Menhut Raja Juli Antoni Umumkan Indonesia Masuki Fase Baru Pasar Karbon di London
LONDON — Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan kepemimpinan Indonesia dalam aksi iklim global pada ajang London Climate Action Week. Dalam pertemuan The Coalition Senior Representa
LONDON — Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan kepemimpinan Indonesia dalam aksi iklim global pada ajang London Climate Action Week. Dalam pertemuan The Coalition Senior Representatives Meeting yang dihadiri para pemimpin dan delegasi internasional, Raja Juli menyampaikan bahwa Indonesia resmi memasuki babak baru implementasi pasar karbon. Langkah ini disebut sebagai titik balik penting yang menandai beralihnya fokus dari perancangan kebijakan ke aksi nyata di lapangan.
Berdasarkan laporan yang diterima media kami, Lurusin.com, Sabtu (27/6/2026), pernyataan tersebut menekankan penguatan tata kelola sektor kehutanan sebagai fondasi pasar karbon nasional yang kredibel, transparan, dan berdampak besar.
"Indonesia kini resmi memasuki fase baru implementasi pasar karbon yang kredibel, transparan, dan berdampak besar melalui penguatan tata kelola sektor kehutanan," ujar Raja Juli.
Fase baru ini tidak hanya akan mempertegas komitmen Indonesia dalam pengurangan emisi gas rumah kaca, tetapi juga membuka peluang investasi hijau yang lebih luas. Selama ini, Indonesia dikenal sebagai salah satu pemilik hutan tropis terluas di dunia, mencakup lebih dari 120 juta hektare, sehingga peran vitalnya dalam menyerap karbon tidak diragukan lagi. Dengan pasar karbon yang berjalan efektif, nilai konservasi hutan dapat dikonversi menjadi insentif ekonomi yang langsung dirasakan oleh negara dan masyarakat lokal.
Dari Kebijakan ke Aksi Konkret
Raja Juli menegaskan bahwa perjalanan panjang menuju pasar karbon yang matang telah menemui bentuk implementasinya. Pemerintah tidak lagi berkutat pada penyusunan regulasi, melainkan sudah mulai menjalankan mekanisme pengukuran, pelaporan, dan verifikasi (MRV) karbon yang ketat, serta melibatkan masyarakat adat dan komunitas setempat dalam pengelolaan hutan lestari.
"Indonesia tidak lagi sekadar merancang kebijakan, melainkan telah melangkah jauh ke tahap implementasi praktis yang nyata di lapangan," tambahnya.
Beberapa langkah nyata yang tengah berjalan antara lain penerapan sertifikasi karbon hutan, penguatan sistem pemantauan berbasis teknologi digital, serta harmonisasi regulasi antara kementerian terkait. Selain itu, bursa karbon domestik yang telah diresmikan sebelumnya terus dimatangkan agar mampu berinteraksi dengan pasar karbon global. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor internasional terhadap kredit karbon asal Indonesia.
Di forum London tersebut, delegasi Indonesia turut mengundang kolaborasi lebih erat dengan berbagai negara dan lembaga pendanaan iklim, guna mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon. Dengan masuknya Indonesia ke fase baru ini, aksi iklim nasional diyakini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap target FOLU (Forestry and Other Land Use) Net Sink 2030 dan pencapaian Persetujuan Paris.
Lurusin.com akan terus memantau perkembangan hasil pertemuan London Climate Action Week dan langkah-langkah strategis Kementerian Kehutanan dalam merealisasikan pasar karbon yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Comments (0)