Penyandang Disabilitas Netra Angel Berhasil Lolos SNBT UGM 2025

YOGYAKARTA — Seorang penyandang disabilitas netra bernama Angel mencetak prestasi membanggakan setelah dinyatakan lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (S

Jul 13, 2026 - 06:12
0 0
Penyandang Disabilitas Netra Angel Berhasil Lolos SNBT UGM 2025

YOGYAKARTA — Seorang penyandang disabilitas netra bernama Angel mencetak prestasi membanggakan setelah dinyatakan lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) di Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 2025. Keberhasilan Angel menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi siapa pun untuk meraih pendidikan tinggi di kampus terbaik Indonesia.

Pengumuman kelulusan yang disampaikan melalui laman resmi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) pada Kamis lalu disambut haru oleh Angel dan keluarganya. Ia berhasil menembus salah satu program studi di UGM setelah melalui perjuangan panjang yang penuh tantangan.

Profil Angel: Mimpi Besar di Balik Keterbatasan

Angel merupakan siswi asal Jawa Tengah yang sejak lahir mengalami kebutaan total. Namun, kondisi tersebut tidak pernah memadamkan semangatnya untuk terus belajar. Sejak kecil, ia terbiasa menggunakan huruf Braille dan kemudian beralih ke teknologi pembaca layar (screen reader) untuk mengakses materi pembelajaran digital.

"Saya selalu percaya bahwa mimpi tidak memiliki mata. Mimpi ada di hati dan pikiran. Selama keduanya berfungsi, tidak ada alasan untuk berhenti bermimpi," ujar Angel dalam wawancara eksklusif dengan tim media UGM.

Perjalanan Panjang Menuju SNBT

  1. Januari 2025 — Pendaftaran SNBT: Angel mendaftar SNBT dengan memilih UGM sebagai kampus tujuan utama. Proses pendaftaran dilakukan dengan bantuan guru pendamping khusus di sekolahnya.
  2. Februari–Maret 2025 — Masa Persiapan Intensif: Angel menjalani bimbingan belajar intensif. Ia mengandalkan modul Braille dan aplikasi pembaca layar di laptop untuk mempelajari materi UTBK.
  3. April 2025 — Pelaksanaan UTBK: Angel mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di lokasi ujian yang telah menyediakan fasilitas aksesibilitas, termasuk perangkat lunak pembaca layar dan pendamping khusus.
  4. Mei 2025 — Pengumuman: Nama Angel muncul dalam daftar peserta lolos SNBT UGM, menandai awal perjalanan barunya sebagai mahasiswa.

Selama mengerjakan soal UTBK, Angel memanfaatkan teknologi text-to-speech yang membacakan setiap soal secara lisan. Ia kemudian menjawab menggunakan keyboard dengan bantuan screen reader JAWS (Job Access With Speech), perangkat lunak yang sudah ia kuasai sejak bangku SMP.

Dukungan Keluarga dan Sekolah

Keberhasilan Angel tidak lepas dari dukungan penuh keluarga, terutama ibunya yang selalu mendampingi selama masa belajar. Pihak sekolah juga berperan besar dengan menyediakan materi ajar dalam format yang ramah disabilitas netra.

"Angel adalah anak yang luar biasa tekun. Ia tidak pernah mengeluh. Setiap kali ada kesulitan, ia justru semakin bersemangat mencari solusi. Kami bangga menjadi bagian dari perjalanannya," ujar guru pendamping Angel.

Komitmen UGM terhadap Pendidikan Inklusif

UGM terus memperkuat komitmennya sebagai kampus inklusif. Direktorat Kemahasiswaan UGM menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung bagi mahasiswa berkebutuhan khusus, antara lain:

  • Pusat Layanan Disabilitas (Disability Support Center) yang menyediakan pendampingan akademik dan non-akademik.
  • Koleksi buku Braille dan e-book aksesibel di perpustakaan pusat.
  • Perangkat lunak pembaca layar berlisensi di laboratorium komputer.
  • Pelatihan orientasi mobilitas bagi penyandang disabilitas netra untuk mengenal lingkungan kampus.
  • Beasiswa khusus dari berbagai mitra UGM untuk mahasiswa disabilitas berprestasi.

"Kampus kami terbuka untuk semua. Kehadiran Angel dan mahasiswa disabilitas lainnya akan memperkaya keberagaman dan mendorong terciptanya lingkungan akademik yang lebih inklusif," tegas perwakilan UGM.

Inspirasi bagi Generasi Muda

Kisah Angel menjadi inspirasi bagi ribuan penyandang disabilitas di Indonesia yang bercita-cita melanjutkan pendidikan tinggi. Data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menunjukkan bahwa partisipasi penyandang disabilitas di jenjang perguruan tinggi masih rendah, yakni sekitar 3,6 persen dari total populasi usia kuliah. Keberhasilan Angel diharapkan dapat memacu peningkatan angka tersebut.

Angel sendiri berpesan kepada teman-teman sesama penyandang disabilitas untuk tidak pernah ragu mengejar pendidikan setinggi mungkin. "Jangan biarkan mata yang menentukan masa depan. Hati dan tekad kitalah yang berbicara," tutupnya.

[SOCIAL_TWEET]: Keterbatasan tak hentikan Angel raih mimpi! 🎓 Penyandang disabilitas netra ini lolos SNBT UGM 2025 berkat kerja keras dan teknologi aksesibel. Kisahnya bukti bahwa mimpi tak kenal batas fisik. #PendidikanInklusif #SNBT2025 #UGM[SOCIAL_TG]: 🎉 Kabar membanggakan! Angel, penyandang disabilitas netra, berhasil lolos SNBT UGM 2025. Ia andalkan screen reader dan Braille untuk taklukkan UTBK. Klik untuk baca perjalanan inspiratifnya! 👩‍🎓✨

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User