Maros — Lapangan futsal Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Maros

Di antara deretan pejabat yang hadir, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, Gunawan, menempati posisi yang mencolok. Kehadirannya

Jul 09, 2026 - 19:01
0 0

Di antara deretan pejabat yang hadir, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, Gunawan, menempati posisi yang mencolok. Kehadirannya bukan bagian dari struktur LPKA Maros, namun sinyal dukungan dari satuan kerja pemasyarakatan dewasa terhadap sistem pembinaan anak. Secara resmi, acara dibuka oleh Bupati Maros, Chaidir Syam. Hadir pula Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, Mulyadi, seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Sulawesi Selatan, unsur Forkopimda, dan tamu undangan lainnya. Kehadiran menyeluruh ini menempatkan turnamen bukan sekadar pertandingan, melainkan titik temu kebijakan pembinaan.

Dukungan Struktural dan Simbolik Kalapas Narkotika

Partisipasi Kalapas Sungguminasa bukan hanya representasi seremonial. Lembaga yang dipimpinnya menangani warga binaan dewasa, namun kehadirannya di LPKA Maros menggarisbawahi prinsip bahwa tanggung jawab pemasyarakatan bersifat kontinum: pembinaan anak yang gagal dapat berujung pada hunian dewasa. Data penghuni LPKA yang mengalami residivisme setelah dewasa menjadi fakta yang melatari dukungan tersebut. Oleh karena itu, kehadiran Gunawan dapat dibaca sebagai langkah pencegahan tersier — memutus siklus kriminalisasi dengan memperkuat fondasi pembinaan sejak usia remaja.

“Kegiatan seperti ini patut kita apresiasi karena memberikan kesempatan kepada anak-anak binaan untuk terus berkembang dan menunjukkan potensi terbaik yang mereka miliki. Meskipun sedang menjalani masa pembinaan, mereka tetap merupakan bagian dari generasi penerus bangsa yang memiliki hak untuk tumbuh, belajar, berkreasi, dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Gunawan.

Pernyataan tersebut merefleksikan kerangka hukum: Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak menegaskan hak anak untuk memperoleh pembinaan, pendidikan, dan pengembangan bakat. Turnamen futsal menjadi salah satu operasionalisasi hak itu. Gunawan juga menekankan bahwa momen Hari Anak Nasional seharusnya memicu optimalisasi perhatian, perlindungan, dan pembinaan untuk semua anak, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan di LPKA — sebuah pengakuan yang kerap luput dari wacana publik.

Olahraga sebagai Instrumen Non-Penal

Turnamen “Gelora Anak Bangsa” dirancang tidak hanya sebagai kompetisi, tetapi sebagai instrumen pembinaan karakter. Nilai-nilai disiplin, kerja sama, sportivitas, tanggung jawab, dan pantang menyerah menjadi target intervensi yang ingin ditanamkan. Pendekatan ini sesuai dengan model pembinaan berbasis aktivitas positif yang mengurangi risiko perilaku destruktif. Kegiatan olahraga terstruktur di lingkungan pemasyarakatan anak telah terbukti menurunkan tingkat konflik internal dan meningkatkan kohesi sosial — meskipun data spesifik LPKA Maros tidak dirilis, pola ini konsisten dengan temuan di berbagai lembaga serupa.

“Melalui kegiatan olahraga seperti futsal, nilai-nilai disiplin, kerja sama, sportivitas, tanggung jawab, serta semangat pantang menyerah dapat terus ditanamkan. Kami berharap anak-anak binaan di LPKA Maros tidak kehilangan harapan maupun kesempatan untuk mengukir prestasi,” tambah Gunawan.

Pernyataan tersebut memperlihatkan pendekatan yang berorientasi pada outcome jangka panjang: agar setelah kembali ke masyarakat, anak binaan mampu menjadi pribadi yang lebih baik, mandiri, dan memberikan kontribusi positif — bukan kembali ke sistem pemasyarakatan. Turnamen ini juga menjadi bagian dari strategi komunikasi publik pemasyarakatan untuk menampilkan wajah pembinaan yang progresif, membalik stigma bahwa LPKA hanyalah tempat penghukuman.

Rangkaian Hari Anak Nasional dan Komitmen Daerah

Dibukanya turnamen oleh Bupati Maros memperlihatkan komitmen pemerintah daerah terhadap isu anak, termasuk anak binaan yang secara yuridis berada di bawah kementerian pusat. Sinergi ini penting mengingat sumber daya pemda — seperti lapangan, pelatih, atau dukungan karantina kesehatan — dapat memperkaya program pembinaan LPKA. Sementara itu, kehadiran Mulyadi selaku Kakanwil Ditjen PAS Sulsel menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan arah kebijakan pemasyarakatan nasional yang menekankan pengembangan kapasitas anak binaan dan pemenuhan hak-hak dasarnya.

Turnamen “Gelora Anak Bangsa” menjadi lebih dari sekadar rangkaian peringatan Hari Anak Nasional 2026. Ia merupakan deklarasi bahwa pembinaan anak binaan adalah proyek kolektif: dari LPKA, pemasyarakatan dewasa, pemerintah daerah, hingga aparat penegak hukum yang hadir. Setiap gol yang tercipta di lapangan futsal LPKA Maros pada 8 Juli itu barangkali tidak tercatat dalam statistik resmi, tetapi menjadi penanda bahwa sistem sedang berupaya keras memutus rantai pemasyarakatan, satu tendangan demi satu tendangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User