Menteri LH Ungkap Potensi Perdagangan Karbon di TPST Bantargebang

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Mohammad Jumhur Hidayat mengungkap potensi besar pendapatan yang bisa diraih dari skema perdagangan karbon di kawasan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargeban

Jul 06, 2026 - 12:58
0 0
Menteri LH Ungkap Potensi Perdagangan Karbon di TPST Bantargebang

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Mohammad Jumhur Hidayat mengungkap potensi besar pendapatan yang bisa diraih dari skema perdagangan karbon di kawasan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. Dalam sebuah acara di Jakarta, ia menyebut bahwa nilai ekonomi dari aktivitas pengelolaan sampah dan pemrosesan karbon di lokasi tersebut dapat menembus angka ratusan miliar rupiah.

Peluang dari Sampah di Bantargebang

Pernyataan tersebut disampaikan saat Jumhur hadir dalam peluncuran buku berjudul 'Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z' di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, pada Sabtu (4/7/2026). Meskipun berada dalam forum diskusi ideologi, Menteri Jumhur menyempatkan diri untuk membahas isu lingkungan yang kini menjadi arus utama, khususnya terkait ekonomi hijau. TPST Bantargebang, yang selama ini lebih dikenal sebagai tempat pembuangan akhir sampah bagi wilayah DKI Jakarta, dipandang dapat bertransformasi menjadi aset ekonomi baru. Melalui teknologi pengolahan sampah yang tepat, emisi gas metana dari tumpukan sampah organik dapat dikelola dan diubah menjadi komoditas dalam pasar karbon, yang diminati oleh banyak negara dan korporasi global untuk memenuhi target penurunan emisi mereka.

Indonesia sebagai Paru-paru Dunia

Lebih lanjut, Jumhur menjelaskan bahwa potensi besar ini tidak hanya terbatas pada sektor pengelolaan sampah. Ia menyoroti posisi strategis Indonesia sebagai negara dengan hutan tropis yang luas, yang secara alami berperan sebagai penyuplai oksigen bagi dunia. Menurutnya, era baru telah tiba di mana konservasi alam dapat menghasilkan pendapatan yang sangat besar melalui mekanisme offset karbon. Laporan dari media kami mencatat, Jumhur menegaskan bahwa Indonesia bisa memiliki potensi pendapatan hingga ribuan triliun rupiah dari peran vital hutannya dalam menyerap karbon dioksida.

"All of a sudden kita itu sekarang bisa punya uang ribuan triliun karena kita sebagai penyuplai oksigen dunia. Jadi hutan dikaveling, di-offset, ada dana di situ," kata Jumhur di hadapan hadirin.

Dengan hitung-hitungan tersebut, skema kavling hutan untuk dikelola secara berkelanjutan sebagai bagian dari proyek offset karbon global diyakini akan menjadi sumber devis baru. Jumhur tampak optimistis bahwa jika potensi ini dapat dikelola dengan tata kelola yang tepat dan transparan, sektor lingkungan hidup akan mampu menjadi salah satu pilar utama perekonomian nasional di masa depan. Mulai dari pengolahan sampah perkotaan seperti di Bantargebang hingga pelestarian bentang alam yang luas, terbuka kesempatan besar untuk menarik investasi hijau serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi berbasis alam.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sinta-pradana

Peneliti Data. Peneliti dan analis data untuk verifikasi.

Comments (0)

User