Pertamina Bagikan 20 Ribu Paket Sekolah untuk Siswa Prasejahtera
Menjelang dimulainya tahun ajaran baru, PT Pertamina (Persero) menggelar program sosial berskala besar dengan membagikan puluhan ribu paket perlengkapan belajar. Bantuan ini secara khusus ditujukan ba...
Menjelang dimulainya tahun ajaran baru, PT Pertamina (Persero) menggelar program sosial berskala besar dengan membagikan puluhan ribu paket perlengkapan belajar. Bantuan ini secara khusus ditujukan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Total lebih dari 20.000 paket telah didistribusikan dalam kurun waktu dua pekan terakhir.
Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan energi milik negara itu untuk memajukan sektor pendidikan serta meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama di masa transisi tahun ajaran. Setiap paket berisi seragam sekolah, sepatu, tas, buku tulis, alat tulis, dan masker. Bantuan disalurkan melalui jaringan kantor wilayah, unit operasi, serta berkolaborasi dengan pemerintah daerah setempat.
Jangkauan dan Distribusi Bantuan
Program ini menyasar siswa jenjang SD, SMP, dan SMA sederajat di 15 provinsi. Beberapa daerah yang menjadi prioritas antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan. Proses distribusi dilakukan secara bertahap dengan mendatangi sekolah-sekolah sasaran maupun melalui posko yang didirikan di balai desa. Data penerima diperoleh dari basis data terpadu kesejahteraan sosial serta rekomendasi dinas pendidikan setempat, sehingga bantuan tepat sasaran.
Menurut keterangan manajemen Pertamina, sebanyak 60% paket telah sampai ke tangan siswa di wilayah Sumatra dan Jawa, sedangkan sisanya didistribusikan di kawasan Indonesia timur yang logistiknya lebih menantang. Di Papua dan Nusa Tenggara Timur, pengiriman dibantu oleh mitra lokal dan TNI untuk menjangkau daerah pedalaman.
Komitmen Pertamina pada Pendidikan
Corporate Secretary Pertamina, dalam rilis resmi yang dikutip hari ini, menekankan bahwa pendidikan adalah salah satu pilar utama tanggung jawab sosial perusahaan. “Kami percaya bahwa investasi terbaik untuk masa depan bangsa adalah dengan memastikan anak-anak mendapatkan akses pendidikan yang layak. Perlengkapan sekolah mungkin tampak sederhana, tetapi kehadirannya dapat menjadi pemicu semangat belajar,” ujarnya.
Tidak hanya seragam dan alat tulis, pada beberapa lokasi Pertamina juga memberikan beasiswa pendidikan bagi siswa berprestasi dari keluarga tidak mampu. Program beasiswa ini telah berjalan sejak 2017 dan telah menjangkau lebih dari 5.000 pelajar. Tahun ini, perusahaan mengalokasikan dana CSR pendidikan sebesar lebih dari Rp150 miliar, meningkat 12% dibanding tahun sebelumnya. Dana tersebut mencakup perbaikan sarana prasarana sekolah, pelatihan guru, dan bantuan operasional bagi sekolah-sekolah di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).
Respons Positif dari Penerima Manfaat
Di Kabupaten Indramayu, ratusan orang tua murid menyambut gembira pembagian paket sekolah. Salah satu penerima, Ibu Suryati, mengaku sangat terbantu karena pendapatannya sebagai buruh cuci hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari. “Anak saya sudah kelas 4 SD, seragamnya sudah sempit dan sepatunya rusak. Saya bingung cari uang dari mana. Tiba-tiba dapat bantuan ini, rasanya seperti mimpi,” katanya sambil menahan haru.
Hal serupa terlihat di Makassar, di mana antrean panjang terjadi saat pembagian paket di sebuah SD inpres. Kepala Sekolah SD Inpres Tamalate, Muh. Nur, mengatakan bahwa lebih dari 70% muridnya berasal dari keluarga nelayan dan buruh harian lepas. Bantuan ini, menurutnya, mampu menekan angka putus sekolah yang biasanya meningkat setiap kali tahun ajaran baru karena ketiadaan biaya untuk membeli perlengkapan dasar.
Sinergi dengan Pemerintah dan Swasta
Program ini bukanlah yang pertama kali dilakukan Pertamina. Pada tahun sebelumnya, perusahaan telah menyalurkan 18.000 paket serupa. Kenaikan jumlah penerima tahun ini mencerminkan perluasan jangkauan dan penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah. Di beberapa kota, kegiatan ini juga melibatkan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) setempat yang turut menyumbang buku bacaan dan tempat minum.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui perwakilan di daerah menyampaikan apresiasi atas langkah ini. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, dalam sambutannya saat acara seremonial di Semarang, menyatakan bahwa kolaborasi antara BUMN dan pemerintah sangat krusial dalam mengejar target wajib belajar 12 tahun. “Gerakan ini bukan hanya tentang barang, tetapi tentang pesan bahwa setiap anak berhak atas pendidikan yang setara,” tuturnya.
Dampak dan Keberlanjutan Program
Di luar aspek kuantitas, Pertamina juga menekankan pada kualitas dan ketepatan waktu penyaluran. Agar paket benar-benar diterima sebelum hari pertama sekolah, perusahaan mengerahkan 45 titik distribusi dan 200 relawan internal. Evaluasi dari program sebelumnya menunjukkan bahwa pemberian perlengkapan sekolah mampu meningkatkan kehadiran siswa di kelas pada minggu pertama tahun ajaran hingga 25% lebih tinggi dibandingkan kelompok yang tidak menerima bantuan, berdasarkan survei internal yang dilakukan oleh tim CSR Pertamina di lima kota sampel.
Ke depannya, Pertamina berencana mengintegrasikan program ini dengan pelatihan literasi energi dan lingkungan. Siswa penerima bantuan akan mendapatkan modul pembelajaran tentang energi bersih dan konservasi, sejalan dengan misi perusahaan dalam transisi energi. Dengan demikian, bantuan ini tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga menanamkan nilai-nilai positif bagi generasi muda.
Secara keseluruhan, penyaluran lebih dari 20.000 paket perlengkapan sekolah ini menjadi bukti nyata bahwa sektor korporasi dapat berperan aktif dalam menyelesaikan persoalan sosial. Di tengah tantangan pemulihan ekonomi pascapandemi, kehadiran bantuan semacam ini menjadi angin segar bagi ribuan keluarga yang memimpikan masa depan lebih baik melalui pendidikan anak-anak mereka.
Baca juga:
Comments (0)