Polisi Ungkap Akar Dendam di Balik Serangan Brutal di Koja: Pelaku Rakit Molotov di TPS
**JAKARTA** — Aparat Polres Metro Jakarta Utara akhirnya mengungkap tabir di balik aksi pelemparan bom molotov yang disertai penganiayaan dan perusakan di wilayah Koja. Hasil penyelidikan mendalam m
**JAKARTA** — Aparat Polres Metro Jakarta Utara akhirnya mengungkap tabir di balik aksi pelemparan bom molotov yang disertai penganiayaan dan perusakan di wilayah Koja. Hasil penyelidikan mendalam menunjukkan bahwa rentetan aksi brutal tersebut bukanlah kejadian acak, melainkan dipicu oleh sakit hati yang telah lama terpendam akibat perselisihan sebelumnya.
Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara, AKP Bima Sakti Pria Laksana, dalam keterangan resminya yang dikutip media kami pada Senin (29/6/2026), menegaskan bahwa motif utama para pelaku adalah dendam pribadi. “Berdasarkan hasil penyidikan, motif para pelaku diduga dilatarbelakangi rasa sakit hati akibat perselisihan dan perkelahian yang terjadi sebelumnya,” ujar AKP Bima.
Rencana Pematangan Aksi di Area TPS
Pihak kepolisian tidak hanya mengantongi motif, tetapi juga telah merekonstruksi bagaimana aksi teror itu direncanakan. Menurut AKP Bima, para pelaku melakukan pertemuan untuk menyusun rencana penyerangan secara sistematis. Mereka memilih lokasi yang tidak lazim sebagai “markas” persiapan. Dilaporkan bahwa para tersangka sengaja mendatangi area pembuangan sampah (TPS) untuk merakit bom molotov. Di tempat yang gelap dan jauh dari pantauan warga inilah, mereka menyusun strategi penyerangan.
Lebih lanjut, terungkap adanya pembagian peran dalam aksi tersebut. Tidak seluruh pelaku hanya bertugas melempar bom molotov. Salah seorang pelaku berinisial MT diketahui membawa senjata tajam jenis celurit yang diduga kuat digunakan untuk mengintimidasi atau melukai korban secara langsung. Kolaborasi antara penggunaan bahan peledak rakitan dan senjata tajam ini menunjukkan bahwa para pelaku memiliki niat yang serius untuk menciptakan kerusakan maksimal.
Dari laporan yang dihimpun Lurusin.com, perselisihan awal yang menjadi pemicu diduga melibatkan adu fisik antara kedua belah pihak. Aparat kini masih terus mendalami kronologi detail dari perkelahian awal yang menjadi sumber dendam tersebut. Polres Metro Jakarta Utara memastikan akan memproses seluruh pelaku sesuai hukum yang berlaku untuk memberikan efek jera. Hingga saat ini, penyidik masih mengembangkan kasus guna mencari tahu apakah ada aktor intelektual lain di balik pengerahan massa tersebut.
Comments (0)