RANS Patok Harga IPO Rp 135–Rp 170, Analis Sebut Valuasinya Premium
Jakarta — PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) resmi menetapkan rentang harga saham perdana pada kisaran Rp 135 hingga Rp 170 per lembar. Langkah ini diambil menjelang rencana penawaran umum
Jakarta — PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) resmi menetapkan rentang harga saham perdana pada kisaran Rp 135 hingga Rp 170 per lembar. Langkah ini diambil menjelang rencana penawaran umum saham atau initial public offering (IPO) yang dijadwalkan berlangsung bulan depan.
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, sejumlah kalangan pasar modal menilai bahwa secara valuasi, harga saham perusahaan milik keluarga selebritas ini masuk dalam kategori premium, bahkan cenderung berada di atas batas kewajaran atau overvalue.
"Valuasi ini mencerminkan PER sekitar 30–38 kali. Itu masuk kategori premium, apalagi perseroan masih dalam fase ekspansi dan belum punya rekam jejak pertumbuhan laba yang panjang," ujar Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, dalam keterangannya.
Alrich memaparkan, jika dihitung berdasarkan rentang harga penawaran awal tersebut, kapitalisasi pasar RANS diperkirakan bakal mencapai sekitar Rp 1,7 triliun hingga Rp 2,1 triliun. Proyeksi ini mengacu pada capaian laba bersih perusahaan yang tercatat sekitar Rp 56,7 miliar sepanjang tahun 2025.
Dengan Price to Earnings Ratio (PER) di kisaran 30–38 kali, posisi RANS dinilai cukup tinggi untuk ukuran emiten baru yang belum memiliki historis kinerja keuangan yang panjang. Meski demikian, euforia pasar terhadap saham perusahaan yang bergerak di bidang hiburan dan gaya hidup ini tetap patut dicermati, mengingat popularitas brand yang melekat kuat di kalangan konsumen muda Indonesia.
Lebih lanjut, analis mengingatkan agar investor mencermati fundamental usaha dan proyeksi pertumbuhan RANS ke depan sebelum mengambil keputusan. Pasalnya, valuasi premium tanpa didukung oleh rekam jejak yang solid kerap menyimpan risiko volatilitas yang cukup tinggi pasca pencatatan perdana di bursa.
Comments (0)