PT PHPO KIM Gelar Sunat Massal untuk 25 Anak
Di tengah hiruk-pikuk aktivitas pabrik, sebuah pemandangan berbeda tersaji di Cafetaria PT Permata Hijau Palm Oleo (PHPO) KIM II pada Rabu, 8 Juli 2026. Pu
Di tengah hiruk-pikuk aktivitas pabrik, sebuah pemandangan berbeda tersaji di Cafetaria PT Permata Hijau Palm Oleo (PHPO) KIM II pada Rabu, 8 Juli 2026. Puluhan anak usia sekolah duduk bersama orang tua mereka, sebagian tampak gugup, sebagian lain tersenyum antusias. Suara tawa kecil dan bisikan doa orang tua bercampur menjadi satu—menandai dimulainya sunat massal gratis bagi 25 anak kurang mampu dari Desa Saentis, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deli Serdang. Program yang dikemas dalam payung CSR Permata Sehat ini menjadi bukti bahwa kepedulian korporasi bisa hadir langsung di ruang-ruang yang paling personal bagi masyarakat.
Latar dan Kolaborasi: CSR yang Menyasar Kesehatan Dasar
Kegiatan ini bukan insiden amal sesaat. Sunat massal merupakan agenda tahunan yang digelar PT PHPO KIM saat libur sekolah, menyasar keluarga prasejahtera yang kerap terbentur biaya medis. Dalam seremoni pembukaan, Pimpinan Area Pabrik PT PHPO KIM, Cahaya Sembiring, hadir didampingi jajaran humas: ASV Humas Syarbaini Siregar, Natal Situmorang, serta tim humas lainnya. Dari pihak desa tampak hadir M Afiyan Eko Prabowo selaku Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos), serta dua Kepala Dusun—Agus Suwito (Dusun 16) dan Yudo Irawan (Dusun 19). Kehadiran perangkat desa ini menguatkan sinergi antara perusahaan dan pemerintah setempat dalam memetakan penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan.
Bukan Sekadar Khitan: Meringankan Beban Finansial dan Psikologis
Bagi sebagian keluarga di Desa Saentis, menyunatkan anak adalah ritual yang kerap tertunda karena biaya. Biaya tindakan medis, transportasi, hingga uang saku pasca-prosedur seringkali menjadi beban. Di sinilah CSR Permata Sehat mengambil peran. Paket sunat massal ini mencakup seluruh prosedur medis tanpa pungutan sepeser pun, lengkap dengan pemberian uang saku untuk anak-anak peserta. Cahaya Sembiring menegaskan langsung di hadapan para hadirin:
“Sunatan massal ini kita laksanakan sebagai bentuk kepedulian perusahaan kepada anak-anak kurang mampu. Kegiatan ini rutin kita laksanakan setiap tahun selama libur sekolah.”
Pernyataan itu menegaskan konsistensi program; bukan reaktif, melainkan terencana. Orang tua yang hadir tampak lega. Salah seorang ibu yang enggan disebut namanya mengaku, “Tahun ini alhamdulillah bisa ikut. Biasanya harus menabung lama.” Di sudut lain, seorang ayah hanya mengangguk sambil menggenggam tangan anaknya yang masih mengenakan sarung.
Momen Kebersamaan: Santap Siang dan Doa Bersama
Di sela prosesi khitan, perusahaan tak hanya memikirkan aspek klinis. Mereka menyediakan sesi makan bersama yang menyatukan orang tua, anak-anak, dan tim panitia di satu meja panjang. Nuansa kekeluargaan sengaja dibangun untuk meredakan kecemasan anak-anak yang akan atau baru saja menjalani tindakan. Di akhir acara, doa bersama dilantunkan—sebuah permohonan agar program CSR ini terus berlanjut, perusahaan tetap berkembang, dan keberkahan mengalir bagi semua pihak.
Fakta kunci dari pelaksanaan kali ini: 25 anak menjadi peserta, semuanya warga Desa Saentis. Pemilihan lokasi di dalam kawasan pabrik menjamin standar kebersihan dan kenyamanan bagi peserta. Selain itu, perusahaan juga menegaskan bahwa CSR mereka tak hanya berhenti di kesehatan. Cahaya Sembiring menyampaikan, “Kita tetap fokus melakukan program di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, keagamaan dan lainnya.” Dengan demikian, sunat massal hanyalah satu titik dari peta besar tanggung jawab sosial perusahaan yang berkelanjutan.
Bagi masyarakat Desa Saentis, hari itu bukan sekadar tentang sunat. Ia adalah perwujudan kehadiran perusahaan yang tak hanya menyerap tenaga kerja lokal, tapi turut memikul beban hidup mereka yang paling dasar. Di tengah gelombang industrialisasi yang kerap renggang dengan komunitas sekitarnya, PT PHPO KIM menunjukkan bahwa korporasi dan warga bisa duduk di meja yang sama—berbagi nasi, doa, dan harapan.
Comments (0)