Pemerintah Libatkan Taruna Akmil untuk Bentuk Karakter Siswa di Sekolah Rakyat

Jakarta – Program Sekolah Rakyat yang digagas Kementerian Sosial akan mendapatkan sentuhan khas kedisiplinan militer. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, memberikan penjelas

Jul 07, 2026 - 23:22
0 0
Pemerintah Libatkan Taruna Akmil untuk Bentuk Karakter Siswa di Sekolah Rakyat

Jakarta – Program Sekolah Rakyat yang digagas Kementerian Sosial akan mendapatkan sentuhan khas kedisiplinan militer. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, memberikan penjelasan resmi mengenai latar belakang pelibatan Akademi Militer dalam program pendidikan berbasis asrama tersebut.

Dalam keterangannya kepada awak media kami di sela kegiatan seminar di Universitas Nasional, Jakarta Selatan, Selasa (30/6/2026), Gus Ipul menekankan bahwa kehadiran para taruna bukan untuk memberikan pelatihan kemiliteran, melainkan untuk menularkan budaya hidup terstruktur. Ia menyatakan bahwa pola hidup disiplin ala tentara sangat relevan untuk membentuk karakter dasar para siswa di sana.

Metode Keteladanan, Bukan Latihan Militer

Gus Ipul merinci bahwa transfer pengetahuan yang akan diberikan para taruna Akmil bersifat mendasar dan aplikatif dalam kehidupan berasrama sehari-hari. Fokus utamanya adalah pada pembiasaan rutinitas pagi yang seringkali sulit diterapkan tanpa teladan langsung.

"Taruna-taruna Akmil itu bisa memberikan contoh kepada siswa-siswa Sekolah Rakyat yang juga sekolahnya berasrama. Bagaimana bangun pagi, membersihkan tempat tidur, membersihkan peralatan-peralatan atau perlengkapan-perlengkapan yang mereka punya. Bagaimana kemudian mereka memakai sepatu, memakai seragam. Intinya adalah membantu penguatan kedisiplinan," ujar Gus Ipul.

Pernyataan ini sekaligus menepis kekhawatiran publik yang menduga adanya intervensi doktrin militer secara berlebihan di lingkungan pendidikan sipil. Menteri Sosial menegaskan bahwa intervensi yang dimaksud murni pada aspek kultur dan habit, bukan pada taktik atau fisik ala militer. Dengan kehadiran para taruna, para siswa diharapkan memiliki role model yang konsisten dalam menjaga kerapihan, kebersihan, serta ketepatan waktu.

Memutus Rantai Kemiskinan Melalui Disiplin

Lebih lanjut, Gus Ipul mengaitkan pentingnya pembentukan karakter disiplin ini dengan visi besar Sekolah Rakyat. Lembaga pendidikan ini dirancang khusus bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera agar mereka mendapatkan akses pendidikan berkualitas dan pembentukan mental yang tangguh. Menurut laporan yang dihimpun media kami, kurikulum pembiasaan dari Akmil ini diyakini mampu menciptakan generasi yang lebih kompetitif.

Sebelumnya, dalam berbagai kesempatan, Mensos selalu menekankan bahwa status kemiskinan orang tua tidak boleh menjadi takdir permanen bagi seorang anak. Negara hadir melalui Sekolah Rakyat untuk membuka jalur mobilitas vertikal. Kolaborasi dengan Akmil ini menjadi salah satu bukti bahwa pembangunan sumber daya manusia memerlukan pendekatan lintas sektor, termasuk belajar dari kultur terbaik yang dimiliki TNI dalam mencetak pribadi unggul.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kementerian Sosial terus mematangkan kurikulum integrasi tersebut agar berjalan selaras dengan tujuan pendidikan nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
ramadiansyah

Pemimpin Redaksi. Memimpin tim redaksi cek fakta dan akurasi.

Comments (0)

User