga dimaksudkan untuk menguras amunisi pertahanan udara.
Reaksi dan Konteks
Presiden Ukraina dalam pernyataan resminya mengutuk serangan ini sebagai tindakan terorisme yang sengaja menyasar infrastruktur sipil. Ia menegaskan bahwa negaranya akan terus memperkuat kapasitas pertahanan dan meminta sekutu Barat untuk segera mengirimkan lebih banyak sistem rudal pencegat serta amunisi. "Mereka mencoba membuat rakyat kami menderita dalam kegelapan, tapi kami tidak akan menyerah," tegasnya melalui media sosial.
Diplomat Ukraina di PBB kembali mendesak Dewan Keamanan untuk menggelar sidang darurat guna membahas eskalasi ini. Sementara itu, juru bicara Kremlin menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari operasi militer khusus yang menargetkan infrastruktur militer Ukraina. Klaim ini bertentangan dengan bukti di lapangan yang menunjukkan banyak fasilitas sipil turut terdampak.
Para analis militer menilai peningkatan intensitas ini sebagai upaya Rusia untuk menekan Ukraina menjelang pertemuan para pemimpin G7 yang akan digelar pekan depan. Serangan ke Odesa, yang merupakan jalur penting ekspor biji-bijian lewat inisiatif Laut Hitam, juga dipandang sebagai langkah untuk mengganggu rantai pasok pangan global. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai tertundanya keberangkatan kapal kargo, namun pengelola pelabuhan meningkatkan kewaspadaan.
Langkah Selanjutnya
Pemerintah Ukraina menginstruksikan seluruh unit pertahanan sipil untuk bersiaga penuh mengantisipasi serangan lanjutan. Warga diimbau untuk tetap tenang dan mematuhi petunjuk saat sirine berbunyi. Palang Merah setempat membuka posko darurat bagi warga yang rumahnya rusak. Di Odesa, evakuasi terbatas dilakukan di kawasan sekitar depo bahan bakar yang terbakar.
Sementara itu, para mitra internasional Ukraina, termasuk Amerika Serikat dan Inggris, menyatakan kecaman atas serangan tersebut. Pentagon mengonfirmasi bahwa pengiriman sistem pertahanan udara HAWK tambahan akan dipercepat sesuai permintaan mendesak dari Kyiv. Parlemen Eropa juga dijadwalkan membahas paket bantuan militer baru dalam sidang pekan depan.
Dengan kian meningkatnya frekuensi dan intensitas serangan, warga Ukraina kembali harus beradaptasi dengan situasi darurat yang tak menentu. Sabtu (11/7) sore, tim penyelamat masih terus menyisir lokasi-lokasi terdampak untuk memastikan tidak ada korban yang terjebak di bawah reruntuhan. Eskalasi ini menandai babak baru dalam konflik yang telah berlangsung selama lebih dari dua tahun, menambah daftar panjang kebutuhan perlindungan bagi penduduk sipil.
Baca juga:
Comments (0)