Mendagri Sebut Penguatan Program Bedah Rumah Wujud Keberpihakan Pemerintah

Lurusin.com, Jakarta — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyatakan bahwa penguatan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang lebih dikenal sebagai program b

Jul 08, 2026 - 05:40
0 0
Mendagri Sebut Penguatan Program Bedah Rumah Wujud Keberpihakan Pemerintah

Lurusin.com, Jakarta — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyatakan bahwa penguatan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang lebih dikenal sebagai program bedah rumah merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat kecil. Program ini digencarkan untuk meningkatkan kualitas hidup warga, terutama mereka yang masuk dalam kategori masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), agar dapat memiliki hunian yang layak, sehat, dan aman.

Tito menekankan bahwa perhatian pemerintah terhadap masyarakat kecil saat ini jauh lebih terfokus dan masif, tercermin dari semakin luasnya cakupan program bedah rumah yang menjadi salah satu inisiatif andalan di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Menurut Tito, langkah ini bukan sekadar proyek fisik semata, melainkan bagian dari strategi pembangunan sosial dan kemanusiaan yang menempatkan wong cilik sebagai prioritas utama.

"Presiden kita, Pak Prabowo Subianto, sangat-sangat peduli dengan rakyat kecil. Ini adalah contoh kecil dari kepedulian beliau, yang mungkin tidak banyak terbaca, yaitu program bedah rumah," kata Tito dalam keterangan tertulis yang diterima media kami, Rabu (24/6/2026).

Program bedah rumah, yang secara teknis bernama BSPS, merupakan bantuan yang diberikan pemerintah untuk merenovasi atau membangun kembali rumah warga yang kondisinya tidak layak huni. Bantuan ini mencakup material bangunan dan pendampingan teknis, sementara warga penerima manfaat turut bergotong royong dalam proses pembangunannya. Pendekatan ini dinilai mampu menumbuhkan rasa memiliki dan semangat kegotongroyongan di tengah masyarakat.

Tito Karnavian berharap, dengan adanya penguatan program ini, tidak hanya kualitas perumahan yang meningkat, tetapi juga kesejahteraan dan kesehatan masyarakat secara umum. Rumah yang layak, menurutnya, menjadi fondasi awal bagi keluarga untuk dapat hidup lebih produktif. Pemerintah daerah juga didorong untuk berperan aktif dalam pendataan calon penerima, pengawasan pelaksanaan, serta sinkronisasi dengan program pembangunan daerah lainnya agar hasilnya tepat sasaran dan berkelanjutan.

Langkah ini juga dipandang sejalan dengan upaya pengentasan kemiskinan ekstrem dan penurunan angka stunting, karena lingkungan tempat tinggal yang bersih dan sehat berpengaruh langsung terhadap status gizi dan tumbuh kembang anak. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, program bedah rumah diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan yang inklusif dan membawa dampak positif yang meluas bagi seluruh lapisan masyarakat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
ramadiansyah

Pemimpin Redaksi. Memimpin tim redaksi cek fakta dan akurasi.

Comments (0)

User