Pegadaian-Unand Perkuat Mitigasi Gempa & Tsunami di Padang Lewat Riset
PT Pegadaian (Persero) menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Andalas (Unand) untuk menyerahkan hasil riset komprehensif mengenai Pemberdayaan Masyarakat dalam Kesiapsiagaan Mandiri Menghad
PT Pegadaian (Persero) menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Andalas (Unand) untuk menyerahkan hasil riset komprehensif mengenai Pemberdayaan Masyarakat dalam Kesiapsiagaan Mandiri Menghadapi Ancaman Gempa Megathrust Mentawai dan Tsunami di Kota Padang. Kajian ini dirancang sebagai langkah proaktif guna melindungi warga yang bermukim di kawasan pesisir yang rentan terhadap bencana besar tersebut.
Dikutip dari media kami, kolaborasi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Pegadaian dalam mendorong keberlanjutan pilar Environmental, Social, and Governance (ESG). Perusahaan secara khusus memperhatikan pilar sosial dan penguatan ketahanan komunitas di sekitar wilayah operasionalnya. Melalui program Pegadaian Peduli, badan usaha milik negara tersebut membuktikan bahwa komitmennya tidak hanya tertuju pada pertumbuhan inklusi keuangan, tetapi juga mencakup aspek keselamatan serta investasi sosial jangka panjang bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana.
"Kolaborasi erat antara Pegadaian dan perguruan tinggi seperti Universitas Andalas ini menjadi bukti kuat bahwa riset tidak boleh berhenti hanya sebagai dokumen kajian akademik di perpustakaan, melainkan harus dikonversi menjadi solusi aplikatif yang menyelamatkan nyawa. Kami berharap model kesiapsiagaan mandiri ini mampu memperkuat kapasitas ketahanan (resilience) masyarakat Padang secara signifikan serta menjadi model percontohan nasional (benchmark) yang dapat direplikasi di wilayah pesisir rawan bencana lainnya di Indonesia," ujar Direktur Manajemen Risiko, Legal, dan Kepatuhan PT Pegadaian (Persero), Ismail Ilyas dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026).
Ismail Ilyas menjelaskan bahwa keterlibatan perguruan tinggi dalam riset mitigasi bencana menjadi jaminan bahwa setiap temuan akademis memiliki dasar ilmiah kuat dan dapat diaplikasikan langsung di tengah masyarakat. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan sistem kesiapsiagaan yang tidak hanya teoritis, tetapi juga praktis dan sesuai dengan kondisi sosial-budaya komunitas pesisir Padang.
Laporan Lurusin.com menyebutkan, serah terima hasil riset tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dan pelaku terkait dalam menyusun peta jalan mitigasi bencana yang lebih komprehensif. Mengingat Kota Padang berada pada posisi sangat berisiko terhadap ancaman gempa megathrust, penguatan kapasitas kesiapsiagaan mandiri dinilai sangat krusial untuk mengurangi dampak fatal dan membangun ketahanan komunitas secara berkelanjutan.
Comments (0)