Pemkot Cilegon Godok Pengajuan KH Wasyid Sebagai Pahlawan Nasional di Haul Syuhada
Cilegon, Bantenraya.com – Pemerintah Kota Cilegon menggelar Istigasah dan Haul Syuhada Geger Cilegon 1888 pada Jumat malam, 10 Juli 2026, di halaman Rumah
Cilegon, Bantenraya.com – Pemerintah Kota Cilegon menggelar Istigasah dan Haul Syuhada Geger Cilegon 1888 pada Jumat malam, 10 Juli 2026, di halaman Rumah Dinas Wali Kota Cilegon. Acara yang dihadiri ratusan warga, tokoh agama, dan pejabat daerah ini menjadi momen penegasan komitmen Pemkot Cilegon untuk terus mengawal pengajuan gelar Pahlawan Nasional bagi KH Mohammad Wasyid, pemimpin spiritual dan komandan perlawanan rakyat dalam tragedi Geger Cilegon 9 Juli 1888.
Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan dan Hukum, Panca N Widodo, menyampaikan bahwa semangat para syuhada harus diterjemahkan dalam bentuk aksi nyata, salah satunya melalui pengusulan resmi pahlawan nasional yang sudah berjalan sejak tahun lalu.
Kronologi Geger Cilegon 1888: Dari Pesantren ke Medan Juang
Peristiwa Geger Cilegon merupakan salah satu episode paling heroik dalam sejarah perlawanan rakyat Banten terhadap kolonialisme Belanda. Berikut kronologi penting yang menjadi latar belakang perjuangan KH Wasyid dan para pengikutnya:
- Awal Konsolidasi (1882-1888): KH Mohammad Wasyid, seorang ulama kharismatik lulusan Pesantren Banten, mulai menggalang kesadaran anti-kolonial melalui jaringan pesantren dan masjid di Cilegon dan sekitarnya. Beliau mengajarkan bahwa penjajahan adalah bentuk ketidakadilan yang bertentangan dengan ajaran Islam.
- Provokasi Kolonial (Mei-Juni 1888): Kebijakan tanam paksa, kerja rodi, dan pajak tinggi yang diterapkan pemerintah Hindia Belanda memicu kemarahan petani. Pemerintah kolonial juga merendahkan institusi keagamaan dan membatasi aktivitas keulamaan, yang semakin mendorong mobilisasi massa di bawah pimpinan KH Wasyid.
- Malam 8 Juli 1888: KH Wasyid mengumpulkan sekitar 200 orang pejuang dari kalangan santri, petani, dan jawara di Pesantren Cilegon. Melalui istigasah dan doa bersama, mereka mengikrarkan sumpah untuk melakukan jihad fisabilillah melawan penjajah Belanda.
- Fajar 9 Juli 1888: Sekitar pukul 04.00 WIB, serangan serentak dilancarkan ke pusat administrasi kolonial di Cilegon. Para pejuang dengan bersenjatakan golok, bambu runcing, dan senjata tradisional berhasil merebut beberapa pos Belanda meskipun menghadapi pasukan lengkap dengan senapan modern.
- Siang 9 Juli 1888: Meskipun sempat menguasai sebagian wilayah kota, perlawanan mulai melemah setelah Belanda mendatangkan bala bantuan dari Serang dan Batavia. KH Wasyid dan puluhan pengikut setianya bertahan di beberapa titik strategis.
- Akhir Pertempuran (10 Juli 1888): Total korban jiwa mencapai lebih dari 40 orang syuhada dari pihak pejuang, sementara KH Wasyid sendiri berhasil lolos dari kepungan namun akhirnya tertangkap dan menjalani persidangan di Batavia. Beliau dihukum buang ke luar Jawa, namun sampai akhir hayatnya tidak pernah tunduk kepada penjajah.
- Dampak Jangka Panjang: Meski kalah secara militer, Geger Cilegon menjadi inspirasi bagi gerakan kemerdekaan di Banten dan seluruh Jawa. Nama KH Wasyid dikenang sebagai simbol perlawanan ulama terhadap imperialisme.
