Messi si Kucing Lincah Resmi Kantongi KTA Muhammadiyah
Kisah unik datang dari seekor kucing bernama Messi yang baru-baru ini menjadi perbincangan hangat. Bukan karena prestasi di lapangan hijau, melainkan karena hewan berbulu ini didapuk sebagai pemegang ...
Kisah unik datang dari seekor kucing bernama Messi yang baru-baru ini menjadi perbincangan hangat. Bukan karena prestasi di lapangan hijau, melainkan karena hewan berbulu ini didapuk sebagai pemegang Kartu Tanda Anggota (KTA) Muhammadiyah. Fenomena ini menimbulkan gelombang tawa sekaligus pertanyaan di tengah masyarakat.
Messi adalah kucing peliharaan Azman, seorang warga yang mengaku mengadopsi kucing tersebut dari jalanan. Keistimewaan Messi dibanding kucing kebanyakan terletak pada kelincahannya yang mengingatkan sang pemilik pada megabintang sepak bola Lionel Messi.
Kenangan Pertama Bersama Messi
Azman menceritakan, saat pertama kali menemukan Messi di sebuah gang sempit, kucing itu langsung menunjukkan gerakan lincah dan lompatan gesit yang sulit diikuti kucing lain. "Dia seperti sedang menggiring bola imajiner," ujarnya. Kesan itulah yang membuat nama Messi dipilih, sebagai penghormatan kepada pemain Argentina yang dikenal dengan dribel cepat dan kakinya yang ajaib.
Sejak saat itu, Messi tinggal bersama Azman dan keluarganya. Tak hanya sebagai hewan peliharaan, Messi dianggap seperti anggota keluarga sendiri. Kedekatan inilah yang kemudian mendorong Azman untuk melakukan sesuatu yang tak biasa: mendaftarkan Messi sebagai anggota Muhammadiyah.
Langkah Kontroversial: KTA untuk Kucing
Proses pemberian KTA kepada Messi bermula dari candaan Azman saat mengisi formulir keanggotaan organisasi Islam itu. Dalam kolom nama, ia menuliskan "Messi", lengkap dengan data fiktif yang mengundang gelak tawa pengurus. Namun, candaan itu berubah serius ketika pengurus cabang justru merespons dengan mencetak KTA fisik bertuliskan nama Messi dan foto sang kucing.
"Ini murni spontanitas. Saya tidak menyangka akan benar-benar keluar kartunya," kata Azman, yang tidak menyangka aksinya akan viral. Kartu yang dimaksud tampak seperti KTA biasa, tetapi dengan foto seekor kucing abu-abu berwajah datar. Nomor anggota dan barcode juga tertera di sana, semakin meyakinkan publik bahwa kejadian ini nyata.
Meski demikian, Azman menegaskan bahwa KTA itu hanya simbolik dan tidak diakui secara administratif oleh Muhammadiyah. "Pengurus tahu ini hanya untuk lucu-lucuan. Mereka ikut meramaikan saja," imbuhnya.
Respons Organisasi dan Warganet
Pihak Muhammadiyah melalui salah satu pengurus daerah menyatakan bahwa secara resmi keanggotaan hanya berlaku untuk manusia, namun mereka memahami niat baik di balik tindakan tersebut. "Ini bagian dari kehangatan berorganisasi. Tidak ada yang merasa dirugikan, malah jadi hiburan tersendiri," ujar perwakilan yang enggan disebutkan namanya.
Di media sosial, unggahan tentang KTA kucing Messi langsung ramai diperbincangkan. Banyak warganet yang memberikan komentar jenaka, mulai dari mempertanyakan apakah Messi akan membayar iuran, hingga mengusulkan agar kucing itu juga didaftarkan sebagai pemilih pemilu. Tak sedikit pula yang menjadikan momen ini sebagai bahan meme kreatif.
Makna di Balik Humor
Di balik kelucuan, fenomena ini menyisipkan pesan tentang kasih sayang terhadap hewan dan toleransi dalam komunitas. Keluarga Azman menunjukkan bahwa hewan peliharaan bisa mendapatkan tempat istimewa dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam nuansa keagamaan dan organisasi. Meski tidak literal, pengakuan simbolik semacam ini mencerminkan keterbukaan dan sikap ramah yang menjadi nilai dasar persyarikatan.
Ke depan, Azman berencana membuatkan kartu serupa untuk hewan peliharaannya yang lain, sebagai pengingat lucu tentang pentingnya memperlakukan makhluk hidup dengan baik. Sedangkan Messi sendiri, dengan KTA di lehernya (dalam bentuk kalung), tetap berlari gesit mengejar bola-bola kecil di halaman rumah, seolah tak peduli dengan ketenaran mendadak yang disandangnya.
Kisah Messi dan KTA Muhammadiyah-nya menjadi pengingat bahwa di tengah rutinitas serius, selalu ada ruang untuk senyum dan kebaikan sederhana.
Baca juga:
Comments (0)