Pramono Mau Makin Banyak yang Pakai Angkutan Umum: Konektivitas DKI Sudah 93%
Jakarta, Lurusin.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan keinginannya agar semakin banyak warga Ibu Kota yang beralih menggunakan transportasi umum. Langkah ini dinilai krusial untuk me
Jakarta, Lurusin.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan keinginannya agar semakin banyak warga Ibu Kota yang beralih menggunakan transportasi umum. Langkah ini dinilai krusial untuk memangkas kemacetan yang selama ini menjadi masalah klasik Jakarta. Hal tersebut disampaikan Pramono usai acara Pengukuhan Dewan Transportasi Kota Provinsi DKI Jakarta di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (3/7/2026).
Di hadapan para anggota dewan transportasi yang baru dikukuhkan, Pramono menyoroti bahwa kemacetan bukan sekadar gangguan mobilitas, melainkan juga berdampak pada produktivitas dan kualitas udara kota. Menurutnya, peningkatan jumlah pengguna angkutan umum menjadi kunci solusi jangka panjang. Terlebih, saat ini tingkat konektivitas transportasi umum di Jakarta sudah mencapai 93 persen, angka yang menunjukkan bahwa jaringan moda dari Transjakarta, MRT, LRT, hingga KRL Commuter Line telah saling terintegrasi secara masif. Dengan capaian itu, Pramono optimistis target peralihan dari kendaraan pribadi ke angkutan massal bisa lebih cepat terwujud.
"Salah satu problem utama Jakarta, problem klasiknya adalah karena kemacetan. Kemacetan di Jakarta terjadi karena banyak faktor," ujar Pramono dalam sambutannya.
Faktor-faktor yang dimaksud Gubernur meliputi pertumbuhan jumlah kendaraan pribadi yang tak terkendali, masih rendahnya minat warga menggunakan angkutan umum meski fasilitas sudah tersedia, serta perilaku parkir liar yang kerap mempersempit ruas jalan. Dalam laporan yang diterima media kami, Dewan Transportasi Kota yang baru akan diberi mandat khusus untuk merumuskan strategi peningkatan okupansi angkutan umum, termasuk perbaikan layanan rute pengumpan (feeder) dan penertiban jalur khusus bus agar waktu tempuh lebih terprediksi.
Pramono juga menyampaikan bahwa pemerintah provinsi tidak akan berhenti pada pencapaian konektivitas 93 persen. Ke depan, perluasan rute dan penambahan armada akan terus dilakukan untuk menjangkau kawasan permukiman padat yang selama ini belum tersentuh layanan optimal. Ia berharap partisipasi aktif Dewan Transportasi Kota dapat menjembatani koordinasi antara pemerintah, operator, dan masyarakat, sehingga kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan warga. "Kalau semua pihak mau bergerak bersama, bukan tidak mungkin Jakarta bisa lepas dari predikat kota termacet di dunia," pungkasnya. Dengan sinergi ini, Pramono menargetkan peningkatan signifikan jumlah pengguna angkutan umum dalam dua tahun mendatang, sejalan dengan visinya mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang efisien dan berkelanjutan.
Comments (0)