Pezeshkian: Tanpa Punya Rudal, Iran Akan Seperti Gaza Dihancurkan AS-Israel
Lurusin.com, Jakarta – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, melontarkan pernyataan keras bahwa tanpa kepemilikan rudal balistik, negaranya akan bernasib sama seperti Gaza yang dibombardir oleh Amerika
Lurusin.com, Jakarta – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, melontarkan pernyataan keras bahwa tanpa kepemilikan rudal balistik, negaranya akan bernasib sama seperti Gaza yang dibombardir oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel. Ia menegaskan program persenjataan itu tidak bisa ditawar-tawar dalam perundingan internasional apa pun.
"Jika rudal yang kita miliki untuk pertahanan kita tidak ada, Israel dan Amerika Serikat akan menghancurkan Iran seperti Gaza, tanpa ampun kepada yang tua maupun yang muda," ujar Pezeshkian.
Pernyataan tersebut disampaikan saat kunjungan kenegaraan ke Pakistan, Rabu (24/6/2026). Pakistan sendiri berperan sebagai mediator utama dalam upaya perundingan antara Teheran dan Washington guna mengakhiri perang di Timur Tengah secara permanen.
Garis Merah Pertahanan
Lebih lanjut, Pezeshkian menambahkan bahwa Iran tidak akan pernah berunding soal kapabilitas pertahanan rudalnya dengan pihak mana pun dan dalam situasi apa pun. "Kami tidak akan pernah bernegosiasi dengan siapa pun, dalam keadaan apa pun, tentang kemampuan pertahanan kami," tegasnya.
Sikap ini memperlihatkan betapa krusialnya program rudal bagi strategi keamanan nasional Iran. Para analis menyebut bahwa rudal balistik menjadi tulang punggung deterens Teheran di tengah sanksi dan ancaman serangan dari pihak luar, terutama setelah pengalaman serangan ke Gaza yang memakan banyak korban sipil.
Pakistan sebagai Mediator Kunci
Kunjungan Pezeshkian ke Pakistan bukan sekadar forum untuk menyampaikan sikap keras itu. Islamabad telah lama menjadi jembatan diplomatik antara Iran dan negara-negara Barat. Dalam kunjungan ini, kedua negara juga membahas penguatan kerja sama bilateral di bidang perdagangan dan energi, namun isu perdamaian Timur Tengah tetap menjadi sorotan utama.
Sejumlah pengamat menduga bahwa pesan Pezeshkian juga ditujukan kepada Washington yang dalam beberapa putaran perundingan mendesak agar program rudal dimasukkan ke dalam paket kesepakatan yang lebih luas. Namun dengan analogi Gaza, pemimpin Iran itu ingin menegaskan bahwa melucuti rudal sama saja dengan menyerahkan nasib rakyatnya pada kehancuran.
Demikian laporan dari Lurusin.com. Kami akan terus memantau perkembangan pembicaraan damai dan reaksi internasional terhadap pernyataan kontroversial ini.
Comments (0)