Prabowo Akan Terima Presiden Belarus Lukashenko di Istana Lusa
Lurusin.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menerima kunjungan kenegaraan Presiden Belarus, Aleksandr Lukashenko, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (2/7/2026). Kunjungan ini
Lurusin.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menerima kunjungan kenegaraan Presiden Belarus, Aleksandr Lukashenko, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (2/7/2026). Kunjungan ini merupakan yang pertama dilakukan oleh kepala negara Belarus ke Indonesia sejak kedua negara membuka hubungan diplomatik pada 1993.
Rencana kunjungan kenegaraan itu dibahas dalam pertemuan antara Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono dan Menteri Luar Negeri Belarus Maxim Ryzhenko di kantor Kementerian Luar Negeri, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2026). Pertemuan tersebut fokus pada persiapan teknis dan substantif kunjungan Presiden Lukashenko, termasuk agenda kerja sama yang akan diangkat di tingkat kepala negara.
Dalam pertemuan itu, kedua menlu juga membahas penguatan hubungan bilateral di berbagai bidang strategis. Kerja sama yang menjadi perhatian utama meliputi sektor ekonomi, pertanian, ketahanan pangan, kebudayaan, serta ilmu pengetahuan dan teknologi. Seluruh agenda tersebut menjadi pokok bahasan penting yang akan dibawa dalam pembicaraan antara Presiden Prabowo dan Presiden Lukashenko.
“Kunjungan kenegaraan ini merupakan momentum penting untuk memperdalam kerja sama bilateral, terutama di sektor perdagangan, investasi, dan transfer teknologi. Kami berharap akan ada kesepakatan konkret yang dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Menlu Sugiono dalam keterangan tertulis yang diterima Lurusin.com.
Sementara itu, Menlu Ryzhenko menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat dari pemerintah Indonesia. Ia menegaskan bahwa Belarus memiliki komitmen kuat untuk memperluas kerja sama dengan Indonesia, khususnya di sektor pertanian modern, industri mesin, dan teknologi informasi. “Indonesia adalah mitra strategis di kawasan Asia Tenggara. Kami membawa sejumlah proposal kerja sama yang diharapkan dapat menghasilkan nilai tambah bagi kedua negara,” kata Ryzhenko.
Selain pertemuan bilateral, Presiden Lukashenko dijadwalkan akan menggelar sejumlah pertemuan dengan pelaku usaha dan menghadiri forum bisnis Indonesia-Belarus. Forum tersebut menjadi wadah untuk mempertemukan pengusaha kedua negara dan mendorong realisasi investasi langsung di sektor-sektor prioritas.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan yang dihimpun Lurusin.com, nilai perdagangan Indonesia-Belarus pada 2025 mencapai sekitar 150 juta dolar AS, dengan surplus bagi Indonesia. Pemerintah menargetkan angka tersebut dapat meningkat signifikan melalui kerja sama yang lebih intensif di masa mendatang, terutama melalui diversifikasi produk ekspor nonmigas Indonesia ke Belarus.
Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Belarus telah berlangsung selama lebih dari tiga dekade, namun interaksi tingkat tinggi masih jarang terjadi. Kunjungan Presiden Lukashenko ini diyakini akan menjadi tonggak baru dalam sejarah hubungan kedua negara, membuka lembaran baru diplomasi ekonomi dan politik yang lebih erat di tengah dinamika global yang terus berubah.
Comments (0)