Minta Maaf, KAI Ungkap Penyebab Gangguan LRT Jabodebek
Jakarta, Lurusin.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan permohonan maaf atas gangguan perjalanan LRT Jabodebek yang terjadi pada Rabu pagi, 26 Februari 2025. Gangguan tersebut menimpa
Jakarta, Lurusin.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan permohonan maaf atas gangguan perjalanan LRT Jabodebek yang terjadi pada Rabu pagi, 26 Februari 2025. Gangguan tersebut menimpa sarana SN48 (TS 16) yang melayani relasi Stasiun Harjamukti menuju Stasiun Dukuh Atas. Insiden ini menyebabkan terhentinya operasional kereta di petak jalan antara Stasiun Harjamukti dan Stasiun Ciracas sekitar pukul 10.15 WIB.
Kronologi dan Penyebab Gangguan
Berdasarkan keterangan resmi yang diterima redaksi Lurusin.com, kronologi gangguan bermula ketika kereta SN48 (TS 16) telah meninggalkan Stasiun Harjamukti. Namun, sesaat setelah memasuki petak jalan menuju Stasiun Ciracas, sistem pemantauan kereta mendeteksi anomali pada fungsi komunikasi antara kereta dan pusat kendali operasi. Anomali ini berpotensi mengganggu keandalan sistem keselamatan perjalanan, sehingga petugas Train Attendant (TA) di dalam kereta segera mengambil keputusan untuk menghentikan laju kereta.
VP Public Relations KAI, Anne Purba, dalam pernyataannya mengungkapkan bahwa penyebab utama gangguan ini adalah kegagalan sementara pada modul komunikasi vital kereta, yang dikenal dengan istilah Train Control and Monitoring System (TCMS). "Sistem TCMS pada sarana SN48 mengalami gangguan koneksi data dengan pusat kendali, sehingga kami tidak bisa memastikan seluruh parameter keselamatan berjalan normal. Berdasarkan SOP, kami wajib menghentikan kereta dan mengembalikannya ke stasiun asal demi keselamatan seluruh penumpang," jelas Anne.
"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pengguna LRT Jabodebek. Keselamatan perjalanan adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Saat ini, sarana tersebut sudah ditarik ke depo untuk dilakukan pemeriksaan menyeluruh oleh tim teknis kami," tambah Anne.
Dampak dan Tindakan Operasional
Keputusan untuk kembali ke Stasiun Harjamukti diambil pada pukul 10.20 WIB. Dengan dipandu oleh petugas TA, kereta bergerak mundur secara terkendali dan tiba kembali di Stasiun Harjamukti tanpa kendala berarti. Seluruh penumpang diarahkan untuk melanjutkan perjalanan menggunakan rangkaian kereta berikutnya yang telah disiapkan oleh petugas stasiun.
Manajemen KAI memastikan bahwa gangguan ini tidak berdampak pada sarana lain yang melintas di jalur yang sama, karena sistem persinyalan otomatis langsung menerapkan blokade pada petak jalan yang terdampak. Sementara itu, jadwal perjalanan LRT Jabodebek mengalami sedikit penyesuaian untuk menjaga kelancaran operasional, dan situasi sudah kembali normal sekitar pukul 11.30 WIB.
KAI mengimbau seluruh pengguna LRT Jabodebek untuk selalu memperhatikan informasi perjalanan melalui kanal resmi perusahaan dan aplikasi Access by KAI. Tim teknis akan terus melakukan investigasi menyeluruh terhadap akar masalah gangguan TCMS agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Dengan adanya insiden ini, KAI kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga tingkat keselamatan tertinggi pada setiap perjalanan LRT Jabodebek, sekalipun harus mengambil keputusan yang berdampak pada kenyamanan sementara.
Comments (0)