## OJK Pastikan Permodalan Lembaga Keuangan Tetap Kuat dan Terkendali di Tengah Dinamika Global
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa struktur permodalan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) di Indonesia saat ini berada dalam kondisi solid dengan profil risiko yang tetap terjaga. Keyakinan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa struktur permodalan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) di Indonesia saat ini berada dalam kondisi solid dengan profil risiko yang tetap terjaga. Keyakinan ini disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, dalam sebuah acara di Jakarta.
Friderica menjelaskan bahwa peran intermediasi lembaga jasa keuangan masih berfungsi optimal meskipun dinamika geopolitik global terus menghadirkan berbagai tantangan. Menurutnya, sektor jasa keuangan nasional memiliki fundamental yang cukup kuat untuk menopang berbagai program prioritas pemerintah.
"Di tengah dinamika tersebut, sektor jasa keuangan Indonesia tetap terjaga dengan permodalan yang kuat, likuiditas yang memadai, dan profil risiko yang terkendali. Kondisi ini memberikan ruang bagi sektor jasa keuangan untuk terus menjalankan fungsi intermediasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk di dalamnya percepatan program tiga juta rumah dan pengembangan UMKM,"
Pernyataan tersebut disampaikan Friderica dalam kegiatan penyempurnaan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang berlangsung di Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta Pusat, pada Senin (6/7/2026). Ia menekankan bahwa ketahanan sektor keuangan menjadi fondasi penting bagi keberhasilan program pembangunan nasional.
Dukungan untuk Program Tiga Juta Rumah
Salah satu fokus utama yang disoroti adalah kesiapan lembaga keuangan dalam mendukung percepatan program pembangunan tiga juta rumah. Program ambisius ini membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, sektor perbankan, dan lembaga keuangan non-bank dalam hal pembiayaan.
Dengan likuiditas yang memadai dan permodalan yang kuat, OJK optimistis bahwa sektor jasa keuangan mampu menyalurkan kredit dan pembiayaan yang diperlukan untuk merealisasikan target perumahan nasional tersebut. Dukungan ini diharapkan tidak hanya mempercepat penyediaan hunian layak, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor properti dan industri pendukungnya.
Lebih lanjut, pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga menjadi prioritas yang akan terus didorong melalui penguatan akses pembiayaan dari lembaga jasa keuangan. Friderica menilai bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional yang memerlukan dukungan berkelanjutan, terutama dalam situasi ekonomi global yang masih diliputi ketidakpastian.
Penyempurnaan SLIK yang menjadi lokus acara tersebut juga merupakan bagian dari upaya OJK untuk memperkuat infrastruktur sistem keuangan nasional. Dengan sistem informasi yang lebih baik, diharapkan penyaluran kredit dapat dilakukan secara lebih prudent dan tepat sasaran. Langkah ini sejalan dengan komitmen OJK untuk menjaga stabilitas sektor jasa keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Demikian laporan dari Jakarta yang dirangkum oleh Lurusin.com.
Comments (0)