Korban Tewas Akibat Gempa Venezuela Naik Jadi 2.954 Orang
Caracas - Jumlah korban tewas akibat dua gempa dahsyat yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni lalu terus bertambah. Hingga Minggu (5/7), data yang dihimpun oleh otoritas setempat dan dilaporkan oleh
Caracas - Jumlah korban tewas akibat dua gempa dahsyat yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni lalu terus bertambah. Hingga Minggu (5/7), data yang dihimpun oleh otoritas setempat dan dilaporkan oleh media kami, Lurusin.com, menunjukkan angka korban jiwa mencapai 2.954 orang. Angka ini bertambah lebih dari 300 jiwa dibandingkan data pada Jumat (3/7) yang mencatat sekitar 2.600 korban meninggal.
Selain itu, lebih dari 16.000 orang dilaporkan mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan. Gempa berkekuatan besar yang terjadi secara beruntun tersebut tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga meruntuhkan ribuan bangunan, termasuk rumah sakit, sekolah, dan pusat perbelanjaan. Kerusakan infrastruktur yang parah menghambat proses evakuasi dan distribusi bantuan ke daerah-daerah terisolasi.
Ribuan Orang Masih Hilang
Bencana ini juga menyebabkan ribuan orang masih dinyatakan hilang. Tim penyelamat dari berbagai lembaga nasional maupun internasional terus melakukan pencarian di tengah puing-puing bangunan yang runtuh. Hingga saat ini, harapan menemukan korban selamat semakin tipis, namun upaya pencarian tetap dilanjutkan dengan menggunakan alat pendeteksi dan anjing pelacak.
"Kami mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk mencari dan menyelamatkan setiap warga yang mungkin masih hidup di bawah reruntuhan. Ini adalah bencana terbesar dalam sejarah modern Venezuela," ujar Menteri Dalam Negeri Venezuela kepada Lurusin.com.
Sementara itu, Presiden Venezuela membantah kritik yang menyebut pemerintahannya lambat dalam menangani dampak gempa. Dalam konferensi pers pada Sabtu (4/7), ia menegaskan bahwa respons darurat telah dijalankan segera setelah gempa terjadi.
"Sejak menit pertama bencana, kami telah memobilisasi militer, relawan, dan tim medis. Saya tidak menerima tuduhan bahwa kami lambat. Situasi ini sangat kompleks dan kami melakukan yang terbaik," tegas Presiden.
Namun, warga di beberapa wilayah terdampak mengeluhkan minimnya bantuan makanan, air bersih, dan obat-obatan. Banyak pengungsi yang kini tinggal di tenda darurat menghadapi risiko penyakit akibat sanitasi yang buruk. Komunitas internasional telah menjanjikan bantuan dana dan logistik, namun akses ke lokasi bencana masih menjadi kendala utama akibat jalur transportasi yang terputus.
Gempa Venezuela kali ini tercatat sebagai salah satu bencana seismik paling mematikan di Amerika Latin dalam satu dekade terakhir. Pemerintah setempat memperkirakan jumlah korban jiwa masih berpotensi meningkat seiring dengan terus ditemukannya jenazah dari reruntuhan. Data resmi terus diperbarui setiap hari dan Lurusin.com akan terus memantau perkembangan terkini dari Caracas.
Comments (0)