Titiek Soeharto Pimpin Komisi IV DPR Pantau Panen Raya di Klaten
Klaten, Jawa Tengah – Komisi IV DPR RI yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IV, Titiek Soeharto, melakukan kunjungan kerja ke sentra produksi padi di Kabu
Klaten, Jawa Tengah – Komisi IV DPR RI yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IV, Titiek Soeharto, melakukan kunjungan kerja ke sentra produksi padi di Kabupaten Klaten pada Selasa (15/4/2025). Rombongan diterjunkan langsung ke area persawahan untuk melihat proses panen raya sekaligus berdiskusi dengan para petani dan pemangku kepentingan setempat. "Kami ingin memastikan bahwa target produktivitas nasional benar-benar tercapai, sekaligus mendengarkan langsung aspirasi petani dari hulu ke hilir," ujar Titiek di sela peninjauan.
Napak Tilas Panen di Desa Tegalgondo
Rombongan tiba di Desa Tegalgondo, Kecamatan Wonosari, sekitar pukul 09.00 WIB. Titiek yang mengenakan topi caping langsung turun ke petak sawah seluas 15 hektare yang tengah dipanen menggunakan kombinasi alat mesin pertanian (alsintan) modern dan tenaga manual. Petani setempat, Sukarno (52), menyambut hangat dan mengajak Titiek ikut memotong rumpun padi secara simbolis. "Ini panen terbaik kami dalam tiga musim terakhir, Bu. Semoga pemerintah terus mendukung," kata Sukarno. Titiek pun menyempatkan diri menanyakan rincian biaya produksi, akses pupuk, hingga harga gabah di tingkat petani.
Dialog Interaktif: Pupuk dan Irigasi Jadi Sorotan
Seusai panen, digelar forum dialog di aula desa yang dihadiri sekitar 150 petani dari tiga kelompok tani. Beberapa isu krusial mengemuka: distribusi pupuk bersubsidi yang masih sering terlambat, rusaknya saluran irigasi tersier, serta fluktuasi harga gabah yang kerap jatuh saat panen raya. Titiek mencatat semua keluhan dan berjanji akan membawa persoalan tersebut ke rapat kerja Komisi IV dengan Kementerian Pertanian.
"Saya sudah instruksikan agar dinas terkait segera melakukan pendataan ulang kebutuhan pupuk riil. Tidak boleh ada lagi petani yang antre pupuk saat masa tanam tiba," tegas Titiek.Ia juga menyoroti pentingnya koperasi petani sebagai ujung tombak stabilisasi harga.
Dorong Mekanisasi dan Target Produktivitas
Dalam arahannya, Titiek menekankan bahwa peningkatan produktivitas tidak bisa lepas dari mekanisasi dan inovasi teknologi. Ia menyebut Klaten memiliki potensi besar untuk menjadi percontohan pertanian presisi. Saat ini rata-rata produktivitas di Klaten mencapai 5,8 ton per hektare, masih di bawah potensi optimal 6,5 ton per hektare. "Dengan benih varietas unggul, pengaturan air yang baik, dan alsintan yang tepat, gap itu bisa kita tutup. Komisi IV akan mendorong alokasi anggaran khusus untuk peremajaan alat mesin pertanian di Klaten," paparnya.
Kunjungan Berlanjut ke Gudang Bulog
Rombongan juga menyempatkan diri meninjau gudang Bulog Subdivre Klaten untuk memastikan serapan gabah berjalan optimal sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Titiek berdialog dengan Kepala Gudang dan meminta transparansi penyerapan agar tidak ada tengkulak yang mempermainkan harga. Penyerapan per 10 April 2025 tercatat baru mencapai 1.200 ton dari target bulanan 2.500 ton. "Serapan harus digenjot, jangan sampai petani terjebak harga rendah karena stok menumpuk," pungkas Titiek.
Di akhir kunjungan, Titiek menegaskan komitmen Komisi IV untuk terus mengawal kebijakan pangan. "Ketahanan pangan adalah fondasi kedaulatan bangsa. Saya akan turun langsung ke daerah-daerah lain untuk memastikan tidak ada petani yang tertinggal." Kunjungan ini akan dilaporkan dalam rapat internal DPR dan akan disusun rekomendasi untuk pemerintah pusat.
[SOCIAL_TWEET]: Titiek Soeharto terjun langsung ke sawah Klaten pantau panen raya. Petani soroti pupuk langka dan irigasi rusak. Komisi IV janji bawa ke pusat. #PanenRaya #TitiekSoeharto #KetahananPangan[SOCIAL_TG]: 🌾 Titiek Soeharto pimpin Komisi IV pantau panen raya di Klaten. Petani curhat soal pupuk & irigasi, Komisi IV siap bawa ke kementerian.
Comments (0)