Kuta Selatan — Bedeng Proyek Ludes Terbakar, Kerugian Rp50 Juta
Sebuah bangunan bedeng proyek semi permanen seluas 2 are di wilayah Kuta Selatan, Kabupaten Badung, hangus dilalap api pada Rabu (8/7) sekitar pukul 10.15
Sebuah bangunan bedeng proyek semi permanen seluas 2 are di wilayah Kuta Selatan, Kabupaten Badung, hangus dilalap api pada Rabu (8/7) sekitar pukul 10.15 WITA. Kebakaran terjadi saat seluruh pekerja sedang berada di lokasi proyek yang berjarak tidak jauh dari bedeng. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun seluruh barang milik pekerja—pakaian, perangkat elektronik, alat kerja, hingga kartu identitas—musnah tak tersisa. Total kerugian material ditaksir mencapai Rp50 juta.
Informasi yang dihimpun dari Kepolisian Resor Kota (Polresta) Denpasar menyebutkan bahwa peristiwa pertama kali diketahui oleh seorang pekerja yang melihat kepulan asap hitam pekat mengepul dari arah bedeng. Saat itu semua pekerja tengah serius bekerja di lokasi proyek. Pekerja yang menyadari keanehan tersebut segera mengecek langsung dan mendapati kobaran api sudah membesar. Ia pun bergegas melapor kepada rekan-rekannya.
“Pekerja yang melihat kepulan asap itu langsung mengecek ke lokasi dan mendapati api sudah membesar,” ujar Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, saat dikonfirmasi, Rabu (8/7).
Para pekerja yang panik lantas berupaya menyelamatkan barang-barang berharga yang masih berada di dalam bedeng sambil berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Kepala mandor proyek, Sopian, segera menghubungi Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmat) Kabupaten Badung untuk meminta bantuan penanganan. Penanggung jawab bedeng proyek, Sri, yang saat itu tengah berada di luar lokasi, menerima telepon dari Sopian dan langsung menuju tempat kejadian. Setibanya di sana, bedeng sudah sepenuhnya terlalap api dan para pekerja masih berjibaku memadamkan api sambil menunggu kedatangan petugas pemadam.
Unit pemadam kebakaran dari Diskarmat Kabupaten Badung tiba tidak lama setelah laporan diterima. Komandan Peleton (Danton) Diskarmat Badung, I Kadek Budana, menerangkan bahwa pihaknya langsung mengerahkan armada untuk menangani kebakaran tersebut. “Kami mengerahkan empat unit mobil pemadam, terdiri atas dua unit dari Pos BPG, masing-masing satu unit dari Pos lainnya,” ungkapnya secara terpisah. Upaya pemadaman oleh petugas dibantu para pekerja akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api sebelum merembet ke bangunan lain di sekitarnya.
Di sisi lain, aparat Polsek Kuta Selatan yang tiba di lokasi langsung mengamankan area, mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi, serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Pihak kepolisian juga mengarahkan korban untuk membuat laporan resmi sebagai dasar hukum penanganan lebih lanjut. Sampai saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan oleh penyidik Polsek Kuta Selatan. Manajemen proyek pun akan melakukan pemeriksaan internal guna mengambil langkah selanjutnya. “Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Kami telah mengarahkan pihak korban untuk membuat laporan ke Polsek Kuta Selatan. Namun, pihak manajemen proyek akan melakukan pemeriksaan secara internal untuk langkah selanjutnya,” pungkas Iptu Adi.
Analisis Kronologi dan Tanggap Darurat
Rentetan kejadian memperlihatkan jeda antara deteksi dini hingga kedatangan unit pemadam. Meskipun tidak ada korban jiwa, kecepatan penanganan masih bergantung pada inisiatif pekerja dan peralatan seadanya di fase awal. Keberadaan alat pemadam api ringan (APAR) di lingkungan proyek menjadi pertanyaan penting karena bedeng proyek umumnya memiliki potensi bahaya kebakaran akibat instalasi listrik temporer dan penyimpanan bahan mudah terbakar. Berdasarkan kronologi yang terangkum dalam tabel di bawah, respon dari unit Diskarmat Badung tampak cukup sigap setelah laporan diterima, namun jeda dari saat api diketahui hingga petugas tiba tetap menjadi titik kritis yang dapat memengaruhi luasan kerusakan.
| Waktu (WITA) | Kejadian |
|---|---|
| 10.15 | Pekerja melihat kepulan asap hitam dari arah bedeng; pengecekan langsung menemukan api sudah membesar. |
| Beberapa menit kemudian | Para pekerja berusaha memadamkan api dengan alat seadanya sambil menyelamatkan barang berharga; mandor menghubungi Diskarmat Badung. |
| Setelah laporan diterima | Diskarmat Badung memberangkatkan empat unit mobil pemadam; Polsek Kuta Selatan menuju lokasi. |
| Kedatangan petugas | Pemadaman oleh petugas dan pekerja berhasil mengendalikan api; polisi melakukan olah TKP dan pengamanan area. |
Kerugian material meliputi bangunan bedeng seluas 2 are yang rata dengan tanah, pakaian, perangkat elektronik, alat kerja, hingga kartu identitas milik para pekerja. Nilai total kerugian ditaksir Rp50 juta, angka yang mungkin akan bertambah jika perhitungan rinci dilakukan oleh manajemen proyek dan korban. Sementara itu, faktor penyebab masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian dan audit internal pihak proyek. Penggunaan instalasi listrik darurat, potensi korsleting, atau kelalaian material yang mudah terbakar merupakan isu yang lazim ditemukan dalam insiden serupa, namun semua itu masih sebatas kemungkinan sebelum ada bukti forensik yang memadai.
Comments (0)