Komitmen Pemkot Cilegon untuk Gelar Pahlawan Nasional
Dalam acara haul tersebut, Panca N Widodo menekankan bahwa peringatan bukanlah nostalgia masa lalu, melainkan panggilan untuk menyelesaikan agenda sejarah yang belum tuntas.
"Mengenang para syuhada bukan untuk larut dalam romantisme masa lalu, melainkan mengambil teladan atas keimanan, keberanian, keikhlasan, dan pengorbanan mereka. Melalui istigasah ini, kita memanjatkan doa agar semangat perjuangan para pendahulu senantiasa menjadi cahaya yang menerangi langkah kita dalam membangun daerah," tegas Panca.
Lebih konkret, Pemkot Cilegon, melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Dinas Kebudayaan, telah menyusun naskah akademik pengajuan gelar pahlawan nasional untuk KH Mohammad Wasyid. Berkas tersebut telah menjalani verifikasi di tingkat Pemerintah Provinsi Banten dan tengah diproses oleh Kementerian Sosial serta Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) di Jakarta.
Menurut rencana, pengajuan ini akan dilengkapi dengan dokumen pendukung berupa:
- Rekam jejak perjuangan KH Wasyid yang tervalidasi oleh sejarawan nasional.
- Dukungan resmi dari DPRD Kota Cilegon dan DPRD Provinsi Banten.
- Testimoni para keturunan pejuang dan komunitas pesantren di Banten.
- Kajian historis oleh Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) dan UIN Sultan Maulana Hasanuddin.
Resonansi di Kalangan Masyarakat dan Akademisi
Hadir dalam haul malam itu, beberapa perwakilan dari Nahdlatul Ulama (NU) Cilegon, MUI, serta perwakilan pesantren di Banten menyampaikan dukungan penuh terhadap pengajuan ini. Mereka menilai bahwa gelar pahlawan nasional adalah bentuk pengakuan negara atas kontribusi besar ulama dalam merebut kemerdekaan, sekaligus menyeimbangkan narasi sejarah yang selama ini didominasi oleh pahlawan dari kalangan militer dan nasionalis sekuler.
Selain itu, hasil penelitian terbaru dari tim sejarah Untirta menunjukkan bahwa KH Wasyid adalah salah satu pelopor strategi gerilya berbasis jaringan pesantren di Banten, yang kemudian diadopsi oleh para pejuang kemerdekaan pada 1945. Hal ini memperkuat argumen bahwa perannya bersifat strategis, bukan sekadar lokal sesaat.
Harapan dan Target Waktu
Pemerintah Kota Cilegon menargetkan bahwa berkas final pengajuan dapat diserahkan kepada TP2GP paling lambat akhir tahun 2026. Jika disetujui, KH Mohammad Wasyid akan menjadi warga Cilegon pertama yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Wali Kota Cilegon, yang diwakili oleh staf ahlinya, berharap momentum Haul Syuhada Geger Cilegon dapat memperkuat soliditas dan kepedulian semua pihak demi terwujudnya tujuan mulia ini.
“Peristiwa Geger Cilegon 1888 merupakan salah satu tonggak penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Perlawanan para ulama dan masyarakat Cilegon membuktikan bahwa semangat perjuangan lahir dari kekuatan iman, pesantren, dan masjid. Sudah saatnya negara memberikan penghormatan formal kepada sosok KH Wasyid,” tutup Panca.
[SOCIAL_TWEET]: Pemkot Cilegon tegaskan komitmen godok pengajuan gelar Pahlawan Nasional untuk KH Wasyid di Haul Syuhada Geger Cilegon 1888. Perjuangan ulama Banten melawan penjajah tak boleh dilupakan. #GegerCilegon #PahlawanNasional #KHWasyid[SOCIAL_TG]: 🕌✨ Pemkot Cilegon gelar Haul Syuhada Geger Cilegon 1888 dan godok pengajuan KH Wasyid sebagai Pahlawan Nasional. Semangat jihad ulama Banten melawan penjajah terus menyala. 🇮🇩 #CilegonBersejarah
Comments (0)