Pertamina Patra Niaga Uji Coba Mandatori B50 di Karawang

PT Pertamina Patra Niaga secara resmi memulai uji coba penugasan Mandatori Biodiesel B50 di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Rest Area KM 57, Kara

Jul 13, 2026 - 07:19
0 0
Pertamina Patra Niaga Uji Coba Mandatori B50 di Karawang

PT Pertamina Patra Niaga secara resmi memulai uji coba penugasan Mandatori Biodiesel B50 di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat. Langkah ini menandai implementasi awal kebijakan pemerintah untuk mempercepat adopsi bahan bakar nabati dengan campuran 50% minyak sawit pada solar, yang diyakini mampu menekan emisi karbon dan mengurangi ketergantungan impor minyak bumi.

Uji coba yang digelar di rest area strategis jalur Tol Jakarta-Cikampek ini melibatkan pengawasan ketat dari tim teknis Pertamina dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). SPBU KM 57 menjadi lokasi percontohan pertama yang melayani konsumsi B50 untuk kendaraan niaga ringan dan armada logistik yang rutin melintas di koridor utama penghubung ibu kota dengan wilayah timur Jawa.

Kronologi Implementasi Mandatori B50

Kebijakan Mandatori Biodiesel telah menjadi agenda prioritas pemerintah sejak tahun 2023, ketika Presiden Joko Widodo mendorong akselerasi program B40 dan B50 melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 Tahun 2023. Berikut tahapan kunci yang mengantarkan B50 ke tahap uji coba:

  1. Januari–Maret 2024: Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri (LAPI) ITB dan Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (LEMIGAS) menyelesaikan serangkaian uji laboratorium serta uji jalan 50.000 km pada kendaraan bermesin diesel. Hasil menunjukkan emisi CO2 turun 32,6% dan kadar NOx hanya naik tipis 1,2% dibanding B35.
  2. April–Juni 2024: Pertamina Patra Niaga memodifikasi infrastruktur di enam SPBU percontohan, termasuk peningkatan filter, pompa khusus, dan tangki timbun untuk mencegah sedimentasi gliserin khas biodiesel tinggi.
  3. 27 Agustus 2024: Uji coba lapangan dimulai di Rest Area KM 57 Karawang, menyasar 200 kendaraan per hari dengan pemantauan performa mesin, konsumsi bahan bakar, dan opasitas gas buang.
“Penugasan ini adalah bukti komitmen Pertamina dalam mendukung transisi energi nasional. B50 bukan sekadar campuran, tetapi lompatan teknologi yang memerlukan kesiapan rantai pasok dan edukasi pengguna,” ujar Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan, dalam keterangan resmi di lokasi.

Perbandingan Spesifikasi B50 vs B35

Untuk memahami lompatan dari B35 ke B50, berikut tabel perbandingan parameter kunci berdasarkan data Kementerian ESDM dan LEMIGAS:

ParameterB35 (Campuran 35% Sawit)B50 (Campuran 50% Sawit)
Kandungan Biodiesel35%50%
Angka Setana51,253,8
Emisi CO2 (g/km)182149
Stabilitas Oksidasi (jam)128 (lebih perlu pengelolaan tangki)
Kadar Air Maks (ppm)350250 (lebih ketat)
Harga Indeks Pasar (Rp/liter)9.20010.100 (estimasi awal)

Peningkatan angka setana menunjukkan pembakaran lebih sempurna, namun stabilitas oksidasi yang lebih rendah menuntut modifikasi sistem bahan bakar kendaraan. Pertamina Patra Niaga mencatat bahwa 80% kendaraan diesel di atas tahun 2020 sudah kompatibel dengan B50 tanpa perubahan komponen, sementara kendaraan lebih tua direkomendasikan mengganti selang dan seal karet menjadi fluoroelastomer.

Dampak Ekonomi dan Lingkungan

Dengan diterapkannya B50 secara nasional, pemerintah menghitung potensi penghematan devisa hingga Rp 120 triliun per tahun dari pengurangan impor solar murni. Di sisi lain, penyerapan minyak sawit domestik akan meningkat signifikan, menyerap 12 juta ton CPO yang selama ini sangat bergantung pada pasar ekspor. “Ini solusi jangka pendek paling konkret untuk mengurangi defisit neraca perdagangan sekaligus mewujudkan energi bersih,” ujar Menteri ESDM dalam pernyataan terpisah.

Kendati demikian, beberapa pakar mengingatkan perlunya mitigasi risiko deforestasi jika permintaan sawit melonjak. Organisasi lingkungan seperti Greenpeace Indonesia dan Sawit Watch meminta agar program B50 disertai moratorium ketat pembukaan lahan baru dan audit rantai pasok sawit berkelanjutan.

Langkah Selanjutnya dan Target Implementasi

Uji coba di Karawang akan berlangsung selama tiga bulan ke depan, dengan evaluasi setiap dua minggu. Jika hasil memuaskan, Pertamina akan memperluas ke 20 SPBU di Jawa-Bali pada kuartal IV 2024 dan menargetkan penerapan penuh mandatori B50 di seluruh SPBU nasional mulai Januari 2027, bersamaan dengan penyempurnaan standar nasional Indonesia (SNI) untuk biodiesel B50.

Selain itu, Pertamina menyiapkan program insentif: potongan harga Rp 500 per liter selama masa uji coba bagi konsumen yang mengisi B50 di SPBU percontohan, sebagai kompensasi atas partisipasi dalam pengumpulan data performa kendaraan.

[SOCIAL_TWEET]: Pertamina mulai uji coba Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57 Karawang. B50 kurangi emisi CO2 hingga 32,6%, hemat devisa Rp120 triliun/tahun. 🛢️🌿 #B50 #EnergiBersih #Pertamina[SOCIAL_TG]: 🟢 Uji Coba B50 Pertamina di Karawang ⛽ Kandungan sawit 50%, emisi turun 32,6%. Insentif Rp500/liter buat peserta. Klik baca detailnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User