Prancis Hentikan Langkah Maroko di Perempat Final
Foxborough, Massachusetts – Langkah sensasional Maroko di Piala Dunia 2026 akhirnya terhenti di tangan juara bertahan, Prancis. Dalam laga perempat final y
Foxborough, Massachusetts – Langkah sensasional Maroko di Piala Dunia 2026 akhirnya terhenti di tangan juara bertahan, Prancis. Dalam laga perempat final yang digelar di Gillette Stadium, Kamis (9/7/2026), Les Bleus menang dramatis 2–1 atas Singa Atlas. Kylian Mbappé menjadi bintang dengan dua golnya, meski Maroko sempat memberi perlawanan ketat melalui gol hiburan Neil El Aynaoui.
Pertandingan berlangsung dalam tensi tinggi sejak menit awal. Maroko, yang tampil sebagai kuda hitam setelah menyingkirkan Spanyol di babak 16 besar, tidak gentar menghadapi skuad bertabur bintang. Dukungan ribuan suporter mereka yang memadati tribun membuat atmosfer seperti di kandang sendiri. Namun, pengalaman dan ketajaman Mbappé menjadi pembeda.
Mbappé Bawa Prancis Unggul Cepat
Gol pembuka lahir pada menit ke-23. Memanfaatkan umpan terobosan Antoine Griezmann, Mbappé menusuk dari sisi kiri, melewati Issa Diop, dan melepaskan tembakan mendatar yang tak bisa dijangkau kiper Yassine Bounou. Prancis unggul 1–0. Gol ini menjadi yang keenam bagi Mbappé di turnamen, menyamai rekor legenda Just Fontaine.
Maroko merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Achraf Hakimi dan Sofiane Boufal beberapa kali mengancam lewat sayap. Pada menit 38, sundulan Youssef En-Nesyri membentur mistar gawang setelah menerima umpan silang Hakimi. Babak pertama berakhir dengan keunggulan Prancis.
“Kami tahu Maroko tim yang sangat terorganisasi. Mereka punya semangat luar biasa. Saya harus pintar mencari ruang, dan umpan Antoine sangat sempurna.”
– Kylian Mbappé setelah pertandingan
Drama di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Maroko langsung tancap gas. Hasilnya, menit 52, Neil El Aynaoui menyamakan kedudukan lewat gol spektakuler dari luar kotak penalti. Tendangan kerasnya meluncur deras ke pojok kiri atas gawang Mike Maignan. Skor 1–1. Stadion bergemuruh. Singa Atlas hidup kembali.
Namun, kegembiraan itu tak berlangsung lama. Hanya berselang 6 menit, Mbappé kembali mencatatkan namanya di papan skor. Kali ini melalui titik penalti setelah Ousmane Dembélé dilanggar Issa Diop di kotak terlarang. Mbappé mengeksekusi dengan dingin, mengecoh Bounou, dan membawa Prancis kembali memimpin. Skor 2–1.
Pelatih Maroko, Walid Regragui, memasukkan beberapa pemain ofensif, termasuk Amine Harit dan Zakaria Aboukhlal, untuk mengejar ketertinggalan. Namun solidnya lini belakang Prancis yang dikawal William Saliba dan Ibrahima Konaté membuat usaha Maroko selalu kandas. Hingga wasit meniup peluit panjang, Prancis mampu mempertahankan keunggulan.
“Saya bangga dengan para pemain. Mereka telah berjuang sampai titik darah penghabisan. Kami kalah dari juara dunia, dan saya rasa kami telah menunjukkan bahwa Maroko layak berada di level ini.”
– Walid Regragui, pelatih Maroko
Statistik Kunci Pertandingan
| Statistik | Prancis | Maroko |
|---|---|---|
| Penguasaan Bola | 55% | 45% |
| Tendangan (Tepat Sasaran) | 14 (6) | 9 (3) |
| Pelanggaran | 11 | 16 |
| Kartu Kuning | 2 | 3 |
| Offside | 3 | 1 |
Dominasi Prancis terlihat dari jumlah peluang yang lebih banyak. Akan tetapi, Maroko menunjukkan efektivitas serangan balik yang berbahaya dan semangat juang tinggi hingga menit akhir. Kiper Maignan pun harus bekerja keras menepis sundulan En-Nesyri di masa injury time yang nyaris menyamakan kedudukan.
Prancis Melaju, Maroko Pulang dengan Kepala Tegak
Dengan kemenangan ini, Prancis memastikan satu tempat di semifinal dan akan menghadapi pemenang antara Brasil dan Portugal yang bertanding esok hari. Pelatih Didier Deschamps memuji mentalitas timnya. “Ini bukan laga mudah. Maroko membuat kami menderita. Tapi kami punya Mbappé, dan dia melakukan hal-hal luar biasa,” ujarnya singkat.
Bagi Maroko, tersingkir di perempat final bukanlah akhir yang memalukan. Mereka menjadi tim Afrika pertama yang mencapai babak 8 besar sejak Ghana di 2010, dan melakukannya dengan gaya bermain atraktif serta kolektivitas tinggi. Perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 akan dikenang sebagai salah satu kisah paling inspiratif.
Publik kini menanti apakah Mbappé bisa membawa Prancis mempertahankan trofi dan menyamai rekor Brasil sebagai juara bertahan pertama sejak 1962. Sementara itu, Maroko pulang dengan tepuk tangan meriah, membuktikan bahwa sepak bola Afrika sedang mengetuk pintu elite dunia.
[SOCIAL_TWEET]: Prancis ke semifinal! Mbappé dua gol, Maroko sempat menyamakan lewat gol spektakuler El Aynaoui. Dramatis! Les Bleus lanjutkan misi pertahankan trofi. #WorldCup2026 #FRAvMAR #Mbappé[SOCIAL_TG]: ⚽ FT Prancis 2-1 Maroko. Mbappé ⚽⚽, El Aynaoui ⚽. Singa Atlas berjuang keras, tapi Les Bleus melaju ke semifinal! 🏆 #PialaDunia2026
Comments (0)