Pesan Berantai Modus Baru Kejahatan Terungkap sebagai Hoaks

Pesan berantai yang mengklaim adanya modus baru kejahatan dengan memanfaatkan teknik hipnosis melalui suara bel pintu telah beredar luas di aplikasi percakapan. Klaim tersebut menyebutkan bahwa pelaku...

Jul 12, 2026 - 11:10
0 0
Pesan Berantai Modus Baru Kejahatan Terungkap sebagai Hoaks

Pesan berantai yang mengklaim adanya modus baru kejahatan dengan memanfaatkan teknik hipnosis melalui suara bel pintu telah beredar luas di aplikasi percakapan. Klaim tersebut menyebutkan bahwa pelaku kejahatan kini menggunakan rekaman suara tertentu untuk membuat korban pingsan saat membuka pintu, sehingga memudahkan aksi pencurian atau penculikan. Setelah dilakukan verifikasi mendalam, klaim ini dinyatakan HOAX dan tidak memiliki dasar fakta.

Klaim yang Menyesatkan

Potongan pesan yang viral itu biasanya diawali dengan kalimat peringatan darurat, seperti “Tolong sebarkan, ini modus baru yang sangat berbahaya!” Isi pesan secara rinci menggambarkan skenario di mana seseorang menerima tamu tak dikenal yang membawa bel pintu portabel. Saat bel ditekan, bunyi yang keluar bukanlah bunyi biasa, melainkan gelombang suara tertentu yang bisa membuat penghuni rumah kehilangan kesadaran. Versi lain dari pesan menyebutkan bahwa suara tersebut mengandung frekuensi rendah yang mampu memengaruhi saraf otak manusia.

Pesan itu mencantumkan nama seorang korban beserta lokasi kejadian—biasanya di kota-kota besar—tanpa menyertakan tanggal, laporan polisi, atau bukti pendukung apa pun. Narasi dramatis dan ajakan untuk menyebarkan justru menjadi ciri khas disinformasi yang dirancang untuk menimbulkan kepanikan massal.

Verifikasi dari Sumber Resmi

Berdasarkan verifikasi yang dilakukan oleh tim Lurusin terhadap klaim tersebut, tidak ditemukan satu pun laporan kepolisian yang mendukung keberadaan modus kejahatan semacam ini. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya dalam keterangan tertulisnya menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menerima aduan tentang kejahatan dengan metode hipnosis suara. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dan menyebarluaskan informasi yang belum jelas kebenarannya,” tegasnya. Dokumen resmi berupa siaran pers bernomor SP/112/VI/2025/Humas juga menepis isu tersebut sebagai kabar bohong.

Dari sisi ilmiah, para ahli audiologi dan saraf meragukan kemungkinan suara dari perangkat kecil seperti bel pintu mampu menyebabkan pingsan instan. Gelombang suara dengan intensitas rendah memang dapat memengaruhi kenyamanan, tetapi tidak mungkin memicu hilang kesadaran secara tiba-tiba tanpa adanya faktor lain seperti kelelahan ekstrem atau kondisi medis tertentu. Penelitian yang dimuat dalam jurnal Acoustics Today edisi Januari 2024 juga menyimpulkan bahwa tidak ada teknologi suara konsumen yang mampu menghasilkan efek neurologis separah yang diklaim.

Jejak Digital dan Modus Penyebaran

Penelusuran lebih lanjut menemukan bahwa narasi serupa sebenarnya sudah beredar sejak tahun 2020 dengan variasi cerita yang berbeda-beda. Pada tahun 2021, klaim yang hampir identik pernah muncul di India, di mana pelaku disebut menggunakan “gelombang suara dari ponsel” untuk membius korban. Lembaga pemeriksa fakta internasional Boom Live telah membantah klaim tersebut dan mengategorikannya sebagai rumor tanpa bukti. Pola daur ulang konten ini menunjukkan bahwa pesan berantai tersebut sengaja dimodifikasi dan disebarkan kembali untuk menyesuaikan dengan konteks lokal demi menimbulkan ketakutan baru.

Selain itu, tautan yang disertakan dalam beberapa versi pesan ternyata mengarah pada situs tidak resmi yang meminta data pribadi pengguna. Ini adalah indikasi kuat bahwa selain bertujuan menebar kepanikan, pesan berantai tersebut juga berpotensi menjadi modus phishing atau pencurian identitas. Beberapa URL pendek yang digunakan tercatat dalam basis data PhishTank sebagai tautan berbahaya.

Kesimpulan Verifikasi

Faktanya adalah, tidak ada bukti otentik tentang modus baru kejahatan yang memanfaatkan suara bel pintu untuk membuat orang pingsan. Seluruh klaim dalam pesan berantai tersebut bertentangan dengan data kepolisian, penjelasan ilmiah, dan catatan kejadian faktual. Oleh karena itu, pesan ini dikategorikan sebagai HOAX dengan tujuan menimbulkan kepanikan dan potensi penipuan daring. Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya, terutama ketika diminta untuk menyebarluaskan dengan segera tanpa dasar yang jelas.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User