Polda Riau Bedah 13 Rumah Warga Sambut Hari Bhayangkara ke-80
Pekanbaru – Kepolisian Daerah Riau menunjukkan komitmen sosialnya dengan melaksanakan program bedah rumah bagi warga kurang mampu di seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Riau. Sebanyak 13 unit ru
Pekanbaru – Kepolisian Daerah Riau menunjukkan komitmen sosialnya dengan melaksanakan program bedah rumah bagi warga kurang mampu di seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Riau. Sebanyak 13 unit rumah tidak layak huni (rutilahu) direnovasi secara menyeluruh dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80, menjadikan hunian tersebut lebih aman, sehat, dan nyaman bagi pemiliknya.
Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata bakti Polri kepada masyarakat. Menurutnya, Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu meningkatkan kesejahteraan warga yang membutuhkan. “Kami ingin momentum Hari Bhayangkara tidak hanya dirayakan secara seremonial, tetapi juga memberikan dampak langsung yang dirasakan masyarakat,” ujarnya kepada media kami, Rabu (26/6).
Renovasi Rumah di Pekanbaru Dipimpin Ditpolairud
Di Kota Pekanbaru, program bedah rumah dipercayakan kepada Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Riau. Dipimpin langsung oleh Dirpolairud Kombes Pol Apri Fajar Hermanto, jajaran personelnya bergotong royong merenovasi rumah milik Ida Sihombing di Kecamatan Kulim. Rumah semi permanen yang sebelumnya hanya berdinding papan lapuk dan berlantai tanah itu kini mulai dibangun ulang dengan struktur yang lebih kokoh, termasuk pemasangan lantai keramik, perbaikan atap, serta pengecatan ulang.
“Kami terharu dan sangat bersyukur atas perhatian yang diberikan Polda Riau. Sebelumnya rumah kami bocor di mana-mana dan tidak layak untuk ditempati, apalagi kalau hujan deras. Kini mulai diperbaiki, rasanya seperti mimpi,” ucap Ida Sihombing saat ditemui di lokasi.
Bakti Sosial Serentak di Seluruh Riau
Kombes Apri Fajar Hermanto menjelaskan bahwa program bedah rumah ini dilakukan secara serentak di 13 titik yang tersebar di kabupaten/kota se-Riau. Setiap unit rumah memerlukan waktu pengerjaan bervariasi antara dua hingga tiga minggu, tergantung skala kerusakan dan kondisi bangunan. Dana renovasi bersumber dari dana sosial kepolisian serta partisipasi pihak ketiga yang ingin turut membantu meringankan beban warga.
Lebih lanjut, Apri Fajar menekankan bahwa Polri ingin kehadirannya lebih dekat dengan masyarakat. “Kami tidak datang hanya ketika ada masalah keamanan, tetapi juga saat warga membutuhkan uluran tangan untuk kehidupan yang lebih baik. Ini bagian dari transformasi Polri yang humanis,” tuturnya.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari warga sekitar. Selain membantu ekonomi pemilik rumah, program bedah rumah juga menggugah semangat gotong royong di lingkungan. Beberapa tetangga turut serta membantu pekerjaan ringan, menciptakan suasana kebersamaan antara polisi dan masyarakat.
Dengan selesainya 13 unit rumah yang direnovasi, diharapkan Hari Bhayangkara ke-80 tahun ini meninggalkan jejak yang lebih bermakna. Polda Riau berencana melanjutkan program serupa di tahun depan dengan cakupan yang lebih luas, termasuk penambahan fasilitas sanitasi dan air bersih bagi warga di daerah terpencil.
Comments (0)