Kualitas Udara Memburuk di Sekitar TPA Jatiwaringin, Warga Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan

Lurusin.com, Tangerang — Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang, Banten, terus menyisakan dampak serius bagi lingkungan sekitar. Berdasarkan pemant

Jul 08, 2026 - 04:50
0 0
Kualitas Udara Memburuk di Sekitar TPA Jatiwaringin, Warga Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan

Lurusin.com, Tangerang — Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang, Banten, terus menyisakan dampak serius bagi lingkungan sekitar. Berdasarkan pemantauan terkini yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), kondisi kualitas udara di sekitar lokasi kebakaran masih berada pada tingkat yang tidak sehat dan berpotensi membahayakan kesehatan warga.

Tim dari KLH telah mengerahkan peralatan lengkap untuk memantau sebaran polutan di udara. Dua unit mobil pemantau kualitas udara dikerahkan ke titik-titik strategis di sekitar TPA, bersama dengan tiga alat portabel yang digunakan untuk pengukuran secara langsung di lapangan. Langkah ini diambil untuk mendapatkan data yang akurat mengenai tingkat pencemaran udara akibat asap tebal yang terus mengepul dari area pembakaran sampah.

"Ya kami memantau (kualitas udara)," ujar Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) KLH, Rasio Ridho Sani, saat dikonfirmasi oleh media kami pada Senin (6/6/2026).

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemerintah terus melakukan pengawasan ketat seiring dengan masih berkobarnya api yang belum menunjukkan tanda-tanda akan padam. Seperti yang diberitakan media kami sebelumnya, upaya pemadaman yang telah berlangsung selama enam hari belum membuahkan hasil maksimal. Api terus menyala dan menghasilkan asap pekat yang menyelimuti kawasan permukiman di sekitar TPA Jatiwaringin.

Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama mereka yang tinggal di radius dekat dengan lokasi kebakaran. Paparan asap dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan pernapasan, iritasi mata, serta memperburuk kondisi kesehatan bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan. Oleh karena itu, imbauan penggunaan masker menjadi langkah preventif yang sangat dianjurkan bagi seluruh warga yang beraktivitas di luar ruangan.

Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, sejumlah warga telah mengeluhkan bau menyengat dan gangguan pernapasan ringan. Pihak berwenang setempat juga mulai mendistribusikan masker kepada masyarakat di desa-desa terdampak. Selain itu, warga diminta untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama pada pagi dan malam hari ketika konsentrasi asap cenderung lebih tinggi karena kondisi angin yang tenang.

KLH bersama pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk mempercepat penanganan kebakaran sekaligus meminimalkan dampak lingkungan yang ditimbulkan. Pemantauan kualitas udara secara berkala akan terus dilakukan hingga situasi benar-benar kembali normal. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta mengikuti arahan dari petugas di lapangan demi keselamatan bersama.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hafiz-rahman

Verifikator. Memverifikasi klaim viral via sumber terbuka.

Comments (0)

User