Operasi Senyap KPK Berbuah Temuan Mobil Mewah di Gudang Siantar
Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi berhasil mengidentifikasi dan mengamankan sebuah kendaraan mewah yang diduga kuat menjadi barang bukti suap bagi Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardim
Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi berhasil mengidentifikasi dan mengamankan sebuah kendaraan mewah yang diduga kuat menjadi barang bukti suap bagi Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby. Mobil Toyota Land Cruiser LC 300 keluaran 2023 itu ditemukan di sebuah gudang penyimpanan kendaraan di Pematangsiantar, Sumatera Utara, setelah dilakukan penggeledahan intensif selama tiga hari sejak 4 hingga 6 Juli 2026 di wilayah Kuansing Singingi dan Pekanbaru.
Media kami memperoleh informasi bahwa kendaraan SUV premium tersebut disembunyikan dengan cara mengganti pelat nomor aslinya. Langkah ini diduga sebagai upaya untuk menghilangkan jejak dan menghambat penyidik dalam mengungkap aliran uang suap yang melibatkan Bupati Suhardiman Amby. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan temuan tersebut dalam keterangan pers yang diterima Lurusin.com.
"Barang bukti berupa Toyota Land Cruiser LC 300 tahun 2023 yang merupakan barang bukti pemberian suap dari tersangka ZKN (Zulkarnain) kepada tersangka SA, ditemukan di salah satu gudang tempat penitipan kendaraan di Pematang Siantar. Penyidik menemukan kondisi mobil tersebut sudah diganti plat nomornya," ujar Budi Prasetyo, Selasa (7/7/2026).
Kasus Suap yang Menyeret Bupati Kuansing
Kasus ini bermula dari dugaan pemberian suap oleh pihak swasta berinisial ZKN, yang diduga menyerahkan Land Cruiser tersebut kepada Suhardiman Amby untuk memuluskan sejumlah proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi. Mobil mewah ini diduga diterima oleh bupati sebagai bentuk gratifikasi yang tidak sah, yang kemudian disamarkan dengan modus penyimpanan di luar daerah.
Penggeledahan yang dilakukan penyidik tidak hanya menyasar lokasi di Kuansing dan Pekanbaru, tetapi juga merambah ke luar provinsi hingga Pematangsiantar. Gudang tempat mobil disembunyikan diduga disewa khusus untuk menyimpan kendaraan tersebut agar tidak terdeteksi. Temuan ini memperkuat dugaan adanya jejaring yang sistematis dalam menyembunyikan barang bukti suap.
KPK menegaskan bahwa pengubahan plat nomor pada kendaraan merupakan tindakan yang jelas-jelas bertentangan dengan hukum dan memperberat konstruksi perkara. Penyidik kini mendalami lebih lanjut siapa yang memerintahkan penggantian identitas kendaraan itu, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang turut membantu proses penyembunyian tersebut.
Kasus ini semakin menyoroti modus operandi yang kian rapi dalam praktik suap di daerah. Penggunaan kendaraan mewah sebagai alat suap bukanlah hal baru, namun upaya penyembunyian dengan memindahkan kendaraan ke luar provinsi dan mengubah pelat nomornya menunjukkan perencanaan matang dari para tersangka. KPK pun mengingatkan bahwa upaya penghilangan barang bukti tidak akan menghentikan proses penegakan hukum.
Hingga berita ini diturunkan, penyidik KPK masih melakukan pengembangan lebih lanjut atas temuan tersebut. Mereka akan meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengonfirmasi aliran kepemilikan kendaraan serta hubungan antara pemberi dan penerima suap. Mobil Land Cruiser LC 300 yang disita kini telah dibawa ke Jakarta untuk kepentingan pembuktian di persidangan mendatang.
Comments (0)