Makassar — Pemkot Usulkan Revitalisasi 79 Sekolah, 30 Masuk Daftar Penerima Pusat

Makassar — Pemerintah Kota Makassar mengajukan usulan revitalisasi 79 unit sekolah kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada t

Jul 09, 2026 - 19:04
0 0

Makassar — Pemerintah Kota Makassar mengajukan usulan revitalisasi 79 unit sekolah kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada tahun anggaran 2026. Berdasarkan hasil verifikasi terbaru, sebanyak 30 sekolah telah ditetapkan sebagai penerima program revitalisasi yang dibiayai pemerintah pusat.

Data ini terkonfirmasi dalam kegiatan peletakan batu pertama pembangunan revitalisasi SD Muhammadiyah Mimbar Baru di Jalan Pongtiku, Kecamatan Bontoala, Rabu (8/7/2026). Acara tersebut dihadiri Direktur Sekolah Dasar Kemendikdasmen, Moch. Salim Somad, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman.

Program revitalisasi ini merupakan bagian dari instruksi prioritas Presiden yang menargetkan perbaikan total bangunan sekolah dengan kategori rusak berat. Tujuannya memastikan kegiatan belajar mengajar berlangsung dalam lingkungan yang aman dan layak.

“Revitalisasi sekolah ini merupakan program prioritas Bapak Presiden untuk perbaikan gedung sekolah. Sekolah-sekolah dengan kategori rusak berat menjadi prioritas utama yang kami perbaiki,” ujar Salim Somad di lokasi.

Seleksi Ketat dan Verifikasi Data

Dari 79 usulan awal, Kemendikdasmen semula hanya mengalokasikan kuota revvitalisasi untuk 11 sekolah. Namun, setelah melalui proses verifikasi lapangan dan penilaian terhadap dokumen pendukung, jumlah penerima meningkat signifikan menjadi 30 sekolah. Penambahan ini menunjukkan bahwa basis data kondisi fisik sekolah yang diajukan Pemkot Makassar dinilai kredibel.

“Alhamdulillah, dari 79 sekolah yang diusulkan, sudah sekitar 30 sekolah yang masuk. Ini capaian yang sangat baik,” kata Salim.

Kemendikdasmen menekankan pentingnya akurasi data sebagai prasyarat penyaluran bantuan. Setiap usulan harus mencerminkan kondisi riil di lapangan. Salim secara tegas memperingatkan potensi manipulasi data tingkat kerusakan karena akan merugikan daerah itu sendiri—sekolah yang seharusnya mendapat prioritas berpotensi tersingkir.

Selain renovasi fisik, Kemendikdasmen juga mengintegrasikan program digitalisasi pembelajaran dalam paket revitalisasi. Langkah ini untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh, tidak hanya dari aspek infrastruktur.

Tahapan Administrasi yang Ketat

Dinas Pendidikan Kota Makassar diminta mengawal penyelesaian administrasi bagi 19 sekolah yang masuk dalam tahap pertama. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dijadwalkan berlangsung pada 16–20 Juli 2026. Setiap sekolah wajib memenuhi seluruh persyaratan dokumen teknis dan legal sebelum diundang ke meja perjanjian.

“Kami ingin ketika sekolah diundang untuk penandatanganan PKS, semuanya sudah benar-benar siap. Jangan sampai diundang tetapi belum memenuhi persyaratan sehingga gagal diproses,” tegas Salim.

Kemendikdasmen membuka peluang penambahan kuota pada tahap berikutnya jika masih terdapat sekolah yang memenuhi kriteria prioritas. Namun, syaratnya, pemerintah daerah harus memastikan seluruh data pendukung valid dan proses administrasi berjalan tanpa hambatan.

Revitalisasi SD Muhammadiyah Mimbar Baru menjadi simbol dimulainya eksekusi program di tingkat tapak. Sekolah ini menjadi satu dari 30 sekolah yang mendapat persetujuan pada tahap awal. Pembangunan fisik diperkirakan memakan waktu beberapa bulan ke depan dengan pengawasan ketat dari dinas terkait.

Poin Kunci

  • Jumlah usulan revitalisasi: 79 sekolah.
  • Sekolah penerima yang disetujui: 30 sekolah (semula 11).
  • Program prioritas presiden untuk sekolah rusak berat.
  • Penandatanganan PKS: 16–20 Juli 2026.
  • Digitalisasi pembelajaran terintegrasi dalam paket revitalisasi.

Progres ini dianggap sebagai capaian signifikan bagi Kota Makassar dalam upaya memperbaiki sarana pendidikan dasar. Kendati demikian, masih terdapat 49 sekolah yang belum mendapat alokasi. Pemerintah daerah terus didorong memperkuat basis data dan percepatan administrasi agar peluang pada tahap selanjutnya dapat dimaksimalkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User