Peserta SPPI Kopdes-KNPM Meninggal Saat Latihan Militer Jadi 3 Orang

Jakarta, Lurusin.com – Jumlah peserta program Sarjana Penggerak Pembangun Indonesia (SPPI) untuk calon pengelola Koperasi Nelayan Merah Putih (KNPM) yang meninggal saat menjalani latihan dasar kemi

Jul 06, 2026 - 13:52
0 0
Peserta SPPI Kopdes-KNPM Meninggal Saat Latihan Militer Jadi 3 Orang

Jakarta, Lurusin.com – Jumlah peserta program Sarjana Penggerak Pembangun Indonesia (SPPI) untuk calon pengelola Koperasi Nelayan Merah Putih (KNPM) yang meninggal saat menjalani latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bertambah menjadi tiga orang. Seorang peserta atas nama Novia Rahmadhani Sihotang dikabarkan meninggal setelah mengalami gangguan kesehatan ketika mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan Pusat Bahasa Komando Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Udara (Satdik Pusbahasa Kodiklatau), Jakarta.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan (Kemhan) Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait membenarkan kabar duka itu dalam keterangan resmi yang diterima Lurusin.com pada Rabu (24/6/2026).

“Benar, Kementerian Pertahanan telah menerima laporan mengenai meninggalnya salah satu peserta Program SPPI KNMP Tahun 2026 atas nama Novia Rahmadhani Sihotang yang mengikuti pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta. Kemhan menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhumah,”

demikian pernyataan resmi yang dihimpun media kami.

Gangguan Kesehatan Hingga Penanganan Medis

Berdasarkan informasi yang berhasil dirangkum Lurusin.com, Novia Rahmadhani Sihotang mulai merasakan gangguan kesehatan pada Senin (22/6) saat masih berada di lingkungan pendidikan. Ia segera mendapat pertolongan pertama dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Udara Dr. Esnawan Antariksa untuk memperoleh perawatan intensif. Meski tim medis telah mengupayakan penanganan maksimal, nyawa peserta tersebut tidak tertolong. Hingga saat ini, Kemhan belum merilis secara detail penyebab gangguan kesehatan yang dialami korban.

Menambah Deretan Korban Jiwa

Insiden ini menambah panjang daftar peserta program SPPI yang gugur saat menjalani latsarmil. Sebelumnya, media kami telah memberitakan dua peserta lain yang juga meninggal ketika mengikuti pelatihan serupa untuk calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih dan KNPM. Dengan demikian, total peserta yang meninggal dalam latihan dasar militer ini mencapai tiga orang. Kejadian beruntun ini memicu desakan agar Kemhan bersama Kementerian Koperasi mengevaluasi secara menyeluruh prosedur pemeriksaan kesehatan dan kesiapan fisik setiap peserta sebelum diterjunkan ke pendidikan ala militer.

Langkah Kemhan dan Jaminan Santunan

Brigjen Rico Ricardo memastikan Kemhan bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut. Pihaknya tengah berkoordinasi dengan tim medis Kodiklatau untuk menyelidiki faktor-faktor yang menyebabkan penurunan kondisi kesehatan peserta hingga berujung fatal. “Evaluasi internal terus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujarnya. Pemerintah juga berkomitmen memberikan santunan kepada keluarga almarhumah sebagai bentuk tanggung jawab dan penghormatan terakhir.

Program SPPI sendiri bertujuan melahirkan sarjana penggerak pembangunan di sektor koperasi, terutama Koperasi Nelayan Merah Putih yang menjadi andalan pemerintah untuk menggerakkan ekonomi pesisir. Ribuan peserta diwajibkan mengikuti latsarmil guna membentuk disiplin, ketangguhan mental, dan ketahanan fisik sebelum bertugas di berbagai daerah. Namun, rangkaian korban jiwa ini menimbulkan pertanyaan tajam terkait standar keamanan dan pengawasan kesehatan selama proses pendidikan berlangsung. Lurusin.com akan terus memantau perkembangan penyelidikan serta evaluasi dari pihak terkait.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sinta-pradana

Peneliti Data. Peneliti dan analis data untuk verifikasi.

Comments (0)

User